Aku sebenernya sudah memulai membuat GEOBLOGI.WORDPRESS.COM
klick sini saja http://geoblogi.wordpress.com/
Sudah saya buat strukturnya, sudah ada beberapa isinya ..... Tetapi tanganku
cuman duwa .... kagak sempet juga akhirnya :(
Kalau ada mahasiswa atau juga siapa saja yang tertarik untuk mengelola
geoblogi ini bersama-sama saya, silahkan let me know. Nanti aku kasi account
untuk bisa bersama-sama memelihara, mengedit dan mengisinya.

Ada yang tertarik ??

Mengapa BLOG ?
Karena disitu dapat diisi artkel sedangkan dibawahnya ada kolom komentar utk
diskusi, sehingga menjadikan BLOG sangat interaktif


RDP

On Nov 21, 2007 7:55 AM, <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Coba kalau kita tawarkan kepada mahasiswa yang mau menjadi volunteer
> membangun dan merawat blog untuk ulasan-ulasan Pak Awang saya yakin banyak
> yang antri. Pak Awang tetap konsisten membuat ulasan-ulasan di IAGI net
> kemudian ulasan tersebut dimasukan oleh volunteer ke blog-nya Pak Awang
> secara otomatis (dengan sedikit editing tentunya).
>
> OK adakah yang mau menjadi volunteer,..?
>
> cp
>
>
>
>
>             Awang Satyana
>             <[EMAIL PROTECTED]
>             oo.com>                                                    To
>                                       [email protected]
>             11/21/2007 12:44                                           cc
>             AM
>                                                                   Subject
>                                       RE: [iagi-net-l] Die Vermessung Der
>             Please respond to         Welt - Mengukur Dunia (Kehlmann,
>             <[EMAIL PROTECTED]         2005, 2007)
>                   .id>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Pak Jossy,
>
>  Saya tidak punya blog pribadi, pasti tidak akan sempat untuk merawatnya
> dari waktu ke waktu. Tetapi, beberapa tulisan saya yang mungkin
> dipertimbangkan menarik untuk konsumsi khalayak ramai, suka muncul di
> beberapa blog. Tulisan2 itu asalnya dari tulisan2 saya di milis2 yang saya
> jadi anggotanya, beredar secara berantai, akhirnya muncul di blog ini dan
> blog itu. Biasa terjadi hal seperti itu.
>
>  Kelak mungkin kalau punya waktu lumayan lowong saya akan coba membuat
> blog pribadi. Untuk itu, saya pasti akan banyak bertanya kepada Pak
> Rovicky
> atau Pak Wahyu Budi, rekan2 di milis ini yang punya blog pribadi. Sekarang
> ini, hampir tidak mungkin buat saya membuat blog dan terutama merawatnya.
> Baca buku saja biasanya saya lakukan di perjalanan ke/dari kantor (maka
> saya naik angkutan umum saja ke kantor biar bisa baca, lumayan bisa 2-3
> jam
> membaca ), atau setelah lewat pukul 23, bersaing dengan rasa kantuk.
>
>  Ulasan2 tentang buku2 memang dimaksudkan untuk berbagi kesukaan sesudah
> membacanya, sekaligus menginformasikan bahwa ada buku2 bagus yang enak
> dibaca dan perlu. Membaca buku masih tetap memperkaya imajinasi (kalau
> nonton TV tentu imajinasi kita dimatikan), menantang pikiran, melatih sel2
> otak agar bekerja, dan tentu aksioma lama tetap berlaku :  menambah
> pengetahuan. Maka, baca saja bukunya daripada sekedar ulasannya he2...
>
>  salam,
>  awang
>
> "Inaray, Jossy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  Pak Awang,
>
> Sudah waktunya nih utk membuat blog yang berisi ulasan2 semua buku yang
> Pak
> Awang pernah baca, for sure saya adalah visitor pertama utk blog nya Pak
> Awang, atau sudah adakah?
>
> Salam,
>
> JOSSY
>
> -----Original Message-----
> From: miko [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, November 20, 2007 5:52 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Die Vermessung Der Welt - Mengukur Dunia
> (Kehlmann, 2005, 2007)
>
> Pak Awang,
>
> Ulasan Pak Awang benar-benar sangat menghipnotis , sangat menarik , dan
> sangat asyik dibaca. Seandainya penulis novelnya, Daniel Kehlmann , atau
> penterjemah / penerbitnya membaca ulasan Pak Awang, pastilah apresiasi
> tinggi akan diberikan ke Pak Awang.
>
> Dan alangkah bermanfaatnya kalau ulasan Pak Awang ini dapat dimuat di
> media
> cetak nasional, agar dapat dibaca oleh khalayak ramai . Kita sangat
> memerlukan ulasan semacam yang ditulis oleh Pak Awang ini, agar semangat
> untuk mengeksplorasi alam dan lingkungannya terus membara di jiwa kita.
>
> Selamat ya Pak Awang,
>
> MGBU
> mang Okim
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Awang Harun Satyana"
> To:
> Sent: Tuesday, November 20, 2007 3:09 PM
> Subject: [iagi-net-l] Die Vermessung Der Welt - Mengukur Dunia (Kehlmann,
> 2005, 2007)
>
>
> "Die Vermessung Der Welt" (Measuring the World) adalah sebuah novel sains
> setengah komedi asal Jerman tulisan Daniel Kehlmann yang baru
> diterjemahkan
> oleh Desti Nur Aini dan enam kawannya dan diterbitkan oleh Penerbit
> TransMedia Pustaka, Tangerang pada tahun ini. Tidak gampang menemukan buku
> ini, saya pun kebetulan saja menemukannya di sebuah toko buku dan hanya
> satu2nya, entah laku atau memang si toko buku hanya sedikit sekali
> memesannya.
>
>
>
> Mengapa saya tulis ulasannya buat IAGI-net ? Tentu ada geologinya, bahkan
> lumayan penuh. Novel ini menurut saya bukan novel yang biasanya fiktif,
> tetapi lebih semacam biografi dua ilmuwan Jerman yang terkenal pada
> zamannya, yaitu Alexander von Humboldt, si penyelidik alam yang sangat
> terkenal penjelajahannya ke Amerika Selatan, dan Karl Friedrich Gauss, si
> raja matematika yang mengukur dunia tanpa pernah meninggalkan tanah
> kelahirannya.
>
>
>
> Novel setebal 350 halaman ini terbagi atas enam belas bab berganti-ganti
> bercerita tentang Humboldt dan Gauss secara terpisah, masa-masa mudanya
> membangun reputasinya, sampai dalam tiga bab terakhir dua-duanya bertemu
> pada masa tua mereka dan kompak melakukan pemberontakan terhadap
> pemerintahan saat itu.
>
>
>
> Latar belakang cerita terjadi saat Jerman, Prancis, Afrika Utara, dan
> Amerika Selatan pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Dua pemuda
> Jerman, Humboldt dan Gauss, "melanglang buana" berusaha mengukur dunia.
> Alexander von Humboldt, seorang bangsawan, berupaya menyusuri hutan
> belantara dan padang rumput, menjelajah Orinoko, menguji coba efek racun
> yang ditemuinya di bangsa-bangsa suku Indian kepada dirinya sendiri,
> mencicipi kotoran burung, mengukur temperatur petir, kemana-mana membawa
> barometer, mendaki gunung tertinggi, masuk ke setiap lubang yang
> ditemuinya
> di tanah untuk membuktikan bahwa neputisme Abraham Werner salah, mengamati
> serangga dan burung-burung, menghitung kutu di kepala penduduk pribumi,
> dan
> pekerjaan-pekerjaan ilmuwan eksentrik lainnya termasuk mengikatkan diri di
> ujung kapal di tengah badai lautan untuk mengetahui efek kuatnya angin
> badai. Perjalanannya selama lima tahun (1799-1804) menghasilkan puluhan
> peti
> kayu berisi sampel-sampel batuan, serangga, burung, tanaman, dll.
>
>
>
> Pemuda satunya lagi, Karl Friedrich Gauss, dijuluki sang raja matematika,
> geodesi, dan astronomi, malah hampir seluruh waktunya tidak ke mana-mana
> selain di Gottingen rumahnya demi membuktikan bahwa kalau dunia ini bulat,
> cukup dengan melakukan perhitungan-perhitungan matematis nan rumit,
> pengukuran2 geodetik sederhana, dan peneropongan langit malam. Untuk
> berbicara di sebuah forum para ilmuwan saja, Gauss mesti ditipu dulu agar
> mau berangkat.
>
>
>
> Dua-duanya mengukur dunia, yang satu menempuh jarak ribuan kilometer,
> satunya lagi cukup di Gottingen saja.
>
>
>
> Dunia sejarah mengenal von Humboldt sebagai si Columbus kedua, yang
> sama-sama mendapatkan anugerah dan sokongan luar biasa dari raja Spanyol
> untuk mengembara (meskipun von Humboldt orang Jerman). Sementara, Gauss
> dikenal sebagai ahli matematika terhebat setelah Isaac Newton. Sejarah
> menentukan keduanya bertemu pada tahun 1828 di Berlin ketika mereka sudah
> tua, terkenal, dan berperilaku aneh-aneh. Lalu mereka sama-sama terlibat
> jauh dalam kerusuhan politik di Jerman pasca runtuhnya pemerintahan
> Napoleon.
>
>
>
> Asyik membaca bab demi bab petualangan dua orang hebat ini, membuat kita
> menggeleng-gelengkan kepala dan terkekeh sendirian. Dialog-dialognya
> menakjubkan. Menghibur, penuh humor dengan cara yang ringan, mendalam, dan
> cerdas. Penerjemahannya bagus, tidak kaku sama-sekali.
>
>
>
> Kita soroti Alexander von Humboldt (1769-1859) sebab ia juga pantas
> dijuluki
> pendekar geologi. Penelusuran saya atas biografinya (bukan dari novel ini)
> mengkonfirmasi apa yang ditulis Daniel Kehlmann ini, maka saya menyebut
> novel ini bukan fiktif tetapi fakta.
>
>
>
> Sisi geologi yang menarik adalah bahwa Alex Humboldt telah menyiapkan
> dirinya sebagai geologist sebelum melakukan penjelajahannya. Kegemarannya
> adalah alam, apapun yang ada di alam dia pelajari, begitulah memang
> umumnya
> para penjelajah zaman dahulu. Maka dia belajar biologi, geologi, anatomi,
> astronomi, fisika, bahasa, dan lain-lain yang sekiranya diperlukan dalam
> penjelajahan. Maka, karya-karya tulis von Humboldt pun macam-macam
> jadinya,
> mislanya "Mineralogische Beobachtungen über einige Basalte am Rhein
> (Brunswick, 1790)", - ciri-ciri mineralogi beberapa basalt di sungai
> Rhein;
> "Florae Fribergensis Specimen" (1793) -contoh-contoh tumbuhan dari
> Friberg;
> dan "Versuche über die gereizte Muskel- und Nervenfaser" -sistem gerak
> otot
> dan saraf (Berlin 1797). Tulisan pertama penting untuk pertarungan antara
> konsep neptunisme dan plutonisme asal batuan, dan tulisan ketiga telah
> mengilhami ilmuwan Italia Luigi Galvani tentang respon otot terhadap arus
> listrik.
>
>
>
> Von Humboldt belajar geologi dari Abraham Gotlob Werner yang saat itu
> terkenal se-Eropa sebagai ahli geologi kenamaan di Technische Universität
> Bergakademie Freiberg, sebuah sekolah pertambangan terkenal di Freiberg.
> Werner berpendapat bahwa semua lautan adalah asal-usul batuan (universal
> sea), termasuk untuk batuan beku, hasil kristalisasi air laut. Bahwa
> gunungapi, apinya atau lavanya bukan berasal dari magma, tetapi dari
> lapisan
> batubara yang terbakar. Teorinya sangat terkenal pada zamannya. Sebelum
> James Hutton di Skotlandia melawannya dengan plutonisme, sesungguhnya
> muridnya sendiri, yaitu Alexander von Humboldt yang melawannya. Tulisan
> pertamanya tahun 1790 tentang sifat mineralogi basalt itu adalah
> perlawanan
> pertamanya. Tetapi, selama penjelajahannya ke Afrika dan Amerika Selatan
> selama lima tahun itulah ia mendaki semua gunung dan masuk ke semua lubang
> pertambangan atau gua sumuran untuk membuktikan bahwa gurunya itu salah
> berpendapat bahwa semua batuan berasal dari lautan.
>
>
>
> Abraham Gotlob Werner mengajarkan bahwa perut bumi itu dingin dan kokoh.
> Pegunungan terbentuk melalui endapan kimiawi dari samudra yang menyusut di
> zaman purba. Api yang muncul dari gunung berapi sama sekali tidak berasal
> dari dalam perut bumi. Api membesar karena tumpukan batu bara yang
> membakarnya. Sedangkan inti bumi sendiri berasal dari batuan keras. Suatu
> kali, Werner pernah mematahkan hidung seorang mahasiswa yang meragukan
> teorinya. Bertahun-tahun sebelumnya bahkan ia pernah menggigit telinga
> mahasiswa yang menyepelekan teorinya. Werner juga adalah seorang alchemist
> terakhir, yang meramu teori-teori tentang bumi dengan upacara-upacara
> memanggil setan dan api. Tanya Werner kepada Humboldt, "Apakah Anda
> seorang
> Neptunis dan percaya akan adanya perut bumi yang dingin ?" "Apakah Anda
> memiliki seorang kekasih ?" Jawab Humboldt, "Tidak, itu hanya akan
> menghalangi saja" "Orang akan menikah jika tidak merencanakan sesuatu yang
> penting dalam hidupnya", kata Humboldt. Balas Werner, "Seorang pria yang
> tidak menikah belum menjadi seorang Neptunis sejati" (dan ternyata memang
> von Humboldt tetap membujang seumur hidupnya - bukan karena ia memang
> bukan
> Neptunist, tetapi karena ia memang tidak mau menikah). Humboldt belajar
> geologi tiga bulan dari Werner, setiap pagi selama enam jam ia berada di
> bawah tanah di pertambangan Freiberg, dan mulai dari situ dia merasa bahwa
> Werner salah, sebab semakin turun jauh ke bawah semakin panas, -tidak ada
> perut Bumi yang dingin.
>
>
>
> Neputisme Werner sangat terkenal di Jerman, dan siapa pun yang berpendapat
> lain adalah orang yang hina dan pantas masuk neraka, begitulah katanya.
> Bahkan Goethe sendiri menasihati begini kepada von Humboldt saat dia mau
> pergi melanglang benua. "Sebuah usaha yang berani. Yang terpenting adalah
> meneliti gunung berapi untuk mendukung teori Neptunisme. Tidak ada api di
> perut bumi. Pusat alam bukanlah lava yang bergolak. Hanya jiwa yang rusak
> yang dapat memunculkan pikiran menjijikkan seperti itu" Humboldt berjanji
> untuk mengamati gunung berapi. Maka, von Humboldt meneliti dan mendaki
> semua
> gunungapi yang ditemuinya, dan masuk ke setiap lubang di tanah yang
> ditemuinya, dan ....makin yakinlah ia bahwa Werner, gurunya, salah -
> ternyata ada api di perut bumi.
>
>
>
> Adalah vom Humboldt juga salah seorang yang paling pertama berpendapat
> bahwa
> Amerika Selatan dan Afrika pernah bersatu berdasarkan peneltian semua
> organisme dan formasi batuan yang ditemuinya dalam penjelajahannya selama
> lima tahun.
>
>
>
> Pengalamannya selama lima tahun dia bukukan dalam seri buku puluhan volume
> berjudul "Kosmos" yang ditulisnya selama 21 tahun, buku2 yang menyatukan
> berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk mengenal dunia. Apa pun yang bisa
> diukur telah diukurnya, apa pun yang bisa diamati, telah diamatinya.
> Rasanya
> tak ada orang se-maniak Alexander von Humboldt dalam menyelidiki alam.
> Maka,
> namanya dipakai sebagai nama beberapa unsur geografi fisik dan kota di
> dunia
> dan belasan spesies baru yang ditelitinya.
>
>
>
> Kata beberapa tokoh tentang Alexander von Humboldt :
>
>
>
> Charles Darwin: "He was the greatest travelling scientist who ever lived."
> -
> "I have always admired him; now I worship him."
>
> Johann Wolfgang Goethe: "Humboldt showers us with true treasures."
>
> Simón Bolívar: "Alexander von Humboldt has done more for America than all
> its conquerors, he is the true discoverer of America."
>
> Thomas Jefferson: "I consider him the most important scientist whom I have
> met."
>
> Emil Du Bois-Reymond: "Every scientist is a descendant of Humboldt. We are
> all his family."
>
>
>
> Begitulah, sedikit tentang Alexander von Humboldt dan Karl Gauss, novel
> Daniel Kehlmann enak diikuti tanpa perlu mengernyitkan kening bahkan
> membuat
> kita tersenyum, terkekeh, terbahak, dan menggeleng-gelengkan kepala
> sendirian mengikuti dialog dan keeksentrikan dua ilmuwan "pengukur" dunia
> ini.
>
>
>
> salam,
>
> awang
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ----------------------------------------------------------------------------
>
> JOINT CONVENTION BALI 2007
> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
> Exhibition,
> Bali Convention Center, 13-16 November 2007
>
> ----------------------------------------------------------------------------
>
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect
> damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use,
> data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> ----------------------------------------------------------------------------
>
> JOINT CONVENTION BALI 2007
> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
> Exhibition,
> Bali Convention Center, 13-16 November 2007
>
> ----------------------------------------------------------------------------
>
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect
> damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use,
> data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See
> how.
>
>
> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
> recipient(s) named above.  It may contain  confidential or legally
> privileged information and should not be copied or disclosed to, or
> otherwise used by, any  other person. If you are not a named recipient,
> please contact the sender and delete the e-mail from your system.
>
>
> ----------------------------------------------------------------------------
> JOINT CONVENTION BALI 2007
> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
> Exhibition,
> Bali Convention Center, 13-16 November 2007
>
> ----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of
> use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


-- 
http://rovicky.wordpress.com/
None one right solution !
No one can monopolize the truth !

Kirim email ke