Dugaanku bahwa reserves minyak di cepu tidak sebesar yang digemborkan sekarang mulai terkuak. Inilah contoh kesalahan kalau sebuah keputusan tidak didasarkan atas technical (ilmiah-akademis) tetapi hanya sekedar kepentingan politis semata. Saya sejak awal sudah mewanti-wanti dengan : http://rovicky.wordpress.com/2006/02/27/kasus-cepu-mulailah-dari-evaluasi-secara-ilmiah-akademis-yang-benar/ Dulu perkataan "giant field" dengan reserves sahohah menjadi senjata "bom virtual". Isstilah ini dipakai sampai kemana-mana sehingga seolah-olah hanya perusahaan giant juga yang mampu menanganinya, tapi ternyata hanya mirip dengan kisah "star wars".
Saya saat inipun masih juga ragu-ragu dengan perhitungan reserves ini dan terakhir aku tulis di bulletin IAGI akhir tahun lalu "Harap bersabar dengan minyak cepu". Permasalahan Cepu tidak sekedar reserves lagi tapi banyak masalah comdev juga. Semoga kita banyak belajar dari sini salam RDP ================================================== Kamis, 22 Nov 2007, ExxonMobil Tuntaskan Sumur Pertama Untuk Pastikan Besar Cadangan Blok Cepu JAKARTA - Kontraktor blok Cepu berupaya mendapatkan angka cadangan minyak dengan tingkat presisi lebih tinggi. Salah satunya adalah mengebor dua sumur di blok yang berlokasi di dua propinsi (Jatim dan Jateng) dan tiga kabupaten itu. Langkah ini dilakukan karena belum ada kejelasan berapa cadangan minyak yang terkandung di blok itu. BP Migas mengoreksi jumlah cadangan minyak Cepu hanya 145 juta barel atau jauh di bawah proyeksi awal kontraktor sebesar 660 juta barel. Saat terjadi perebutan antara PT ExxonMobil Oil Indonesia dan Pertamina tahun lalu, ada kabar bahwa kandungan minyak di blok Cepu 1,2 miliar hingga 2 miliar barel. Lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro merilis angka 490 juta barel. Tetapi, angka itu terus menyusut. Menurut Presdir MobilCepu Limited Mike Nelson, dari data awal, angka cadangan minyak Cepu hanya 350 juta barel. "Ini sesuai plan of development yang kami ajukan ke BP Migas. Kami baru menyelesaikan pengeboran sumur pertama akhir Oktober ini," ujarnya kepada Jawa Pos di sela acara ExxonMobil Community Partners Gathering di Jakarta kemarin (21/11). Cadangan minyak itu berhubungan dengan jumlah investasi untuk pembangunan konstruksi. Kian besar angka cadangan minyak, makin besar pula investasi untuk konstruksi. Akibatnya, jumlah biaya yang bisa di-cost recovery juga meningkat. Kecilnya angka cadangan minyak juga bisa berarti bahwa penerimaan dari blok Cepu bagi negara turun. Mike menjelaskan, pengeboran sumur kedua akan diselesaikan akhir tahun ini. "Dua sumur ini, selain memberikan data lebih baik soal cadangan minyak, nantinya juga berfungsi sebagai sumur produksi," tuturnya. Dia juga menjelaskan, setelah pengeboran dua sumur selesai, pihaknya akan melaksanakan proses konstruksi. Dia menambahkan, untuk mencapai total produksi 165 ribu barel per hari, dibutuhkan total pengeboran 49 sumur. "Itu membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 tahun," katanya. Vice President ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) Maman Budiman menjelaskan proses eksplorasi blok Cepu masih sesuai target.(iw) -- http://rovicky.wordpress.com/ None one right solution ! No one can monopolize the truth ! ---------------------------------------------------------------------------- JOINT CONVENTION BALI 2007 The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

