Eh, Dhen Mas Dhen, apa kabar ?

Makasih Mas Edison atas ifonya. Th 2004 itu saya cari, tapi gag ketemu.
Th 1996, ku kesna memang belum dengar so'aol gunung itu.

Ya, di Gunung Kelud juga ku dengar ada batuan bermagnetik itu. Gelombang
ARIF "Alternating comression-extension Result in Imaging a Form of
wave", tunjukkan daerah kompresi-ekstensi lempeng lithosfer, pereodik.
Tempat extesion itu, menjadi patahan, atau ruang antar massa untuk
planet solarsystem misalnya.  Salah satunya berpereode sekitar 70 Km,
maka extnsion sebagai patahan. Nah magma bisa keluar, lahirlah
gunung-gunung. Yang di Cekungan JawaTengahTimur, ya Grup Pojok Tiga,
Slamet, Dieng, Merapi, Lawu, Wilis, Kelud, Semeru, Argpuro, Ijen.

Satu grup, sepertinya kebanyakan tiga: misal Telomoyo, Merbabu, Merapi.
Semakin keselatan, semakin muda. Beda umur sekitar 700 Ka, dugaanku.

Semakin dalam lapisan, semkain bersifat magnit, dari Sial"
Silisium-Almunium, menjadi silisium-magnesium. Semakin besar
dorongankeatas, semakin besar kemagnitanhya. Nah, batuan bermagnit bisa
terletak di gunung-gunung itu, dan jarang di sekitarnya, atau 70 km
utara gunung itu. Namun, bisa saja, magma terendapkan di dalam bumi
(andesit misalnya), dan suatu saat bisa batuan sekitarnya tererosi dan
muncullah batuan begku itu di purmukaan.

Magnetik di Gunung Kelud, dugakan juga ada batuan magnetik di
gunung-gunung lain. Satu pusat gelombang ARIF, pusat bumi , ku sebut
saja ZEN "Zonal Earth Nuclear", menggerakkan semua lapisan, dan timbulah
di permukaan bumi, enam titik pusat cyclone tektonik. Dari pusat bumi ke
permukaaan bumi, dan ke angkasa, di sebut planetary cyclone. Dua yang
paling besar, yakni Aan "Anticlinal Arabian Nubian", pusat Pangea.
Satunya pusat Panthallasa di Rahmat
"Ringold-Anatom-Hebrides-Malaita-Apia-Tonga ring center, tugh di Fiji,
Pacific selatan. Lalu juga siklun tektonik utara, ku sebut saja Wartono
"Wide Artic Regional Tectono Oceaninic North Observed center".
Berpasangan dengan siklun tektonik selatan Hani "Horizon Antarctic
Nodule Island center". Juga batas barat antara Pangea dan Panthalssa,
adalah Rahmat "HondurasElsavador Ridge Mexico-Antilles-Nicaragua ring
center". Pasangannya, di bagian timur, di sebut Bob "Banda Ocean Basin
center".

Di Herman area, di pengaruhinya daerah termasuk Segii tiga bermuda, dan
banyak tornado di gulf of Mexico ini. Telah 40'an kapal canggih, juga
kapal laut canggih, juga  "montor mabur", ilang tak berbekas, tak tahu
kemana bangkainya. Kemungkinan banyak magnetik nongol di sekitar pusat
Herman ini. Pusat ini pengaruhi lempeng sekitarnya: Amerika Utara,
Amerika seatan. Minyaknya ? 500 bboe dah di daptkan. Nah analoginya, di
bagian timur, si Bob area itu? Pusat ini pengaruhi tektonik utamanya ya
Indonesia. Baru di dapat 110 bboe OOIP. Nah bisa dapat 100 bboe lagi
saja sudah repot ngurusinnya kita (Indonesia), apalagi 500 bboe lagi.
Padahal, siklus 70 th di dapatnya minyak pertahun global, ya barusan
terendah di th 2004, akan naik, dan puncaknya di 2039. keman kalau gag
di Bob area ?

Gitu Dhen Mas Dhen. Komentar ?

Salam,
Maryanto.

-----Original Message-----
From: Supardan [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, November 23, 2007 1:00 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Mohon Ma'af Lahir dan Bathin - magnet

Mas Maryanto,

Medan magnet seperti itu di lereng G. Kelut juga ada, lerengnya juga
tidak terlalu curam. Mobil bisa berjalan menanjak, namun panjang jalan
yang bermedan magnet tersebut hanya sekitar 25 - 30 meter, sehingga
kecepatan yang bisa dicapai juga tidak sebesar yang di Arab.

Mungkin mas Maryanto bisa menjelaskan fenomena medan magnet di lereng G.
Kelut tersebut.

Suwun.

On 11/21/07, H. Edison Sirodj (XD/PCSB) <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>
> Betul mas Maryanto,
>
> Bulan Juli lalu sewaktu umrah kita ada kesempatan mencoba medan magnit

> tersebut, daerah tersebut lebih terkenal dengan nama Jabal-magnit (Yg 
> menamakan adalah orang-orang Indonesia yang banyak bekerja disana).
>
> Jalan yang dilalui tidak begitu curam (kira-kira 10 deg slopenya). Bus

> yang mengangkut di perlambat (10km/jam) lalu gear di posisikan netral.
> Perlahan-lahan bus mulai melaju sampai mencapai kecepatan
110-120km/jam.
> Hal ini dilakukan sekali lagi sambil kembali ke Madinah dengan cara 
> yang sama (yah jaraknya kira-kira 5 km).
>
> Untuk kesana tergantung jamaah, kalau cukup satu bus bisa berangkat 
> dengan membayar tambahan untuk supirnya. Atau beberapa orang dengan 
> sewa kendaraan lebih kecil. Hati-hati dengan alat2 electronic bisa
terganggu.
>
> egs
>

----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke