Mas Agus Irianto,
Hem, mantab komentarnya. Panjang banget. Terimakasih mas.

O, ati ati sama paling ahli stratigrafi-tektonik di CSB Mas Yarmanto
ini. Manager Exploration ini lulusan ITB dan  Master Colorado School of
Mines. Singkatnya, pergantian huruf M (Maryanto) dengan Y (Yarmanto)
itu, gaji dan "circle of influenced"-nya 70 kalinya punyaku.

Ya syukur ku bisa mendapatkan ilmu itu, salamologi. Kiasannya, mendapat
ilmu itu seperti mendapat lebih dari nilai emas se-bumi. Gag ada
kalender sedetil itu, sepanjang 70 Giga annum, diskripsi setiap satu
tahunnya, eror satu (1) th. Gradstein, pembuat Geologic Time Scale 2004,
ya baru 5 sampi 300 Ma "millian annum" errornya. Trus amat banyak,
banyak sekali versi, versi ilmu, hampir semua ilmu, telah di gabungkan,
menjadi Maryanto's uni-verse itu: Salamologi. Atas kegunaannya yang
sudah saya lihat, maka ku terus memberitahu dan tambah mencari tahu. 

Metafisika dari kata meta (lebih, "di luar", beyond), fisika (materi).
Metafisika, sesuatu di luar pengetahuan (seseorang, banyak orang). Dalam
kuliah theologi, ku pernah melihat judul matakuliahnya (70 %)
menggunakan kata meta ini.

Lidah Jawa menjadi mistik. Sesuatu yang tak di ketahui orang (banyak).
Nah semua penemuan yang baru, mesti belum di ketahui orang (banyak),
maka ya masih metafisika bagi orang, walau jelas sudah menjadi fisika
oleh orang itu.

Statistik mempunyai parameter fisi error. Sering metafiska, ilmu baru,
masih dengan error yang besar korelasinya. Salamologi sudah amat kecil,
error 10 %. Prposal sumur risko 4:1, atau 25 % probabilitas saja sudah
di bor, nah kalau probabilitas 90 % ? Apa gag "langsung di kejar". Sebab
akibat akan jauh lebih gampang di dapat setelahnya.

Klenik, dari kata klinik. Yakni analisa, dianogsa, anjuran opearsi,
operasi, "dapet duwit he..he..he..". Semua orang kerja ya sebagi klinik,
sevis, tak ada yang gag. Mulai tukang sapu, sampai dewan komisaris. Yang
di servis ngasih bayar. Kata klenik jadi jelek hanya karena dia errornya
sering gedhe. 

Hanya kalau tak biasa, edan, anomali, edan bagusnya, barulah di sebut
penemuan yang bagus, gag biasa. Orang belajar supaya menjadi gag biasa,
gag normal. Yang normal, umum, wah bisa di telan jaman, di buang, gag di
pilih.

Itu dulu lah Mas. Sekali lagi terimakasih, dan tentu kebaikan (mas Agus)
itu dominannya akan untuk diri seindiri.

Salam,
Maryanto.

-----Original Message-----
From: Agus Irianto [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, November 30, 2007 6:07 PM
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] Salamologi: enigma alam.

Yarmanto ...... saya kira nama bapak yg ini nama lain dari emailnya mas
Maryanto.......maaf pak apabila dugaan saya salah dan ....salam kenal
pak.......tapi ya sudahlah....saya jadi ingat alm guru saya Pak
Prof.Dr.Sartono yg pernah bilang ke saya sambil canda2 serius sbb : 
" Jangan pernah kamu lihat siapa orangnya, tetapi lihat dan perhatikan
apa yang dikatakannya "

Dari forum mailing list ini banyak sekali yg kita tidak tahu dan kenal
secara personal tetapi kita mendapat banyak juga pengetahuan dari
tulisan2 beliau2 yg rajin menulis di forum mailing list yg kita cintai
ini, kontribusinya sangat besar sekali thd perkembangan iptek, makanya
gak salah kalau pak Herman menyarankan IAGI utk memberikan penghargaan
thd Pak Awang Harun Satyana. Di JCB2007 kemaren presentasinya ttg LUSI
dgn legenda Timun emas nya menyedot perhatian peserta, fullhouse, nyampe
berdiri-diri saking padatnya....luar biasa pak Awang.....

Tetapi jangan lupa Pak Herman Darman dan Pak Hasan Sidi juga menulis
buku Geologi Indonesia seperti Pak JA. KATILI, MT.ZEN , RP.
Kusumadinata, jasa beliau2 itu sangat besar terhadap pergeologian di
Indonesia ini. Pak Yanto (abah), pak Sujatmiko pakar minyak yg skrng
beralih ke gemstone, pak Andri Subandrio dll, Pak Maryanto yg konsisten
thd salamologinya dan pak Rovicky dgn bahasa populernya di blognya yg
menjembatani bahasa dewa2 geologi dan bhs gaul di masyarakat dan masih
banyak lainnya kalau IAGI - HAGI mau memberikan penghargaan dgn banyak
kreteria, konsistensinya dlm mengembangkan organisasi IAGI spt Cak
Andang, Cak AR, Pak Ridwan dan banyak lainnya yg dedikasinya luar biasa
thd pengembangan organisasi dan ilmu kebumian.

Presiden HAGI 2006-2008 : Abdul Mutalib Masdar dalam laporannya di ruang
auditorium BICC saat JCB2007 mengatakan : " Tangan diatas jauh lebih
baik dari pada tangan dibawah " ..............luar biasa anak muda yg
satu ini mengelola aset hagi yg hampir 1 milyar rp dgn berbagai jenis
kegiatan dari dan utk hagi, memberikan bea siswa, santunan bencana alam,
kursus2, luncheon talk, penerbitan Resonansi dll kegiatan padahal belum
genap 1 thn masa pemerintahannya,........mendambakan
HAGI lebih maju selevel dgn SEG dan tdk mau dibawah SEG, memilih Aliansi
Strategis dgn para mitra (baca Resonansi edisi 5) Terus terang stand
HAGI saat JCB2007 di Exhibition Hall kemarin selalu dibanjiri
pengunjung......shg membuat stand Swoffer Instrument.Inc didepannya gak
dilirik pengunjung.........skali lagi saluut utk anda ..bravo HAGI
...AMM...dkk...!!

Kembali ke Subject : Salamologi - enigma alam rekan kita Maryanto ini
melihat gejala alam, keteraturan alam, pengaruh 4 energi al: gravitasi,
elektromagnetic, nuklir kuat dan nuklir lemah, perubahan fasies sedimen,
pasang surut, iklim dll serta pengaruhnya thd kehidupan kita lebih jelas
dari yg kita amati, dgn Salamology yg punya siklus sinusoida dpt
memprediksikan iklim memanas sampai dgn thn 2022 kemudian menurun lagi
dll dll....prediksinya memukau orang....luar biasa...bhs betawinya gilee
beneer....ini orang.....S1 Fisika  UGM - S2 Geofisika
- Geologi ITB ........masak kita lebih mempercayai Mama Lorentz dari
pada Mbah Maryanto (bhs canda saya dgn beliau).......apa yg didiskusikan
dgn pak Awang di mailing list iagi memperkuat dugaan dan hipotesa
SALAM................kayaknya sejarah akan membuktikan kebenaran teori
salam ini....dan Maryanto akan dikenang melebihi umur hidupnya sbg
manusia seperti halnya Ronggowarsito, Jayabaya atau ilmuwan2 nusantara
lainnya yang sebenarnya nggak kalah kwalitasnya dgn ilmuwan asing
lainnya. Apalagi nantinya ditemukan cadangan mineral dan migas di BOB
(Banda Ocean Basin).......

Akhirnya saya cuma ingin mengingatkan kerisauan Maryanto dan juga
kerisauan saya yg saya kutip sbb:

2. Cuma, kerisauanku berikut, barangkali ada yang bisa menolong.
Einstein, katakan E=m.c.c. Energi adalah massa kali kwadrat kecepatan
cahaya. Rumus itu sebut, bila massanya nol, maka energinya nol. Saya
sering melihat, ada energi dan tak kelihatan massanya. Misal, pada medan
magnetik, medan gravitasi, di mana di situ sudah tentu tak ada
massanya,atawa massanya nol, namun terlihat ada energi. Salah kondisinya
?

Sering kita jumpai dan rasakan khan..? metafisika..?
perdukunan..? apa nggak ilmuwan itu juga dukun...?
(dukun ilmiah ..?)

Saya termasuk orang yg spontan tidak bisa menahan rasa kagum saya thd
org yg saya kagumi.......saya tdk mau spt yg disinyalir oleh bpk Jaya
suprana bahwa orang indonesia itu sangat pelit utk memuji sesama bisanya
kalau orangnya sudah meninggal dunia baru keluar semua pujian /
orbituary ........lha wong sudah meninggal dunia gak butuh pujian lagi
jee...??? 

Rasa kagum dan salut saya juga saya tujukan kpd kang Syaiful sbg
chairman yg mempiloti suksesnya acara
JCB2007 kemaren dan juga Cak Andang Bachtiar satu2nya geologist
Indonesia yg mendapat undangan khusus di OPEC kemaren.......kalangan
IAGI harus ikut bangga dong dgn kiprahnya ceracak
kita.....hehe...pemerintah harus mempertimbangkan orang2 berkwalitas
seperti beliau dan pekerjaan rumah utk IAGI yg harus aktif menggedor
Dephan agar suaranya lebih bisa didengar pemerintah.

Sekali lagi : Siapa lagi yang menghargai ilmuwan bangsa sendiri kalau
bukan kita sendiri......bangsa kita harus membiasakan utk menghargai
karya putra bangsa lebih dari bangsa lain......!?! Selamat bersinergi
para ahli kebumian.

Salam, en have a nice weekend.
Agus Irianto




--- "Maryanto (Maryant)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Comrades,
> 
> 1. Soft file salamologi di JCB "Joint Convention Bali", yang entah 
> karena apa, terlihat ada tambahan satu kalimat, yang perlu di "setip"
> pada awal abstractnya. Nama file:
> JCB2007-155_GUNA.SALAM_Maryanto.pdf. 
> 
> Judul : GUNA (GRAND UNIFIED NATURAL EVOLUTIONS
> ALGORITHM) AND SALAM
> (SEVEN TO THE NTH POWER OF TEN ANNUM LONG OF AGE AND MINOR) CYCLE.
> 
> ABSTRACT
> Metode ini merupakan suatu metode yang sangat baik karena dapat 
> mengidentifikasi potensial noise secara detil dan cepat di setiap 
> trace sehingga dapat dipergunakan sebagai acuan untuk melakukan 
> tindakan preventif dan parameter penilaian kualitas data dalam konteks

> noise.
> Comprehends global and local evolutions study was done on four prime 
> energy fields: Gravity, Unified electromagnetic, Nuclear strong And 
> weak, and other derived energies of them including:
> polar wander, any
> paleomagnetic, ...
> 
> Setelah di koreksi menjadi sbb: 
> ABSTRACT
> Comprehends global and local evolutions study was done on four prime 
> energy fields: Gravity, Unified electromagnetic, Nuclear strong And 
> weak, and other derived energies of them including:
> polar wander, any
> paleomagnetic, ...
> 
> Ya, memang tulisannya berbahasa Inggris (maunya, walo Inggrisnya 
> Inggris Jowo), sehingga ada nongol kalimat bahasa Indonesia itu orang 
> langsung curiga bahwa ini bisa saja ada kesalahan. Legalah, saya sudah

> koreksi.
> Memang satu fungsi GUNA itu, masuk sangat supel, pada disiplin ilmu 
> apa saja, ilmu yang ada di alam ini.
> 
> 2. Cuma, kerisauanku berikut, barangkali ada yang bisa menolong.
> Einstein, katakan E=m.c.c. Energi adalah massa kali kwadrat kecepatan 
> cahaya. Rumus itu sebut, bila massanya nol, maka energinya nol. Saya 
> sering melihat, ada energi dan tak kelihatan massanya. Misal, pada 
> medan magnetik, medan gravitasi, di mana di situ sudah tentu tak ada 
> massanya, atawa massanya nol, namun terlihat ada energi. Salah 
> kondisinya ?
> 
> 3. Salut, dan bagus buat HAGI, IAGI, IATMI, atas suksesnya pertemuan 
> JCB ini. Bulan depan, tepat itu untuk konferensi 110 negara, Climate 
> Change.
> Tentu JCB itu suatu perhelatan besar. Salut juga bagi HAGI yang juga 
> telah memberikan "award" kepada dua orang yang berjasa pada 
> pengembangan HAGI. Saya sendiri suka memberikan "award", malah dulu 
> pernah usulkan, hadiah jangan satu, tapi banyak, bisa misal tujuh.
> Sudah seratusan lebih
> dalam paperku, kini malah mengabadikan nama-nama orang langsung.
> Penghargaan memang sering malah membantu pemberi.
> Yang bisa menghargai,
> tentu yang tahu pengetahuan. Banyak penemu besar, malah tak di hargai 
> misal ketika kecilnya. Einstein, di tolak dari berbagai perusahaan, 
> malah Jerman sangat benci, dan peluang itu di "tangkap" Amerika, yang 
> lalu memenangkan Perang Dunia ke II, kalahkan Jerman. Jepang, juga 
> kalah, namun sebenarnya dia juga pingin ilmu itu, bila tahu, dan tak 
> dapat kesempatan mendapatkannya. Orang Sangiran, main sepak bola 
> dengan tengkorak-tengkorak, yang di mana tengkorak itu sangat berharga

> bagi yang tahu (arkeolog). Mrico, ya murah saja, namun pernah 
> segenggam mrica, seharga segenggam emas (di eropah pada suatu jaman). 
> Multi doktor, bagi petani kampung ya hanya di hargai tenaga 
> "nyangkulnya", bukan "kedoktorannya". Makanya terimakasih banyak 
> kepada Mas Agus Irianto, yang telah hargai salamologi, ikuti 
> pendahulu-pendahulunya.
> Enaknya, salamologi, telah melewati itu, dan sebarkan karena takut 
> kalau di sebut tak mau nyebarkan ilmu, dan malah sejak awal terus 
> memberi "award". Gag ada yang ngalahin kok, tentukan umur-umur amat 
> banyak pada disiplin ilmu alam, dengan eror terkecil, satu tahun 
> sajah, ketika dunia sono masih jauh untuk sampai ke situ. Bule-bule 
> bisa malu, walau sambil mungkin tak suka di "guru"-i. Ku juga setuju 
> usulan Mas Darman, yang usulkan Mas Awang. Gag usah nunggu itu 
> terlaksana atawa tidak, bagiku usulan itu sudah sukses menghargai. 
> Gampangkan ?
> 
> 4. Pantai Jakarta kebanjiran kena luapan air laut.
> Sebenarnya siklus dua
> puncak setiap bulan, sudah mereka ketahui. Namun kini ada tambahan 
> gelombang akibat angin kencang. Jadilah air meluap, sehinggapun jalan 
> tol JKT ke Bandara Cengkareng. Padahal, maximum muka laut, saya 
> prediksikan hingga th 2022. kenaikan bisa satu meter lagi. Lalu, muka 
> laut menurun lagi setelah itu, hingga 5000 th kedepan. Faktor 
> pemampatan sedimen, juga pendangkalan, tentu pengaruhi juga, walau 
> kecil di bandingkan siklus GUNA (nama lain siklus SALAM) itu.
> Pun, kenaikan gobal
> temperatur, ku duga hingga 2022, lalu menurun, dan naik lagi, sama 
> dengan sekarang adalah 5000 th lagi. Saya masih melihat, kenaikan 
> temperatiur global ini masih sesuai dengan silklus GUNA. Isu itupun 
> terlihat baik kok efeknya, banyak tanam pohon, pohon
> 79 juta pohon di
> tanam di Indonesia. Gempa-gempa, semakin memperkuat hipotesaku, bahwa 
> lebih banyak pada minggu purnama-minggu bulan mati, di banding dua 
> minggu lain dalam satu bulan. Ini termasuk gempa NTB, Bengkulu, Sumbar

> kemarin. Gunungpun ada tiga berjajar ketimur di dekat Bukit Tinggi 
> itu:
> Talang, Marapi, lalu satunya apatuh.
> 
> Kejayaan memang di pergilirkan, kata Eyang. Ku lihat sda siklus 
> sehari, berjalan ke barat. Ku lihat juga siklus kejayaan 700 th, 
> berjalan kebarat juga. Kini setelah Amerika, ya di bujur 
> Jepang-China-Indonesia.
> Jangan lewatkan ya.
> 
> Primbon Eyang sebut "mimpi, Matahari, 11 Bulan bintang yang sujud", 
> saya tafsirkan bahwa untuk prediksi kedepan, perlu tahu dampak, 
> karakter, sifat, properties : "matahari, bulan, bintang-bintang, salah

> satunya siklus 11 tahunan awan Matahari". Eh takut ah, ku ketahuan 
> suka ngintip-intip primbon Eyang.
> 
> Komentar ?
> 
> Salam,
> Maryanto.
> 
>

----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke