Jaman baheula, pada daerah2 open area ada yang melakukan speculative
survey, biasanya juga tidak memunculkan besaran sumberdaya yang ada. Kini
survey riset yang dilakukan oleh BPPT/BGR dengan interval yang sangat
lebar menghasilkan gambar tentang kandungan migas yang sangat spektakuler.
Alhamdulillah. Dan, adalah tugas pak Yusuf yang dipercaya untuk
menginventarisir sumberdaya alam di BPPT mengungkapkan potensi yang ada di
negeri ini.
Sekalian menegakkan kepala sebagai bangsa, alangkah baiknya jika
putra-putri Indonesia sendiri berani bahu membahu melakukan usaha-usaha
pembuktian. Sebelum eksplorasi, lakukan spec survey, masak orang luar
terus yang melakukannya, padahal BPPT/LIPI punya kapal, mungkin PPGL punya
peralatan, pemerintah dapat bonus2 tandatangan kontrak PSC, semua
sumberdaya yang ada tersebut kan bisa didayagunakan. Masak sih Migas
mengandalkan partner luar terus..... mbok yao potensi nasional dikoordinir
yang rapih.
lam-salam,
ar-
----- Original Message ----
From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum-HAGI] Kritisi atas Berita Penemuan "Lapangan2
Super-Raksasa" di Aceh West Offshore (BPPT-BGR)
Harus hati-hati dan kritis menyikapi berita ini.
BPMIGAS tak punya urusan dengan berita ini. Wilayah ini kosong dari blok
perminyakan yang menjadi pengawasan BPMIGAS.
Beberapa hal dari berita itu yang perlu dikritisi.
Yang baru teridentifikasi hanya terumbu2 yang belum diketahui umurnya,
katakanlah terumbu ini berumur Miosen Awal-Miosen Tengah mengacu kepada
terumbu yang menjadi objektif di Cekungan Sibolga sebelah selatan, di
dekat wilayah survey BPPT-BGR ini. Terumbu2 ini pernah dieksplorasi Union
Oil dan Caltex pada tahun 1970-an dan akhir 1980/awal 1990 dan telah dibor
(Suma, Singkel, Ibu Suma) menghasilkan gas biogenik non-komersil.
Terumbu2 ini hanya didapat dari survey geomarin yang punya jarak lintasan
60 km. Prospek/lead apa yang bisa diidentifikasi dengan space seismik 60
km ? Yang namanya prospek ia harus diidentifikasi oleh jarak lintasan
seismik <5 km.
Mengapa menganggap terumbu2 ini sebagai lapangan minyak ? Keberadaan
terumbu tak mengindikasi keberadaan lapangan minyak. Keberadaan bright
spot pun tak otomatis mengindikasi keberadaan gas column. Banyak
brightspot sebagai akibat kontras impedansi litologi saja, dan telah
banyak perusahaan tertipu oleh hal ini. Sumur terdalam dan terjauh di
Makassar Strait dibor mengejar brightspot semacam ini, ternyata hanya
kontras impedansi litologi akibat lapisan tuf di tengah lempung.
Cara perhitungan sumberdaya/cadangan sangat kasar, hanya mengalikan BRV
(bulk rock volume) dengan porositas; padahal kita tahu bahwa untuk sampai
ke angka sumberdaya si BRV harus dipotong oleh N/G (net to gross),
dipotong lagi oleh porositas, dipotong lagi oleh Sw (saturasi air) atau
Shc (saturasi HC), lalu dibagi oleh FVF (formation volume factor). Kalau
mau menghitung terkurasnya berapa harus banyak dipotong lagi oleh RF
(recovery factor). Kalau hanya menghitung sumberdaya dengan mengalikan BRV
dengan porositas, maka yang dihitung hanyalah ruang pori, bukan
hidrokarbon.
Mengapa mesti minyak ? Sibolga Basin dan semua cekungan muka busur di
Sumatera-Jawa terkenal punya termal yang dingin (HFU <1.5; GG < 2 C/100
feet), kecuali Bengkulu Basin yang sedikit lebih panas; maka wajar saja
kalau Union Oil dan Caltex menemukan gas biogenik saja di terumbu besar
Singkel, Suma, Ibu Suma yang dibornya, padahal terumbu ini umurnya Miosen
Awal. Minyak butuh termal yang lumayan panas.
Tak cocok menganalogikan terumbu2 temuan BPPT-BGR ini ke lapangan2 migas
di Arakan atau Mergui Terrace offshore Myanmar. Mereka bukan pada posisi
forearc basin, tetapi berlokasi di passive margin dengan delta Gangga di
teluk Benggala dan Delta Irawadi dengan Andaman Sea Floor Spreading. Belum
ada terbukti lapangan minyak/gas komersil di forearc basin.
Gempa Aceh Desember 2004 menggeser source rocks sehingga mengeluarkan
panas dan mematangkan minyak adalah pernyataan yang menggelikan. Apakah
kita tahu pasti lapisan source rocks di situ apa, apakah ia tergeser gempa
? Source rocks tak mengeluarkan panas, yang mengeluarkan panas adalah heat
flow dari mantel dan panas konduktif dari tumpukan sedimen. Taruhlah gempa
membuat sesar yang menghubungkan mantel dengan source rocks; tetapi harus
diingat bahwa heat flow di sini minimal karena di wilayah barat Sumatera
terjadi sel konveksi mantle downwelling yang membawa subduksi kerak
samudera Hindia, jadi terhubung ke mantel yang dingin percuma saja.
Membandingkannya dengan sumberdaya lapangan2 di Arab sungguh tak sepadan,
membandingkannya bukan "apple to apple" sebab lapangan2 raksasa di Arab
memang sudah dihitung menurut kaidah perhitungan sumberdaya/cadangan dalam
perminyakan, bahkan membandingkannya dengan lapangan Bayu Urip pun tak
sepadan.
Tetapi, tak salah kalau BPPT/BGR mau menindaklanjuti temuan ini. Tetapi,
pikirkanlah aspek2 negatifnya juga; dan sebaiknya berhati-hatilah
mengeluarkan pendapat yang bombastis ini ke publik, dasar ilmiahnya masih
sangat kurang, dan status evaluasinya masih teramat dini. Kalau sudah
terlanjur terlempar ke publik, lalu bagaimana ?
Mimpi boleh, tetapi tak perlu ribut-ribut dulu ke mana2.
Salam,
awang
Guruh Didi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Selasa, 12 Feb 2008,
Ditemukan, Lapangan Migas Raksasa di Aceh
BPPT: Lebih Besar dari Milik Arab Saudi
JAKARTA - Bencana dahsyat tsunami di Aceh 26 Desember 2004 memunculkan
berkah tak terduga empat tahun kemudian. Berawal dari studi pascagempa
tsunami di perairan barat Sumatera, Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi
(BPPT) kemarin (11/2) memublikasikan temuan blok dengan potensi kandungan
migas raksasa.
Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Yusuf
Surahman
mengatakan, Survei BPPT bersama Bundesanspalp fur Geowissnschaften und
Rohftoffe (BGR Jerman) itu menemukan kawasan perairan yang di dalam
buminya
diperkirakan terkandung migas 107,5 hingga 320,79 miliar barel. Lapangan
migas tersebut terletak di daerah cekungan busur muka atau fore arc basin
perairan timur laut Pulau Simeuleu, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
"Kandungan migas itu luar biasa besar," ujar Yusuf di Kantor BPPT Jakarta
kemarin (11/2).
Sebagai perbandingan untuk menunjukkan besarnya kandungan migas di Aceh
tersebut, Yusuf menyebutkan, saat ini cadangan terbukti di Arab Saudi
mencapai 264,21 miliar barel atau hanya 80 persen dari kandungan migas di
Aceh. Sementara itu, cadangan Lapangan Banyu Urip di Cepu diperkirakan
hanya
450 juta barel. Lapangan migas dapat dikategorikan raksasa atau giant
field
jika cadangan terhitungnya lebih dari 500 juta barel.
Menurut Yusuf, angka potensi tersebut didapat dari hitungan porositas 30
persen. Artinya, diasumsikan hanya 30 persen dari volume cekungan batuan
itu
yang mengandung migas. Meski demikian, lanjut dia, belum tentu seluruh
cekungan tersebut diisi hidrokarbon yang merupakan unsur pembentuk minyak.
"Karena itu, penemuan ini perlu kajian lebih lanjut," katanya.
Dia menyatakan, meski belum diketahui secara pasti, salah satu indikasi
awal
keberadaan migas di cekungan tersebut dapat dilihat dari adanya carbonate
build ups sebagai reservoir atau penampung minyak serta bright spot yang
merupakan indikasi adanya gas.
Sejauh ini, lanjut Yusuf, Tim BPPT optimistis perairan timur laut Pulau
Simeuleu mengandung migas skala raksasa. Sebab, beberapa daerah yang
memiliki karakteristik sama sudah terbukti mengandung migas. Di antaranya,
di wilayah Myanmar, Andaman, serta California, AS.
Meski demikian, BPPT akan tetap membuat perhitungan realistis. Menurut
Yusuf, jika porositas diperkecil menjadi 15 persen, artinya diasumsikan
hanya 15 persen dari volume cekungan yang mengandung migas, angka minimal
cadangannya masih 53,7 miliar barel. "Tetap saja angka itu masih sangat
besar," terangnya.
Penemuan BPPT tersebut mendapat tanggapan positif dari ahli geologi
perminyakan Andang Bachtiar yang kemarin juga hadir di Kantor BPPT.
Chairman
PT Exploration Think Tank Indonesia (ETTI) itu mengatakan, wilayah
perairan
Indonesia memang memiliki banyak cekungan atau basin yang berpotensi
mengandung migas. "Banyak di antaranya yang belum teridentifikasi, "
ujarnya.
Hingga saat ini, kata dia, sudah ada 66 cekungan plus 6 cekungan fore arc
basin yang teridentifikasi berisi minyak. Pada 2003, lanjut dia, Ikatan
Ahli
Geologi Indonesia (IAGI) berhasil mengidentifikasi hipotesis cadangan gas
sebesar 26,7 triliun kaki kubik (TCF) yang tersebar di beberapa wilayah.
"Kebanyakan memang berada di sebelah barat Sumatera," terangnya.
Terkait dengan penemuan BPPT itu, Andang menyatakan masih perlu kajian
lebih
lanjut untuk bisa mendekati hitungan berapa besar cadangan terbuktinya.
Menurut dia, lokasi studi seismik 2D yang dilakukan BPPT dengan interval
jarak 60 km masih terlalu longgar. "Harus lebih rapat lagi, paling tidak
intervalnya 20 km," katanya.
Karena itu, lanjut dia, BPPT harus segera berkoordinasi dengan pemerintah
untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut. Sebab, untuk mengkaji lebih
teliti, dibutuhkan dana cukup besar.Dia menyebut, untuk proses studi
seismik 2D yang lebih rapat, dibutuhkan
dana sekitar USD 7 juta.
Kemudian, untuk mengetahui angka cadangan migas,
perlu dilakukan minimal 14 pengeboran sumur di 14 titik cekungan. Biaya
pengeboran satu sumur, lanjut alumnus Colorado School of Mines, AS, itu,
sekitar USD 30 juta. Dengan demikian, minimal dibutuhkan dana USD 427
juta.
"Itu baru untuk studi eksplorasi. Untuk pengembangan lapangan, jumlahnya
jauh lebih besar," jelasnya.
Andang menambahkan, yang saat ini harus segera dilakukan BPPT dan
pemerintah
adalah koordinasi. Menurut dia, meskipun lapangan migas tersebut paling
cepat baru dapat dikembangkan dalam waktu tujuh tahun ke depan, pemerintah
harus bergerak cepat. "Jangan sampai potensi ini salah urus," tegasnya.
Dia mengatakan, karakter lapangan yang berada di laut dalam (kedalaman
lebih
dari 200 meter) jelas membutuhkan dana besar dan teknologi tinggi yang
belum
tentu dimiliki Pertamina selaku perusahaan nasional. Meski demikian,
lanjut
dia, jangan sampai tersebarnya informasi potensi tersebut justru
dimanfaatkan pihak-pihak yang punya modal besar dan teknologi, yakni
perusahaan asing. "Intinya, pemerintah harus berusaha agar potensi ini
bisa
dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan bangsa," jelasnya.
Terkait dengan hal itu, Kepala BPPT Said Jenie menyatakan sudah melaporkan
penemuan tersebut ke Departemen ESDM. Selain itu, pihaknya sudah
memberikan
tembusan yang ditindaklanjuti Pertamina dengan mengirimkan letter of
intent
kerja sama untuk menindaklanjuti temuan tersebut. "Kami harap semua pihak
terkait bisa cepat merespons temuan ini. Sehingga bisa segera
ditindaklanjuti, " ujarnya.
BPPT juga telah menyiapkan satu kapal riset yang dilengkapi alat khusus
seismik untuk meneliti lebih lanjut dan telah meminta kepada pemerintah
untuk mengamankan daerah perairan barat Aceh tersebut. (owi/kim)
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile. yahoo.com/
;_ylt=Ahu06i62sR 8HDtDypao8Wcj9tA cJ
[Non-text portions of this message have been removed]
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
Moderators:
Budhi Setiawan '91 <[EMAIL PROTECTED]>
Edi Suwandi Utoro '92 <[EMAIL PROTECTED]>
Sandiaji '94 <[EMAIL PROTECTED]>
Wanasherpa '97 <[EMAIL PROTECTED]>
Satya '2000 <[EMAIL PROTECTED]>
Andri'2004 <[EMAIL PROTECTED]>
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format
to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent
Activity
2New Members
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart
Sign up today!
Find great recruits
for your company.
Y! Messenger
Group get-together
Host a free online
conference on IM.
Y! Groups blog
the best source
for the latest
scoop on Groups..
__,_._,___
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
-----Inline Attachment Follows-----
_______________________________________________
Pertemuan Ilmiah Tahunan HAGI ke-33
_______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[EMAIL PROTECTED]
www.hagi.or.id
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs