Pak Awang dan para IAGI netters YTH.,
 
Saya lanjutkan pertanyaan dan diskusi nya ya pak…
 
Di dalam system ‘synrift’ sendiri, saya pernah membaca bahwa pengisian sediment 
ke basin nya terbagi menjadi 3 system , yaitu :
Axial (sejajar/searah dengan ‘strike’ normal fault nya)
Tegak lurus strike dari arah footwall nya
Tegak lurus strike dari arah hangingwall nya
Apakah ada system pengisian lain nya pak…
 
…selain itu dari ketiga cara pengisian basin tersebut, manakah yang paling 
prospektif untuk menjadi reservoir yang bagus, yang mana juga berkaitan dengan 
arah migrasi HC dari source rock nya, kualitas 'seal' nya, geometri reservoir 
nya, dsb.;…
 
Andai kita berharap adanya potensi HC dari 'fracture basement' play, konsep 
atau hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan, selain yang berhubungan dengan 
mekanisme pembentukan basin nya yang berhubungan dengan konfigurasi struktur 
geologi yang ada...
 
Mohon pencerahan nya

Terimakasih
 
 
Best Regards
Sigit Ari Prabowo
 
 
 
 
 
Sigit, berikut jawaban2 saya.
 
1. Kematangan batuan induk dipengaruhi oleh :
-mekanisme pembentukan basin : basin hasil rifting akan punya sejarah dan 
karakter termal yang berlainan dengan basin hasil strike-slip tectonism.
-tipe basin : basin intra-cratonic akan punya sejarah dan karakter termal 
berlainan dengan back-arc dan fore-arc basin.
-letak basin : basin yang dekat dengan subduction zone akan berlainan termalnya 
dengan basin yang terletak di belakang volcanic arc.
-kedalaman basin : basin2 dangkal kebanyakan batuan induknya tidak matang.
-overburden : basin2 yang tipis sedimen burialnya terhadap batuan induk akan 
tidak matang, yang terlalu tebal akan menekan batuan induk masuk ke overmature.
-geometri basin : basin2 yang sempit dan dalam punya disipasi termal yang cepat 
sehingga resultant GG akan kecil/rendah.
-litologi penyusun : variabilitas litologi akan berpengaruh langsung kepada 
variasi konduktivitas termal.
-kandungan material organik : dari kerogen tipe 1 ke -2, lalu  ke- 3 akan 
semakin membutuhkan termal yang makin panas (kerogen tipe 1 paling mudah 
terubah menjadi HC dibandingkan kerogen tipe 3 dengan tingkat panas yang sama).
-tipe basement : basement oceanic punya heat flow yang lebih rendah 
dibandingkan kontinen.
 
Publikasi di atas bagus dipelajari di buku "Basin Analysis" (Allen and Allen, 
1990, dan revisinya- 2003). Buku ini telah merangkum banyak paper tentang 
evolusi termal basin.
 
2. Yang Sigit sebutkan sudah semuanya mewakili untuk teknologi/metode sampai 
saat ini. Parameter mikroskopik meliputi : VR, TAI, SCI, CAI, FAMS, 
fluoroscence. Parameter kimia meliputi CPI, pyrolysis, %wt C dan %wt H. 
Parameter biomarker dengan triterpane, sterane (keduanya fraksi saturat), dan 
phenanthrene (aromatic).
 
3. Default cutt off jelas ada. TOC > 1.5 % punya potensi untuk generasi, HI di 
atas 300 punya potensi bagus untuk generasi, GG di atas 2.5 F/100 ft 
menggambarkan termal yang baik. Ini tidak menunjukkan batuan induk matang atau 
belum matang, tetapi potensi generasi HC-nya. Batuan induk matang atau belum 
matang ditentukan oleh indikator2 pada nomor 2 di atas (misal VR di atas 0.65 
%, Tmax > 435 deg C, dsb.)
 
4. Seperti no 1 di atas itu bisa dilakukan, terutama untuk sejarah termalnya. 
Banyak basin oseanik di Indonesia Timur yang punya GG minimal, di Indonesia 
Barat banyak basin back-arc dan passive margin yang punya GG moderate-high, 
tetapi semua forearc basin-nya umumnya ber GG rendah. Passive margin biasanya 
ada deltanya, nah ini akan menghasilkan TOC yang tinggi karena banyak coal dan 
carbonaceous shales-nya. Basin2 rifting di Indonesia Barat, misal Central 
Sumatra dan Sunda Asri punya lacustrine SR yang HI-nya sampai 600. Kondisi 
tersebut di Indonesia Timur jarang terjadi; tetapi Indonesia Timur punya SR 
berumur Jurassic yang dalam skala global merupakan SR yang paling kaya.
 
5. Jarak migrasi dari syn-rift kitchen ke syn-rift reservoir dengan sistem 
migrasi yang associated (SR dan reservoir seumur) jaraknya akan dekat (<25 km), 
tetapi yang dis-asociated (umur SR lebih tua dari reservoir, misalnya 
reservoirnya post-rift), maka akan butuh sesar penghubung. Berapa jarak 
migrasinya akan bergantung kepada kompleksitas struktur dan berapa seragam 
sealing beds-nya. Sealing bed adalah atap bagi migrasi, semakin tak seragam 
jarak migrasi akan semakin pendek, semakin kompleks struktur semakin pendek 
jarak migrasi. Kasus di Indonesia, jarak 40 km dalam dis-associated bisa 
tercapai pada kasus simple tectonic dan uniform sealing beds yang tersebar 
luas. Orang jarang mengevaluasi sealing beds regional sebagai roof of migration 
pathways, padahal di situlah kunci jarak migrasi.
 
6. Teoretisnya begitu, tetapi praktisnya adalah bahwa oil window 100-150 C, gas 
window 150-190 C, dan overmature window di atas 190 C. Tetapi ini sangat 
bergantung ke banyak hal seperti no 1 di atas, batuan induk dengan tipe kerogen 
no. 1 bisa digenerasi pada temperatur 60 C, tetapi batuan induk dengan tipe 
kerogen no. 3 belum tentu bisa digenerasi sebelum mencapai 120 C. Juga, untuk 
bisa ekspulsi harus ada sekitar 25 % HC di dalam batuan induk yang sudah 
tergenerasi, baru migrasi bisa terjadi.
 
Anomali bisa terjadi, contohnya di Central Sumatera, yang punya GG termasuk 
tertinggi di dunia, yaitu 4.5 C/100 ft (rata2 Indonesia 2.5-2.7 C/100 ft). Nah, 
ia tak perlu mengikuti range di atas; di tempat dangkal generasi bisa terjadi 
sebab termal sudah tercapai.
 
7. Metoda Lopatin (bisa dipelajari di buku Waples-1985 atau coba cari di 
internet) dan restorasi basin dengan flattening bisa dilakukan. Lopatin adalah 
dasar semua software basinmod. Memang agak lama, tetapi cukup ampuh. Flattening 
basin pada umur saat terjadi peak migration, itu akan menunjukkan di mana 
tinggian, di mana rendahan. Migrasi akan terjadi ke arah tinggian.
 
salam,
awang


sigit prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Awang YTH.,
 
Dalam kesempatan ini, saya ingin bertanya tentang batuan induk pak...
 
1. Hal-hal apa saja yang mempengaruhi kematangan batuan induk, selain mekanisme 
pembentukan basin, tipe basin, letak basin, kedalaman basin, overburden, 
geometri basin, litologi penyusun, dan kandungan material organik....?
 
...apakah ada paper tentang pemodelan basin, misal kalo di back arc basin, maka 
biasanya akan mempunyai kedalaman sekian, geometri sekian, litologi penyusun 
terdiri dari batuan x, y, z; kandungan material organik nya misal dari a sampai 
c; dsb.,...?
 
2. Indikator (metoda) apa saja yang penting dalam penentuan kematangan batuan 
induk; selain Mikroskopik optik (sinar transmisi, pantulan vitrinit, 
fluorescens), Pirolisis (Rock eval, Karbon organik), Analisa unsur (C, H. O), 
Komposisi molekuler (Alkana, Sterana, dll.), ...?
 
3. Apakah bisa secara spesifik, dipakai 'default' misal TOC, HI, Gradien 
Geothermal sekian; maka batuan induk sudah matang atau belum matang...?
 
4. Secara simple, bisakah dibedakan basin-basin di wilayah Indonesia Barat, 
dengan di Indonesia Timur; dari segi tipe basin nya, temperature nya, TOC nya, 
HI, Gradien Geothermal nya, dsb....?
 
5. Bila di suatu basin telah 'proven' menjadi batuan induk, dan telah ditemukan 
oil dan gas di daerah tersebut, berapakah jarak terjauh yang pernah diukur dari 
batuan induk tersebut sampai ke reservoar nya, dalam kasus ini adalah 'synrift 
basin'...?
 
6. Saya pernah membaca kalo temperatur oil window adalah 60 s/d 160 deg C 
(140-320 deg F). sedangkan temperature gas window adalah 100 s/d 200 deg C 
(212-392 deg F)...
 
...apakah pernah terjadi 'anomali', maksud saya dengan faktor salah satu nya 
kedalaman basement yang agak dangkal, yang mana suhu tidak mencapai 'range oil 
maupun gas window' tersebut diatas, pernahkah ditemukan di Indonesia, oil dan 
gas yang ter'generate' dan bermigrasi ke reservoar nya, dan menjadi 
discovery...?
 
7.. Bila kita belum punya software pemodelan basin, seperti basinmod, dsb.; 
cara terbaik seperti apakah untuk memodelkan basin, sehingga bisa diketahui 
antara lain mulai waktu Geologi kapankah dan kemanakah arah HC bermigrasi....?
 
 
Demikian dulu pak pertanyaan saya, terimakasih atas jawaban dan diskusi nya
 
 
Best Regards
Sigit Ari Prabowo


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke