snif snif ... hmm ada bau high-politics ! Aku melihat ada "keanehan" pada kasus ini sejak awal. - Mengapa BGR menggandeng BPPT dan LIPI dalam studi "petroleum system" ini ? eh bener looh aku nulis "petroleum system", bukan "tsunami study" looh. Anda pasti tahu mengapa BPPT "deket" dengan Jerman, kaan ?
Mungkin kita hanya terpikir itu studi pasca tsunami Apa iya studinya BGR melulu tsunami ? Hmm look at this : http://www.bgr.bund.de/EN/Themen/GG__Geophysik/Marine__Geophysik/Seismik/Messgebiete/asia.html http://www.bgr.bund.de/cln_006/nn_323774/EN/Themen/GG__Geophysik/Marine__Geophysik/Seismik/Messgebiete/asia.html#anker_so137 Tentunya banyak yang tahu siapa dedengkot Geochemistry riset kan ? Disana ada D. H. Welte, M. A. Yükler, M. Radke, D. Leythaeuser, U. Mann & U. Ritter, mereka semuanya orang Jerman. Jadi menurutku German punya studi khusus yang mungkin saja masih dirahasiakan. Wajar lah yaw. Tetapi tentunya "musuhnya" ngga mau tinggal diam. Dengan "membongkar" program ini di media tentunya akan semakin terkuak potensi HC ForeArc di Indonesia. Konsep pematangan dan pembentukan HC dari proses pemanasan tentunya yang saat ini masih masih diakui. Tetapi proses pembentukan minyak bumi di ForeArc bisa jadi akan ada teori baru.Study BGR utk presentday ForeArc juga tidak hanya di Indonesia. Simak sini http://www.bgr.bund.de/cln_006/nn_336024/EN/Themen/Energie/Projekte/Erdoel/Maran__en.html Jadi mnurutku sah-sah saja kalau BPPT menyebutkan barrel potensinya .... karena ini bukan sekedar studi tempelan akibat tsunami Aceh. Studi itu sudah dilakukan sejak 1998 !!! Jadi secara ilmiah memang bisa saja ada. Hanya kita belum tahu sebagai proven. Kesalahan pensitiran ini juga aneh, kenapa media asing CNNpun salah kutip ? Atau memang diengaja supaya akhirnya semua datanya terbukan ? Nah ini yang menarik !! (out of the box NOT JUST DARCY) Pernahkam terpikir dalam petroleum science adanya quick atau instant fluid migration didalam batuan dibawah sana ? Akibat gempa ? ... Yang kita lihat bersama-sama saat ini dengan kasus Porong menujukkan didepan mata kita adanya proses migrasi fluida dalam jumlah jutaan barrel dalam waktu "kedipan mata geologi" (snap). Kita tahu bahwa sumber air di Lusi bukan hanya sekedar 100 meter dibawah, tetapi ribuan meter !!!. Selama ini model migrasi minyak dan gas selalu masih menggunakan proses mengalirnya fluida dalam pori-pori. Kita tidak pernah memodelkan aliran fluida dibawah melalui sebuah "pipa". Rumusnya tentusaja bukan sekedar rumus Darcy lagi ! Aku yakin dalam waktu dekat akan ada publikasi paper ilmiah dengan teori seperti ini. Dan akan terkenal dengan model "quick fluid migrations". Nah studi-studi yang sering kedengeran aneh-aneh seperti ini relatif lebih sering dimotori oleh ahli-ahli eropa (termasuk/terutama Jerman), bukan ngAmrik. Dan tentusaja dengan "dibukanya" data-data oleh timnya Pak Awang ini maka Jerman sekarang mendapat rival atau mungkin partner dalam menelitinya. Jadi saya masih belum melihat adanya kesalahan BPPT secara ilmiah. Kecuali kesalahan kurang pandai berpolitik kali yaa .. hehehehee. Potensi HC ForeArc masih tersimpan dibawah sana, masih harus digali. Tetapi seperti biasa ... politik antar negara seringkali "menganggu" jalannya penelitian science ataupun riset bisnis. Do you see that ? RDP "Kebanyakan baca teori konspirasinya Tom Clancy" 2008/3/11 Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>: > > Kita sebut saja sebagai "eksplorasi" Cekungan Sibolga. > > Hingar-bingar press release BPPT tentang temuan potensi migas di lepas > pantai sebelah barat Aceh, atau di sekitar Pulau Simeulue, yang diramaikan > dengan berita-berita provokatif dan bombastis di media massa, diskusi di > milis-milis, dan akhirnya luncheon talk yang digagas HAGI dan IAGI, sepi > sudah. > > Sebagai pengamat dan orang yang terlibat langsung baik dalam diskusi di > milis-milis, narasumber untuk luncheon talk, narasumber untuk beberapa > majalah (Tempo dan Globe Asia), serta mengawal dan mengusung issue ini ke > Sekretariat Negara, Ditjen Migas, sampai Presiden; saya dapat mengemukakan > beberapa hal di bawah ini. > > 1. BPPT tidak seharusnya mengeluarkan angka barrel saat press release pada > struktur2 berpotensi perangkap hidrokarbon yang diindentifikasinya > berdasarkan survey geomarin BPPT-BGR. Mengeluarkan angka barrel ini telah > menjadi sumber kesalahpahaman para pekerja media. Volumetrik struktur2 itu > mestinya cukup berakhir dengan m3 atau lebih cocok lagi acre ft seperti yang > berlaku di dunia migas. Barrel adalah satuan fluida, sementara yang > dibicarakan BPPT itu adalah satuan volume yng dipotong ruang pori. > > 2. BPPT tidak seharusnya membandingkan volume yang salah ini dengan > lapangan2 minyak di Arab sebab itu berarti kesalahan dua kali dan fatal. > Kesalahan pertama adalah menggunakan satuan barrel, kesalahan kedua adalah > menggunakan satuan yang salah itu untuk perbandingan dengan volume lapangan2 > di Arab. > > 3. Potensi migas Cekungan Sibolga tetap terbuka untuk dipelajari lebih jauh, > sekalipun cekungan ini sudah dikerjakan dari 40 tahun yang lalu dan telah > ada 24 sumur eksplorasi (saya mengoreksi presentasi saya di luncheon talk > itu yang mengatakan 20 sumur) yang menembusnya dengan kedalaman bervariasi > dari sekitar 6000-11.000 ft dan hanya enam sumur yang menemukan gas biogenik > tidak ekonomis. Beberapa anomali mulai nampak dan perlu diklarifikasi, > dikonfirmasi, bahkan dikejar. > > Sayang, saya tidak melihat HAGI ataupun IAGI mengeluarkan press release > sebenarnya ke media massa seusai luncheon talk itu, BPPT pun tak melakukan > koreksi. Tetapi, komentar saya yang bernada korektif telah dimuat di Majalah > Tempo dan Globe Asia. Meskipun suatu kesalahan, mengoreksinya sebenarnya > adalah bagian dari pendidikan kita semua. Jangan membiarkan kesalahan > didiamkan. > > Issue ini tidak berhenti, yang sepi adalah hingar-bingar pemberitaannya. > Butir no. 3 di atas menjadi awal kita melanjutkan "eksplorasi" Cekungan > Sibolga/Cekungan Meulaboh/Cekungan Simeulue. Dalam rapat terbatas dengan > Presiden SBY, seminggu setelah luncheon talk itu, Pak Presiden meminta agar > sumberdaya nasional dikerahkan untuk mengklarifikasi dan menindaklanjuti > "temuan" BPPT ini. > > Maka, kemarin, 10 Maret 2008, di dalam rapat di DitJen Migas dibentuklah tim > yang tugas utamanya adalah melakukan klarifikasi atau konfirmasi potensi > migas sebenarnya Cekungan Sibolga ini melalui studi. Sesuai arahan Pak > Presiden, maka unsur2 tim ini merupakan institusi2 yang terlibat dalam migas > dan survey geomarin, meliputi : BPPT, DitJen Migas, PusDatin, Lemigas, PPGL, > BPMIGAS, juga didukung organisasi profesi (IAGI,HAGI, IATMI) dan Perguruan > Tinggi. Tim ini rencananya akan dibentuk oleh SK Menteri. Rapat dihadiri > juga oleh Pak Teuku Riefky dari Komisi VII DPR (asal dari Fraksi Partai > Demokrat Aceh) yang tanggapannya positif dan siap memainkan peranannya di > DPR sana. > > Data adalah hal yang utama. Dalam rapat kemarin, saya melihat bahwa semua > data itu telah ada dan cukup lengkap dengan cakupan data yang diambil dari > tahun 1968-2008. Keberadaan data saat ini tersebar di beberapa institusi > (DitJen Migas, Pusdatin, BPPT). Payung hukum penggunaan data lintas > institusi ini akan diatur. Tim sepakat untuk segera memulai studinya agar > "hingar-bingar" tersebut menjadi jelas. Hasil studi akan menentukan > bagaimana Pemerintah Indonesia mengelola kawasan ini. > > Demikian sekedar informasi awal barangkali rekan2 ingin tahu apa yang > terjadi sebagai tindak lanjut "eksplorasi" Cekungan Sibolga. > > Salam, > awang > > ________________________________ > > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. > _______________________________________________ > Pertemuan Ilmiah Tahunan HAGI ke-33 > > "Geohazard : A Challenge for Geophysics" > > 3 - 5 November 2008 > Hotel Preanger Bandung, Jawa Barat > _______________________________________________ > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list. > [EMAIL PROTECTED] > www.hagi.or.id > -- http://tempe.wordpress.com/ No one can monopolize the truth ! -------------------------------------------------------------------------------- PIT IAGI KE-37 (BANDUNG) * acara utama: 27-28 Agustus 2008 * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008 * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008 * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008 * abstrak / makalah dikirimkan ke: www.grdc.esdm.go.id/aplod username: iagi2008 password: masukdanaplod -------------------------------------------------------------------------------- PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011: * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008 * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!! ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

