Hebat juga si Iyung ini , gara gara statmennya bisa "membikin repot" sang
presiden , sehingga sampai mengeluarkan Inpres ( arahannya ). Hikmah dari
hal ini adalah Adanya Koordinasi Penelitian untuk Bid Migas lintas
sektoral.....yg melibatkan unsur Lemb Penelitian Pemerintah , Perguruan
Tinggi sampai Organisasi Profesi.......
Kayaknya kasus ramai ramai ini mirip dg hasil penelitiannya IPB tentang
adanya bakteri pada beberapa susu formula bayi , yg juga bikin "heboh" cuma
masih kalah hebat , tdk sampai Presiden bikin Inpres..
Kalau peneilitan detail ini nanti Tidak Terbukti.... namanya juga Penelitian
..awal.......... Tapi kalau ternyata nanti "impian" ini jadi kenyataan ....
wah jadi semakin berkibar... si Peneliti tsb ,
Mangkanya jadilah peneliti............. ( Biasanya kalau bikin lap
penelitian yg dalam akhir laporanya biasanya si Peneliti menulis "Perlu
diteliti lebih lanjut"..)
ISM
----- Original Message -----
From: "Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, March 10, 2008 9:24 PM
Subject: [iagi-net-l] Tindak Lanjut "Eksplorasi" Cekungan Sibolga
Kita sebut saja sebagai "eksplorasi" Cekungan Sibolga.
Hingar-bingar press release BPPT tentang temuan potensi migas di lepas
pantai sebelah barat Aceh, atau di sekitar Pulau Simeulue, yang diramaikan
dengan berita-berita provokatif dan bombastis di media massa, diskusi di
milis-milis, dan akhirnya luncheon talk yang digagas HAGI dan IAGI, sepi
sudah.
Sebagai pengamat dan orang yang terlibat langsung baik dalam diskusi di
milis-milis, narasumber untuk luncheon talk, narasumber untuk beberapa
majalah (Tempo dan Globe Asia), serta mengawal dan mengusung issue ini ke
Sekretariat Negara, Ditjen Migas, sampai Presiden; saya dapat mengemukakan
beberapa hal di bawah ini.
1. BPPT tidak seharusnya mengeluarkan angka barrel saat press release pada
struktur2 berpotensi perangkap hidrokarbon yang diindentifikasinya
berdasarkan survey geomarin BPPT-BGR. Mengeluarkan angka barrel ini telah
menjadi sumber kesalahpahaman para pekerja media. Volumetrik struktur2 itu
mestinya cukup berakhir dengan m3 atau lebih cocok lagi acre ft seperti yang
berlaku di dunia migas. Barrel adalah satuan fluida, sementara yang
dibicarakan BPPT itu adalah satuan volume yng dipotong ruang pori.
2. BPPT tidak seharusnya membandingkan volume yang salah ini dengan
lapangan2 minyak di Arab sebab itu berarti kesalahan dua kali dan fatal.
Kesalahan pertama adalah menggunakan satuan barrel, kesalahan kedua adalah
menggunakan satuan yang salah itu untuk perbandingan dengan volume lapangan2
di Arab.
3. Potensi migas Cekungan Sibolga tetap terbuka untuk dipelajari lebih
jauh, sekalipun cekungan ini sudah dikerjakan dari 40 tahun yang lalu dan
telah ada 24 sumur eksplorasi (saya mengoreksi presentasi saya di luncheon
talk itu yang mengatakan 20 sumur) yang menembusnya dengan kedalaman
bervariasi dari sekitar 6000-11.000 ft dan hanya enam sumur yang menemukan
gas biogenik tidak ekonomis. Beberapa anomali mulai nampak dan perlu
diklarifikasi, dikonfirmasi, bahkan dikejar.
Sayang, saya tidak melihat HAGI ataupun IAGI mengeluarkan press release
sebenarnya ke media massa seusai luncheon talk itu, BPPT pun tak melakukan
koreksi. Tetapi, komentar saya yang bernada korektif telah dimuat di Majalah
Tempo dan Globe Asia. Meskipun suatu kesalahan, mengoreksinya sebenarnya
adalah bagian dari pendidikan kita semua. Jangan membiarkan kesalahan
didiamkan.
Issue ini tidak berhenti, yang sepi adalah hingar-bingar pemberitaannya.
Butir no. 3 di atas menjadi awal kita melanjutkan "eksplorasi" Cekungan
Sibolga/Cekungan Meulaboh/Cekungan Simeulue. Dalam rapat terbatas dengan
Presiden SBY, seminggu setelah luncheon talk itu, Pak Presiden meminta agar
sumberdaya nasional dikerahkan untuk mengklarifikasi dan menindaklanjuti
"temuan" BPPT ini.
Maka, kemarin, 10 Maret 2008, di dalam rapat di DitJen Migas dibentuklah tim
yang tugas utamanya adalah melakukan klarifikasi atau konfirmasi potensi
migas sebenarnya Cekungan Sibolga ini melalui studi. Sesuai arahan Pak
Presiden, maka unsur2 tim ini merupakan institusi2 yang terlibat dalam migas
dan survey geomarin, meliputi : BPPT, DitJen Migas, PusDatin, Lemigas, PPGL,
BPMIGAS, juga didukung organisasi profesi (IAGI,HAGI, IATMI) dan Perguruan
Tinggi. Tim ini rencananya akan dibentuk oleh SK Menteri. Rapat dihadiri
juga oleh Pak Teuku Riefky dari Komisi VII DPR (asal dari Fraksi Partai
Demokrat Aceh) yang tanggapannya positif dan siap memainkan peranannya di
DPR sana.
Data adalah hal yang utama. Dalam rapat kemarin, saya melihat bahwa semua
data itu telah ada dan cukup lengkap dengan cakupan data yang diambil dari
tahun 1968-2008. Keberadaan data saat ini tersebar di beberapa institusi
(DitJen Migas, Pusdatin, BPPT). Payung hukum penggunaan data lintas
institusi ini akan diatur. Tim sepakat untuk segera memulai studinya agar
"hingar-bingar" tersebut menjadi jelas. Hasil studi akan menentukan
bagaimana Pemerintah Indonesia mengelola kawasan ini.
Demikian sekedar informasi awal barangkali rekan2 ingin tahu apa yang
terjadi sebagai tindak lanjut "eksplorasi" Cekungan Sibolga.
Salam,
awang
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------