Sebagai pembayar utang janji mendongeng tentang Pertamina (Indonesian NOC) saya mendongeng ttg mungkin perlunya Indoneisa memiliki Pertamina-pertamina baru untuk memperkuat ketahanan (upstream) energi nasional. Silahkan klik http://rovicky.wordpress.com
Hef e nais whik en Rdp On 3/12/08, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dongeng Geologi - Sepintas mengenal IOC - International Oil Corporation - > Tabel dan gambar ada di : > http://rovicky.wordpress.com/2008/03/12/mengenal-ioc/ > > Sebelum melanjutkan dongengan ke Pertamina kita tengok dahulu beberapa > IOC atau International Oil Corporation. Perusahaan-perusahaan ini > memang bener-bener perusahaan yang mengusai dunia minyak diawal > eksplorasi minyak bumi di mulai. Tentunya saya tidak bercerita > bagaimana Rockefeller dan Zijlker. > > Kali ini akan didongengkan munculnya perusahaan-perusahaan raksasa saat ini. > > The BIG five. > > Saat ini sering disebut-sebut the BIG five, yaitu lima perusahaan > migas terbesar didunia. Terbesar dalam arti jumlah migas yang > dikuasainya. Tentunya masih ingat bahwa jumlah minyak yang dikuasi IOC > ini hanya sekitar 20% saja dari reserves dunia. Baca tulisan > sebelumnya Pergeseran peran NOC (National Oil Corporation) dalam > kancah global energi. > http://rovicky.wordpress.com/2008/03/09/pergeseran-peran-noc/ > > Reserves atau cadangan minyak yang dimiliki oleh the BIG five ada > ditabel sebelah ini. Kelima perusahaan ini tentunya banyak yang dengan > nama-nama baru karena sisa-sisa merger atau penggabungan. Misal > ExxonMobil dan ConocoPhillips, mereka itu hasil merger dari perusahaan > yang lebih kecil sebelumnya. Dua perusahaan lain ditampilkan disitu > karena jumlah cadangannya masih deket angkanya. > > Coba tengok profit atau keuntungan yang mereka peroleh. > > > :( "Pakdhe, itu duwik semua ya ? Kalau dirupiahkan trus angkanya > sampai berapa dijit ya Pakdhe. Wah kalkulatornya dah ngga muat nih, > Pakdhe" > :D "Lah kalkulatormu kalkulator sayur, Thole ! isane cuman dipakai > buat ngitung jatah beras dua kilo saja" :P > > Dengan angka segitu tentusaja NOC banyak yang ngiler. Dan beberapa > negara menasionalisasi industri migasnya. > > Sedangkan cadangan 10 perusahaan Amerika lainnya dan cadangannya dalam > juta barrels, sebagai berikut (sepertinya ini data tahun 2006): > Occidental Petroleum Corporation (2,234) > Anadarko Petroleum Corporation (1,264) > Apache Corporation (1,061) > Hess Corporation (932) > Devon Energy Corporation (708) > Marathon Oil Company (677) > Pioneer Natural Resources (417) > Plains Exploration & Production (333) > Noble Energy (296) > Dominion (232) > Anggaran belanja eksplorasi dan perolehannya. > > Sebelum geram melihat keuntungannya, coba dilihat juga seberapa besar > biaya yang mereka keluarkan. Grafis disebelah ini memperlihatkan uang > yang dibelanjakan untuk eksplorasi. Mungkin kamu notis adanya > penurunan dalam jumlah besar sekitar tahun 1998. Ya, tahun itu > merupakan tahun krisis ekonomi di saentero jagad. Tidak hanya di Asia > dan Indonesia saja, kan ? > > Terlihat pada tahun 2004 perusahaan kecil lebih dulu aggresif untuk > melakukan eksplorasi lagi, dan diikuti perusahaan lainnya. > > Dibawah ini kita lihat Replace Replacement Ratio R/R. Ada yang menarik > ? Yap, ada yang menarik untuk ditanyakan, "Kenapa pada tahun 2000 pas > harga minyak turun sangat rendah kok R/R nya tinggi ?" Pada saat harga > rendah, seringkali juga diikuti biaya eksplorasi yang rendah. Sehingga > perusahaan kecil-kecil inilah yang lebih "berani" melakukan > eksplorasi. DAn hasilnya cukup lumayan, kan? Mereka mampu meningkatkan > cadangannya hingga 2-3 kali lipat. Hasil dari eksplorasi di tahun 2004 > ini menunjukkan peningkatan (R/R) ini artinya mulai ada penemuan > cadangan baru menggantikan cadangan yang diproduksi. > > Mengapa pada tahun 2001-2002 tidak banyak perolehan. Malah R/R-nya > juga anjlok. Apa yang terjadi ? Jawabnya ada dibawah nanti ya ? > > > :( "Wah Pakdhe jangan bikin penasaran, tapi ditulis sekarang kan Pakdhe ?" > :D "Maksudte Pakdhe bukan menjadikan penasaran, tetapi kalau mau > belajar itu mesti pelan-pelan Thole. Kalau makan yang bagus itu ya > dikunyak-kunyah dulu. Jangan langsung ditelan. Nanti tersedak" > > Produksi dari the BIG five sepertinya tidak banyak berubah dari tahun > ketahun. Mereka memproduksi minyaknya sekitar 10 juta barrel perhari. > Sedangkan perusahaan yang lebih kecil-kecil ini lebih banyak > meningkatkan produksi 20-30 % selama 12 tahun (1995-2006). > > Merger (bergabung) dan caplok-caplokan (akuisisi) > > Dimana sekarang ARCO, Unocal, dan juga beberapa nama perusahaan yang > cukup terkenal sebelumnya ? Tentunya bagi yang di Jakarta dulu pernah > tahu ada perusahaan bernama ARCO, juga ada Texaco dan banyak lagi. > Kemana mereka ? > > Dibawah ini akan terpampang bagaimana perusahaan-perusahaan IOC itu > saling bergabung bergandengan, ada yang dicaplok, ada yang ditelen > bulet-bulet, ada yang dikunyah dulu dan ada yang berganti pemilik. > > Caplok-caplokan ini banyak terjadi pasca krisis ekonomi di akhir abad > 20, menjelang abad 21. > > Devon > > Tidak begitu dikenal di Indonesia sebelumnya, Santa Fe justru pernah > beroperasi (eksplorasi di Indonesia) perusahaan ini sibuk merger sejak > awal abad 21 ini. Caplok-caplokan ini berakhir pada tahun 2003 dengan > dimenangkan oleh Devon ! > > BP (Beyond Petroleum) > > Mungkin anda dahulu mengenal nama BP sebagai British Petroleum sebuah > perusahaan NOC-nya Inggris. Tetapi ketika merger dengan SOHIO pada > waktu awalnya, sudah menjadi BP-America. Ya,menjadi perusahaan > Amerika. BP saat ini listed di beberapa bursa saham (London, NewYork, > dan Toronto). Anda kenal Standard oil ? Nah BP ini merupakan anak > cucu cicitt keturunannya. > > ConocoPhillips > > Dulu mungkin banyak yang mengenal nama perusahaan bernama Asamera yang > berkantor di gedung kehutanan Gatsu. Perusahaan ini pada akhir 90-an > dibeli oleh Gulf Canada Resources yang kemudiah dibeli Conoco. > Kemudian Conoco merger dengan Phillips yang saat ini masih dikenal > dengan nama Conoco-Phillips. > > Amerada-HESS > > Nah ini tempat Pakdhe nyangkul :) . Amerada ini konon singkatan dari > AmericanCanada yang setelah merger di tahun 1968 dengan HESS menjadi > AmeradaHESS. Tahun 2001 Amerada HESS membeli Triton Energy, dan > kemudian sejak May 2006, namanya menjadi HESS saja. > > Exxon-Mobil > > Wah ini perusahaan terbesar saat ini dengan mengantongi resource lebih > dari 10 bilyun Barrel minyak. Sebagai gambarn cadangan migas Indonesia > ditahun 2006 hanya sekitar 4-5 bilyun barrel, atau sekitar setengah > dari cadangan Exxon-Mobil. > > Elpaso > > Perusahaan ini tidak begitu dikenal di Indonesia > > Anadarko > > Perusahaan baru masuk Indonesia pada tahun 2000-an. Sebelumnya > Anadarko hanya beroprasi di Amerika dan sekitarnya. Perusahaan ini > mengantongi cadangan 1.3 bilyun barrel minyak. > > Perusahaan-perusahaan disebelah kiri ini tidak banyak dikenal di > Indonesia, mungkin kecuali Occidental yang saat ini juga sudah > melakukan kegiatan eksplorasi di Indonesia. > Mengapa merger ? > > Perusahaan-perusahaan ini hampir semua melakukan merger (penggabungan) > pada tahun 2001-2002. Tahun-tahun ini lah merupakan tahun sibuk > caplok-caplokan dan dan gandengan. Mereka banyak melakukan merger > dengan "alasan" klasik yaitu efisiensi. Biasanya ketika dua perusahaan > bergabung maka akan ada pengurangan pegawai. Hal itu juga terjadi di > Indonesia. Banyak perusahaan melakukan MAT (mutual Agreemant > Termination) atau keluar dengan pesangon. > > Dan mulai saat itulah banyak pekerja-pekerja Indonesia hengkang ke LN. > > :( "Pakdhe keluar dari Indonesia tahun barapa ?" > :D "Tahun 2001, Thole. Kenapa ?" > :( "Pakdhe juga dapet pesangon ?" > :D "Wah enggak thole. Pakdhe waktu itu keluar tidak dengan pesangon. > Tetapi trus kerja sebagai konsultan Brunei Shell Petroleum" > > Jadi menjawab pertanyaan diatas mengapa tahun-tahun ini tidak > banyakcadangan baru yang diketemukan. Pada tahun ini juga harga minyak > sangat berfluktuasi disekitar 20-30 USD/bbl. Bandingkan dengan saat > ini. Kalau anda jeli memperhatikan harga minyak, maka terlihat bahwa > harga minyak itu terus melaju naik sejak tahun 2002-2003 hingga saat > ini. Kalau menghubungkan dengan perilaku caplok-caplokan dan merger > diatas tentunya harga yang tinggi ini akan "menutup" biaya-biaya yang > dipakai ketika terjadi penggabungan perusahaan. > > Akibat dari alasan "efisiensi" ini salah satunya adalah lay off atau > PHK. Sehingga pada tahun itu sangat sedikit yang berminat untuk > bekerja di Perminyakan, juga banyak yang pensiun dini. Dampak > selanjutnya adalah kekurangan tenaga kerja yang dirasakan sangat > mengangganggu jalannya operasi serta kegiatan industri migas pada > beberapa tahun terakhir ini. > > Nah sekarang kita tahu bahwa IOC melakukan reformasi besar-besaran > awal abd 21 ini. Demikian juga di Indonesia dengan Pertamina. Tapi > dongengannya diterusin besok untuk yang satu ini ! :) > > :( "Halllah !!!" :( > > Sumber bacaan dan gambar : > - "Genealogy of Major U.S. Oil and Gas Producers." 1/18/2007. Energy > Information Administration. www.eia.gov > - "THE INTERNATIONAL OIL COMPANIES" by Amy Myer Jaffe, Wallace S > Wilson, Rice Univ. NOV 2007. > - http://www.armsdeal-vpo.co.za/ > -- http://tempe.wordpress.com/ No one can monopolize the truth ! -------------------------------------------------------------------------------- PIT IAGI KE-37 (BANDUNG) * acara utama: 27-28 Agustus 2008 * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008 * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008 * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008 * abstrak / makalah dikirimkan ke: www.grdc.esdm.go.id/aplod username: iagi2008 password: masukdanaplod -------------------------------------------------------------------------------- PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011: * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008 * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!! ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

