Ketika anak lain mainan *panjat* pohon, dia diajak *nyari
minyak*<http://rovicky.wordpress.com/2008/04/03/impian-anak/> 3
April 2008 at 6:38 pm | In Dongeng
Geologi<http://id.wordpress.com/tag/dongeng-geologi/>,
Energi <http://id.wordpress.com/tag/energi/>,
RuPa-RupI<http://id.wordpress.com/tag/rupa-rupi/>
<http://rovicky.wordpress.com/wp-admin/post.php?action=edit&post=1328>

Itu adalah gambaran John Hess anaknya Leon Hess yang menjadi CEO pemilik
perusahaan HESS Corporation <http://www.hess.com/index2.aspx>.

Dia jugalah mengatakan di *Newsweek bulan Maret
2008<http://www.newsweek.com/id/123482>
*, *"Even at $100 a barrel, oil is still cheaper than a Starbucks latte*" -
*"Walaupun harga minyak mencapai 100US$/barrel, itu masih lebih murah dari
Starbuck ! "*

Pandangan tentang energi masa depan ini mengisyaratkan bahwa industri migas
masih dan mungkin malah semakin diperlukan karena "ketergantungan" manusia
terhadap migas sebagai penyedia energi primer.

* [image: :(] "Wah Pakde ngrasani bos besarnya nih ?"
[image: :D] "Bukan soal minyak Thole, tetapi soal bagaimana memberikan
impian pada anak-anak kita, ini perlu looh"
(kita ? loe aja kali gwe enggak .. *:p *upst )
*

*Dirimu adalah impianmu sendiri.*

Gambaran yang terekam di otak seseorang semasa kecil seorang CEO perusahaan
perminyakan ini mengantarkan dirinya menduduki kursi CEO. Impian ini tentu
tidak pernah lepas dari apa yang dilihat dan apa yang dialami semasa
kecilnya. Impian itu selalu ada dan selalu tertanam sebagai sebuah "*titik
tujuan*" kemanapun dia akan melangkah. Pada usia senja atau usia matang
diatas 40 tahun, tidak jarang seseorang akan menjadi teringat atau justru
tersadarkan bahwa apa yang sudah dicapainya atau posisinya pada saat itu
adalah impiannya waktu kecil. Atau bahkan cita-citanya sewaktu masih TK-SD
dahulu.
 Berpikir besar sejak kecil

*"If you're going to be thinking anyway, you might as well think big.**" Donal
Trump *

Mengajak anak menonton pertandingan sepakbola tingkat dunia akan membuat si
anak beripikir tingkat dunia. Menemani anak menonton balap Formula-1 akan
menanamkan benih impian kejuaraan dunia. Aku jadi ingat dulu di akhir 70-an
setiap ada berita hasil balap Formula-1 di koran Kedaulatan Rakyat yang
hanya gambar buremnya saja selalu saja bapakku nunjukin ke aku. Juga ketika
ada kejuaran dunia di televisi selalu saja ditemani menonton. Sampai-sampai
dulu ada pembalap yang selalu terngiang namanya misalnya Emerson Fittipaldi
dan juga Niki Lauda. Nah, tahun lalupun aku mencoba mengajak kedua anakku
melihat balap Formula-1 di Sepang. Ini termasuk usaha untuk memberikan
gambaran bagaimana sebuah kejuaraan tingkat dunia itu diselenggarakan.
Bagaimana penyelenggaraan yang sangat professional, dengan segala macam
aspeknya. Juga bagaimana juara-juara dunia itu berlaga.

* [image: :(] "Tapi kenapa Pakdhe ngga jadi pembalap ?"
[image: :D] "Karena lihat lombanya berpindah-pindah negara, dibenakku justru
menjadi orang keliling-keliling dunia itu yang kepikiran" *

Bahkan aku pernah mengajak anak-anakku menonton sebuah Band Rock tingkat
dunia di Singapore silahkan baca ini Rock is my
world.<http://rovicky.wordpress.com/2006/01/28/rock-is-my-world/>Group
Band Dream Theater kegemaranku ini bukan sembarangan, kalau diamati
emang musik rock yang teatrikal bangget. Akhirnya memang kedua anakku
menjadi penggemar musik dan pemain musik. Bahkan semua jenis alat musik ada
dirumah ini. Mulai dari Drum, Gitar, Bass dan keyboard Fantom-8 pun
tersedia. Tidak hanya disitu saja, setelah dikasi modal
*Digi002<http://www.digidesign.com/index.cfm?langid=100&navid=31&itemid=4895>
* sudah bisa buat lagu sendiri, main sendiri mulai dari gitar, drum, kibod,
sampai nyanyi sendiri. Kalau mau mendengarkan karya pertama anakku 3 tahun
lalu ketika abis lulus SMA, coba dengerin silahkan klik *
this-place-mixdown.mp3<http://rovicky.files.wordpress.com/2008/04/this-place-mixdown.mp3>
*
<http://images.rovicky.multiply.com/song/1/2/full/U2FsdGVkX1.CE26TNQuU3loDOXf.IJjqI-Eyhd7WUN6kwHBQYjMZhA==/Trying%20hard%20-%20Irsha%20Primanda.mp3?nmid=5069131>

Tidak harus membayar mahal dalam memberikan impian kepada anak-anak ini.
Kalau anda memang tidak bisa menonton balapan Formula-1 di Sepang ya sudah
ajak saja atau temani saja ketika ada acara balap mobil ini di televisi.
Tetapi jangan ajak anak anda untuk menonton balapan motor kebut-kebutan
malam hari di jalan raya. Selain membahayakan, akibatnya adalah menanamkan
impian si anak juga hanya setingkat itu juga nantinya.

Demikian juga kalau bermain bola, boleh saja anak-anak bermain bola di
lapangan depan rumah, walupun becek. Tetapi ajaklah dan temanilah dia untuk
juga menonton kejuaraan dunia sepakbola.
Mengapa HESS ?

HESS merupakan salah satu perusahaan migas dunia yang dimiliki oleh
seseorang atau paling tidak nama perusahaan adalah nama pemiliknya. Selain
HESS tentunya ada yang pernah mendengar nama Murphy-Oil (miliknya keluarga
Murphy), dahulu ada juga Huffco (miliknya keluarga Huffington). Nah mereka
itu perusahaan-perusahaan ini dibangun oleh individu yang memiliki jiwa
entrepreneur sangat tinggi.

[image: 
fortune500-2007.jpg]<http://rovicky.files.wordpress.com/2008/03/fortune500-2007.jpg>

John Hess bukanlah yang mendirikan perusahaan HESS ini tetapi Leon HESS,
bapaknya lah, yang mendirikan. Namun sang bapak ini mengarahkan impiannya
sejak dini, sejak John Hess masih kecil supaya mampu melanjutkan perjalanan
usaha bisnis yang diajarkan sang bapak. Pada usianya yang masih 7 tahun,
John HESS diajak bapaknya ikutan mengerjakan survey mencari minyak ketempat
terpencil.

Dengan ajaran dini inilah maka John HESS mampu membawa perusahaan ini
menjadi sebuah perusahaan migas yang masuk golongan yang terbesar yang masih
menggunakan nama pemiliknya. Lihat grafik diatas yang menunjukkan bahwa HESS
mampu menduduki rangking 24 menurut Fortune 500.

Berbeda dengan Roy Huffington yang mendirikan Huffco karena dia seorang
Doktor Geoscientist yang gemar akan eksplorasi, tetapi mungkin tidak
mengajarkan ke anaknya seperti Leon HESS. Ketika Roy Huffington sudah
mengundurkan diri sebagai CEO dari usaha migasnya maka perusahaan Huffco-pun
juga hilang dari usaha migas saat ini.

Perusahaan lain yang menggunakan nama pemilik sebagai nama perusahaannya
adalah Murphy Oil. Perusahaan ini juga cukup besar di Malaysia, bahkan
mungkin terbesar saat ini, karena produksinya di deep water Sabah yang
merupakan lapangan migas pertama di Malaysia yang diproduksi dari laut
dalam. Namun Murphy oil ini tidak dipimpin oleh keluarga Murphy. Walaupun
salah satu keluarga Murphy masih memegang salah satu pimpinan
tertinggi di Murphy
oil <http://www.murphyoilcorp.com/ir/board.aspx>.

* [image: :(] "Looh Pakdhe sebelumnya bekerja di Murphy oil juga kan ?.
Memangnya Pakdhe mau membuat perusahaan minyak juga ya ?"
[image: :D] "Amien !!" [image: :P] *

Jangan lupa berpikirlah BESAR sewaktu masih kecil.

sumber referensi

   - Newsweek http://www.newsweek.com/id/123482
   - Mengenal IOC-International Oil Company
   http://rovicky.wordpress.com/2008/03/12/mengenal-ioc/
   - http://en.wikipedia.org/wiki/Roy_M._Huffington
   - http://en.wikipedia.org/wiki/Hess_Corporation

Kirim email ke