Mas Miko

Sayang ya , ndak ada foto ibunya .

Si
Abah

__________________________________________________________________
> 

Rekan-rekan yang budiman,
> 
> Kemaren
pagi, Senen 7 April 2008, seorang wanita muda dengan busana
>
menarik bersama anak perempuannya berumur 5 tahunan singgah ke Kedai Bu
Ai
> di Jl. Pajajaran Bandung. Dia yang mengaku dari Garut
mengutarakan niatnya
> untuk memesan rujak cingur dalam jumlah
lumayan . Karena dik Ai sedang
> bepergian maka petugas kedai
memintanya untuk kembali sore hari.
> 
> Sekitar jam
16.00, wanita tersebut benar-benar kembali. Konon dia mau
>
memesan 200 bungkus rujak cingur yang katanya untuk melengkapi konsumsi
> selamatan pindah rumah dari Garut ke Bandung . Pelaksanaannya pada
hari
> Kamis  10 April 2008. Sementara dia berdiskusi dengan dik
Ai, anaknya
> berkeliling sendirian di show room batumulia,
menyentuh koleksi batumulia
> ukuran besar dan sekali-sekali
membuka etalase yang tidak terkunci.
> 
> Anak kecil yang
sangat lucu itu yang memakai gelang batu dewasa ( diambil
>
sendiri dari etalase dan dihadiahkan langsung oleh dik Ai ) akhirnya
masuk
> ke ruang kerja saya yang memang tidak tertutup. Saat itu
saya sedang
> meeting dengan seorang staf. Hati saya langsung
terpikat pada anak yang
> begitu aktif tersebut. Ketika saya
tanyakan apakah dia laki-laki atau
> cewek, dengan tegas dia
menjawab :
> 
>  - Cewek atuuh, masak  laki-laki !
> + Namamu siapa ?
>  - Aplil !
> + April atau Aplil
?
>  - Aaaplirr !
> + April punya saudara ?
>  -
Ada , adik Aplir satu dan kakak dua !
> + Umur April berapa ?
>  - Lima tahun !
> 
> April kemudian berceloteh
sendiri sambil berputar-putar di sekitar meja
> kerja saya :
> 
>  - Kasihan deeh mamah Aplir, dompetnya tadi dicopet !
> + Dicopet dimana ?
>  - Di angkot, uangnya hilang !
> + Berapa uangnya ?
>  - Dua juta ! HP nya juga hilang. Uang
jajan Aplir, lima ribu, dikasiin ke
> mamah untuk
>   
ongkos angkot ! Kasihan deeh mamah !
> 
> Rekan-rekan yang
budiman,
> 
> Mendengar cerita yang begitu polos dan
mengharukan tersebut saya langsung
> menemui ibunya untuk
menyampaikan rasa simpati. Ibu muda yang
> berpenampilan menarik
itu bercerita bahwa dia isteri Pak  Syamsudin,
> Polres Garut,
yang pindah ke Polres Soreang. Kebetulan hari Kamis nanti
> akan
mengadakan selamatan pindahan di Jl. Arjuna 130 Bandung. Ide memesan
> rujak cingur sebagai bentuk nostalgia karena ketika dia tinggal
di
> Semarang bersama orang tuanya yang Kapolres di Semarang, ada
warung rujak
> cingur yang sering dia beli. Dia masih ingat ukuran
cobeknya yang sangat
> besar. Selain dari itu dia bingung memilih
menu karena yang ada selama ini
> sudah umum sehingga pilihannya
jatuh ke rujak cingur.
> 
> Mengenai anaknya April, si ibu
bercerita bahwa beberapa hari yang lalu,
> perhiasan April
dipreteli oleh pembantunya yang orang Tasik. Kata dia 
> masih
untung karena April selamat dan tidak cedera. Usai mendengarkan
>
cerita si ibu, saya kemudian pamit kembali ke kamar kerja.
> 
> Rekan-rekan yang budiman,
> 
> Tak berapa lama
kemudian April dipanggil karena ibunya sudah pamitan.
> Sebelum
meninggalkan kamar kerja, April saya bekali  uang sekedarnya. Saya
> kemudian menemui dik Ai untuk menanyakan perihal pesanan rujak
cingur. Di
> luar perkiraan saya, dik Ai ternyata sedikit muram
karena curiga bahwa
> cerita si ibu muda itu tidak benar. Alasan
yang dikemukakan oleh dik Ai
> karena nomer telpon Garut yang
diberikan oleh si ibu tersebut ternyata
> tidak menyahut, dan
rumah di Jl. Arjuna 130 Bandung mungkin bohongan.
> Kecurigaan dik
Ai diperkuat karena tanpa sepengatuhannya, si ibu ternyata
>
meminjam uang cukup besar  ke  penanggung jawab Kedai Bu Ai.
> 
> Cerita selanjutnya tentulah sudah bisa ditebak. Ketika pagi ini
staf saya
> mengecek ke Jl. Arjuna, ternyata  nomer rumah yang ada
di jalan tersebut
> hanya sampai di angka 98 ( tidak 130 ), dan
sampai siang ini si ibu muda
> dan anaknya yang lucu April tidak
memenuhi janjinya untuk memberikan uang
> muka pemesanan 200
bungkus rujak cingur.  Saya hanya bisa menghibur dik Ai
> dengan
memberikan informasi bahwa jumlah uang yang diberikan kepada si ibu
> pemesan rujak cingur lebih kurang seimbang dengan jumlah zakat yang
harus
> dikeluarkan atas penjualan batumulia yang sejak beberapa
hari terakhir 
> kebetulan hasilnya lumayan.
> 
>
Semoga Allah SWT segera memberikan petunjuk dan jalan kebenaran kepada
ibu
> " Syamsudin " dan si kecil April  terpelihara dari
pengaruh ibunya yang
> kalau diteruskan pasti akan
menjerumuskannya ke lembah yang lebih dalam di
> kelak kemudian
hari, Amiin.
> 
> Salam prihatin,
> Miko
>

> KETERANGAN GAMBAR :
> Si April kecil yang begitu lucu,
menggemaskan, dan cerdas. Walaupun
> umurnya baru 5 tahunan,
tetapi isi kata-kata yang keluar dari mulutnya
> begitu lancar dan
polos sehingga mampu menghipnotis yang mendengarkannya (
> padahal
saya orang Madure tak iye !!! ). Foto diambil di show-room Pusat
>
Promosi Batumulia Pajajaran, Bandung. Batumulia yang diduduki April
adalah
> Silicified Chrysocolla ( copper oxide ) dari Bungbulang,
Garut, yang
> berupa  fosil kayu dalam  Formasi Andesit Tua
berumur Oligo-Miosen atau
> sekitar 25 juta tahun .
> 
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke