Aku menuliskan uraian "mengintip BBB dari jauh" awal pekan lalu.
Grafis lengkapnya disini :
http://rovicky.wordpress.com/2008/05/01/penasaran-blue-energi/
rdp
"Blue Energi", itu Create value ?
1 Mei 2008 at 4:58 pm | In Dongeng Geologi |
Ntah kenapa beberapa mailist yang aku ikuti tiba-tiba membicarakan
masalah energi biru ini. Dan hampir semua dengan kepenasarannya sambil
ngucek-ngucek mata kagak percaya.
Ada satu kalimat kunci yang harus dimengerti adalah bahwa yang namanya
"create value" atau "create money" itu tidak selalu berarti "create
energy". Hampir semua yang mangatakan Blue Energy itu kemungkinan hoax
adalah karena menggunakan ilmu fisika tetapi bukan ilmu ekonomi. Jelas
berpikir riset ilmiah akan berbeda dengan berpikir bisnis.
Dibawah sana saya coba menjelaskan bagaimana bisnis blue energi ini
tidak harus mengikuti hukum "fisika ansich" dalam arti menciptakan
energi.
:( "Lah hiya mbok ya Pakdhe itu jadi bisnisman saja. Kalau nyetak
duik itu termasuk bisnis ngga, Pakdhe ?" : LMAO.gif
Bisnis produksi itu tergantung dari harga dasar dari bahan yang akan
menjadi hasil produksinya.
Bisnis Blue energy
Gambaran dibawah ini memperlihatkan bagaimana proses pembuatan blue
energy. Aku sendiri belum menyaksikan dengan kepala sendiri. Tetapi
dari hasil ngobrol dengan pelakunya, secara mudah dapat digambarkan
seperti dibawah ini. Kalau ingin detail teoritisnya silahkan tengok
dongengan awal tentang Blue Energi ini sebelumnya.
Intinya hanya mereaksikan Hidrogen dengan Carbon.
Sepintas silahkan lihat grafik disebelah ini. Hidrogen diperoleh
dengan pemecahan air atau dikenal dengan water-splitting. Ini dapat
dilihat di tulisan tentang blue energi sebelumnya klik disini.
Prosesnya sederhana tetapi memang masih merupakan proses endoterm atau
sebuah proses yang memerlukan energi. Tentusaja ada ongkos untuk
melakukan water splitting ini. Tetapi berapa ongkos bahannya (harga
air) ?. Saya anggap zero jika anda mengambil air sungai. Atau paling
tidak hanya proses menimba air saja. Tentusaja akan memerlukan truk
tangki kalau saja air ini diambil dari tempat yang jauh. Untuk
sementara harga air ini ditiadakan.
Demikian juga dengan karbon (C). Kalau C-nya dapat diperoleh dengan
mudah dan murah (misalnya dari asap) tentusaja harganya zero. Bahkan
selama ini Carbon emisi dianggap sampah. Dalam hal ini justru C-nya
ditampung. Lah kalau mau menampung sampah mestinya yang punya sampah
yang membayar, kaaan ? Seperti juga kalau misalnya menggunakan air
formasi dari sisa produksi sumur minyak. Mestinya perusahaan minyak
berterimakasih dan membayar handling cost :)
Nah proses pemasakan Hydrogen + Carbon ini juga proses endoterm.
Tetapi jelas angkanya akan ada (tidak nol) dan mungkin signifikan.
Tetapi kalau anda bayangkan harga minyak saat ini yang sudah menyundul
angka 120US$/barrel ? Maka tentusaja dari sisi bisnis masih mungkin
akan menguntungkan bukaan ?
:( "Pakdhe, emang energinya darimana dulu, apakah energinya juga gratis ?"
Disitulah kuncinya. Kalau saja mampu mendapatkan energi yang murah
dalam menyediakan energi listriuk untuk proses water splitting dan
pemasakan ini. Tentusaja nilai keekonomian keseluruhan proyek ini ada
disitu. Jadi tidak ada hukum fisika yang dilanggar, bahkan semuanya
mudah. Dengan pemikiran inilah bisa terjadi "create value", bukan
"create energy" dalam fisika ! :D
Konon dengan mesin diesel pembangkit yang hemat solarnya ("mungkin"
dicampur air), maka ongkos penyelenggaraan listrik menjadi lebih
murah. Mesti mau buru-buru bilang mesinnya jadi cepet rusak … ya, kaan
? Nah asalkan segalanya sudah dihitung tentusaja ini bukan masalah
utama. Boleh saja usia mesin menjadi setengahnya, tetapi kalau jangka
operasi mesin 10 tahun tentusaja biaya bahan bakar yang mahal akan
menutup biaya (harga) mesin.
pssst aku bisikin ya gini katanya "Team Blue Energy sudah berhasil
membuat (merekayasa atau ngulik, red) generator 50 KVA yang kalau
dipakai max capasity cuma butuh 4 liter perjam. Jadi 1 kwh = 4/50 =
0.08 liter. Sekarang generator tersebut kami pakai untuk aktivitas
membangun di CFEWS (ngelas tanki, gelas kilang dll)"
Pssst Note : sakjane ya efisiensi sumber energi ini yang "kalau
emang beneran" terlaksana, brarti sudah menjadi penghematan yang ruarr
biasa.
Bisnis eksplorasi-produksi migas
Sebagai pembanding saya membuat sederhana bagaimana create value dalam
bisnis migas seperti dibawah ini. Tentusaja ini penyederhanaan supaya
bisa diperbandingkan dengan diatas.
Dalam bisnis migas, semua ongkos yang dihitung hanyalah ongkos untuk
menemukan (exploration/finding) dan ongkos memproduksi
(lifting/production) . Tentusaja disini perlu energi. Namun sering
terjadi juga menggunakan gas yang diproduksi untuk menggerakkan turbin
genset. Dengan demikian listriknya jadi murah kan ?
Sedangkan bahan dasarnya atau minyaknya sendiri dihargai NOL dibawah
sana. Dalam sistem PSC minyak itu dihargai NOL ! Negara tuan rumah
tidak mengutip harga khusus untuk setiap tetes minyak yang diproduksi.
Mengapa ?
Dalam sistem keuangan atau financial di E&P migas serta perjanian
kontrak eksplorasi (PSC) harga dasar minyak yang masih dibawah sana
itu tidak ada atau tidak dikenal. Sehingga dalam menentukan biaya
minyak tidak pernah dimasukkan dengan harga dasarnya.
Itulah sebabnya maka dalam bisnis minyak ongkos eksplorasi dan
produksi itu suangat penting. Dan dari sini mungkin mudah memahami
mengapa sistem PSC di Indonesia dengan cost recovery ini sering
mengundang protes. Lah wong (seolah-olah) ongkose gratis, jadi
prinsipnya kontraktor hanya menyediakan modal (starter). Jadi
semestinya mudah dimengerti mengapa sistem PSC sangat populer di
negara-negara yang kekurangan pemodal.
BIOFUEL yang termehek-mehek
Dengan pemahaman yang mirip, maka tentunya kita akan mudah memahami,
mengapa BIOFuel atau BIOdielsel menjadi mahal ? Ya tentusaja karena
harga dasar-nya sudah mahal. Dan proyek BIOdieselnya Pertamina-pun
akhirnya memilih mending mundur, karena harga CPO-nya (di)naik(kan).
Karena unuk membeli bahan dasar CPO-nya harus bersaing dengan penjual
martabak untuk menggoreng. Duh !
Lantas mengapa Minyak Jarak juga tidak berkembang ? Ya, karena petani
enggan menanam jarak wong pembelian harga biji jaraknya terlalu
rendah. Mereka memilih untuk menanam tanaman lain yang lebih
menguntungkan baginya, tentusaja. Silahkan ikuti diskusi di mailing
list Indonergy. http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/messages
:( "Pakdhe, kalau gitu semestinya harga bahan dasar yang nentuin syapa ?"
:D "Itulah sulitnya thole, Harga jual biofuel sudah terlanjur
didengungkan akan lebih murah dari Diesel. Ya tentusaja kalau dihitung
mundur dengan skematis diatas, maka harga beli biji jarak pagar
menjadi sangat keciil. Kasihan petaninya kaaan"
--
http://tempe.wordpress.com/
Telling the truth is important
Telling the positive is better !!!
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------