Pak Awang YTH.,
Saya masih belum begitu jelas yang dimaksud dengan reaksi Fischer-Tropsch 
(FT)... ..."Reaksi FT adalah reaksi dengan katalisator yang mengubah CO dan H 
menjadi hidrokarbon"..., yang dimaksud dengan reaksi katalisator ini apa ya 
pak...
...dan juga dalam pembentukan HC ini, berarti hampir tidak bisa dilakukan 
analisa source rock, misal kan dari segi Kerogen type, TOC, Rock-Eval 
Pyrolisis, dsb.; kalo iya bagaimanakah kita bisa menghitung Possible Geological 
change of success (komponen source rock nya) dalam prospect rangking misal nya 
pak...
Selain itu, teori Abiogenic ini apa bisa dihubungkan dengan siklus Wilson yang 
menjelaskan adanya evolusi cekungan pak..., bila iya kira2 di fase yang mana 
potensi terbesar (skala urutan kejadian dan tempat terbentuk nya) untuk 
ditemukan Hydrocarbon.
Mohon pencerahan nya pak...
Terimakasih
Best Regards
Sigit Ari Prabowo

----- Original Message ----
From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
To: Geo Unpad <[EMAIL PROTECTED]>; IAGI <[email protected]>; Forum HAGI 
<[EMAIL PROTECTED]>; Eksplorasi BPMIGAS <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, June 9, 2008 3:14:44 PM
Subject: [iagi-net-l] Origin of Petroleum : Biogenic and/or Abiogenic

Perdebatan tentang asal hidrokarbon apakah digenerasi secara biogenik (organik) 
dan/atau abiogenik (anorganik) masih terus berlangsung. Kedua kubu pemikiran 
bisa dipertemukan pada Juni 2005 di Calgary, Canada pada suatu konferensi yang 
disponsori AAPG –Hedberg Research Conference on “Origin of Petroleum”. Suatu 
ciri bahwa teori anorganik tidak lagi dipandang apriori. Laporan tentang 
konferensi ini baru dipublikasikan pada AAPG Bulletin edisi Mei 2008 (Katz 
dkk., 2008). Laporan ini saya pikir netral alias tidak memihak kepada satu kubu 
sebab ditulis secara bersama oleh para pendukung teori biogenic dan/atau 
abiogenic.
&nbsp;
Memahami hidrokarbon asal organik atau anorganik tentu bukan sekedar memuaskan 
dahaga akademik dan sains, teori apa yang diterima atau diterapkan akan 
menentukan bagaimana suatu strategi eksplorasi dijalankan, ke mana ia akan 
mengarahkan eksplorasinya, misalnya : ke cekungan sedimen yang menjauhi intrusi 
magmatik, atau malahan mendekatinya. 
&nbsp;
Dalam konferensi itu dibahas 14 makalah yang mendiskusikan data dan bukti 
tentang asal hidrokarbon secara biogenic dan abiogenic. Di kubu organic antara 
lain ada : Claypool, Dow dan Moldowan. Di pihak anorganik ada : Leonov, 
Szatmari, dan Titkov. Berbagai konsep tentang cara pembentukan hidrokarbon 
secara abiogenic dipaparkan. Secara garis besar, konsep-konsep abiogenic ini 
dapat dibagi menjadi dua : mantle degassing yang berasosiasi dengan 
polimerisasi senyawa dengan berat molekul rendah, dan serpentinisasi yang 
berhubungan dengan reaksi Fischer-Tropsch (FT) Reaksi FT adalah reaksi dengan 
katalisator yang mengubah CO dan H menjadi hidrokarbon. Presentasi asal 
biogenic menghadirkan model tunggal yang sudah kita ketahui dengan baik : zat 
organic di dalam sediment secara termal diubah menjadi minyak dan gas..
&nbsp;
Dilaporkan oleh Katz dkk. (2008) bahwa secara umum bisa dikatakan tak ada 
kesepakatan di antara dua kubu pemikiran itu, tetapi semua peserta konferensi 
mengakui bahwa pertemuan ini penting, informatif, membawa pekerjaan rumah untuk 
setiap kubu pemikiran buat dilakukan evaluasi-evaluasi lanjutan.
&nbsp;
Ringkasan pertemuan dan diskusi para ahli adalah seperti berikut ini.
&nbsp;
Diamati bahwa akumulasi hidrokarbon anorganik dalam jumlah kecil yang tak 
ekonomis memang terjadi di beberapa tempat. Belum jelas untuk para penyokong 
organic bahwa ada akumulasi anorganik yang komersial. Klaim hidrokarbon di 
crystalline basement yang oleh para pendukung anorganik dikatakan sebagai bukti 
abiogenik ternyata dapat dikorelasikan dengan batuan induk dari sediment yang 
menutupi basement itu atau yang posisinya lebih rendah dari basement high 
(seperti kasus gas di Suban basement yang source-nya berasal dari Lemat/Talang 
Akar).
&nbsp;
Beberapa mekanisme anorganik juga melibatkan tahapan organic yang mengubah 
metana asal mantel menjadi hidrokarbon yang lebih berat, atau terjadi bersamaan 
dengan mekanisme organic. Diakui bahwa mekanisme anorganik bisa memperpanjang 
umur sumberdaya hidrokarbon secara global yang saat ini hanya berdasarkan 
mekanisme organic. Tetapi, dengan tidak adanya mekanisme anorganik yang 
tunggal, sulit untuk menerapkan secara efektif program-program eksplorasi yang 
berdasarkan konsep anorganik. Para pendukung organic berpendapat bahwa konsep 
anorganik tak menghadirkan lokasi-lokasi mana yang spesifik untuk dilakukan 
eksplorasi secara anorganik, dan konsep ini juga belum memiliki cara bagaimana 
menghitung volume hidrokarbonnya (kalau menghitung volume hidrokarbon organic 
dari suatu kitchen sediment tentu sudah biasa dilakukan).
&nbsp;
Biogenic origin juga punya&nbsp;beberapa kesulitan, misalnya issue fungsi 
batubara dalam pembentukan hidrokarbon (minyak khususnya), masalah efisiensi 
ekspulsi dan proses migrasi. Mekanisme tunggal pembentukan hidrokarbon secara 
organic memudahkan merumuskan strategi eksplorasi dan estimasi volumetrik. Kita 
bisa mengestimasi di mana banyak zat organic di cekungan sediment diendapkan, 
di mana zat organic di dalam sediment yang matang, berapa jumlahnya, ke mana 
kecenderungan migrasinya, dan lain-lain. 
&nbsp;
Baik kubu anorganik maupun organic mempunyai tema riset bersama : migrasi 
fluida di bawah permukaan. Penyokong anorganik punya PR menjawab bagaimana 
fluida termasuk gas bermigrasi dari mantel dan kerak Bumi melalui 
lapisan-lapisan Bumi yang impermeable kemudian memasuki cekungan sediment. 
Penyokong organic punya PR menyangkut efisiensi migrasi dan bagian yang hilang 
selama terjadi migrasi.
&nbsp;
Dilaporkan Katz dkk (2008) bahwa semua peserta merasa puas dengan konferensi 
ini walaupun pada umumnya mereka tetap berpendapat sesuai kubu pemikiran 
sebelumnya, tetapi mereka punya pandangan-pandangan baru hasil tukar-menukar 
ide, tantangan-tantangan yang diajukan pihak “lawan”. Ini semua akan menjadi 
bahan kajian lebih lanjut untuk memperluas horizon berpikir.
&nbsp;
Demikian status terkini tentang perkembangan teori asal hidrokarbon. Terlampir 
abstrak makalah yang pernah saya tulis mencoba menerapkan sintesis FT dalam 
eksplorasi hidrokarbon di Indonesia Timur.
&nbsp;
Salam,
awang
&nbsp;
LAMPIRAN 
&nbsp;
&nbsp;“Fischer-Tropsch” Petroleum Formation in Collision Zones of Eastern 
Indonesia : Possible Abiogenic Genesis of Petroleum” 
Majalah Geologi Indonesia, Vol. 18, No. 1, April 2003, p. 10-22&nbsp; 
&nbsp;
ABSTRACT
&nbsp;
“Fischer-Tropsch” (FT) synthesis is a well known industrial process whereby 
million of tons of oil resembling petroleum are produced from CO or CO2 and H2 
reacting on a metallic iron or iron-oxide catalyst in reduction environment. 
This process can occur in geotectonic environment mainly in lithospheric plate 
interaction of collision and subduction zones. CO2 is provided by thermal 
degassing of subducted carbonates. H2 is resulted from water-induced 
serpentinization of ophiolites. Catalysts for the synthesis are performed by 
iron oxides magnetite and hematite which widely present in geological 
environments.
&nbsp;
The possibility of abiogenic petroleum formation by FT synthesis is reviewed 
for the collision zones of Eastern Indonesia, including : East 
Sulawesi-Banggai, Buton-Tukang Besi, Banda Arc of Timor-Seram-Buru, Halmahera, 
and Papua. The stratigraphy and tectonics of these collision zones fulfill the 
requirements for an-organic petroleum formation by FT synthesis takes place. 
Substantial amount of gas discovered recently in East Sulawesi-Banggai 
collision may represent the hydrocarbon generation from the FT geotectonic 
environment. Geochemical properties of the gas partly indicate an-organic 
contribution.
&nbsp;
Possibility and evidence of the presence of abiogenic hydrocarbons formed by 
“Fischer-Tropsch” synthesis in the collision zones of Eastern Indonesia should 
be worked out. Positive preliminary results are indicative. Abiogenic origin of 
petroleum should not be overlooked anymore.


      

Kirim email ke