Apa yang disampaikan oleh Pak Chairul Nas (CN) benar. Karena pembentukan 
LSP-Perhapi sampai mendapatkan lisensi dari BNSP no: Kep-06/BNSP/II/2008 
membutuhkan energi, waktu, dan mental dari pengurus dan stake-holder yang luar 
biasa. Posisi sekarang LSP-Perhapi dengan PERHAPI adalah 2 unit organisasi yang 
berbeda setelah mendapat lisensi BNSP. LSP Perhapi sendiri lebih mengutamakan 
sertifikasi pada pekerja tambang. Pada saat ini level sertifikasi yang akan 
dilaksanakan LSP Perhapi adalah level sertifikasi NQF 6 (National Quality 
Framework) seri-6. Saya sendiri terlibat 4 kali dalam mengevaluasi unit-unit 
kompetensi dalam NQF-6 untuk Sertifikasi Perencanaan Tambang terbuka Jangka 
Panjang (terutama yang relevan dengan bidang geologi dan geoteknologi).
 
Sebetulnya pada tahun 2003, sudah terbentuk LSP GPPB (Lembaga Sertifikasi 
Profesi - Geologi Pertambangan dan Panasbumi) yang dipokoki oleh IAGI, Perhapi, 
dan API. Yang terlibat awal, setahu saya ada : ADB, Pak Suryadarma (PGE), pak 
Wawa (freeport), juga pak Latif (PTBA). Entah bagaimana ceritanya, ketika 
berada di tikungan dan tanjakan dalam perjalanannya, muncullah LSP Perhapi yang 
dibawa mas Tria Suprajeni dan di support penuh oleh pak Nur Hardono (Dit.TL 
Minerbapabum) dan beberapa mining industry (yang menggelontor ratusan juta 
rupiah untuk berbagai pertemuan dan editing naskahnya, selama 2-3 tahun itu) 
yang sampai akhirnya menggunakan jalur BNSP untuk mendapatkan lisensi 
sertifikasinya. Ternyata sangat panjang perjalanan suatu LSP dan membutuhkan 
biaya dan konsentrasi yang tinggi, serta harus ada komitment pada orang-orang 
yang sama dari stake-holder yang dilibatkan. 
 
Sekarang LSP-GPPB diaktifkan kembali dan dimotori oleh pak Suryadarma (Asosiasi 
Panasbumi Indonesia / Pertamina geotermal energi), termasuk pak Latif A. Baky, 
pak Nur Saleh, juga pak Wawa untuk membahas beberapa NQF 1-4 dalam rangka 
mendapatkan lisensi dari BNSP. LSP-GPPB ini akan mengajukan 12 unit kompetensi 
dalam Sertifikasi Pemetaan Tambang Terbuka. 
 
Dalam diskusi pembahasan LSP-GPPB tadi malam jam 22.00 di Jogja (27 juni 2008), 
kebetulan saya diundang sejak kemarin pagi, saya mendiskusikan bagaimana 
relevansinya dengan LSP-Perhapi atau bagaimana jika LSP-IAGI atau LSP-API juga 
membentuk pola sertifikasi masing-masing, entah menggunakan jalur BNSP atau 
jalur mandiri. Prinsipnya ini memang bukan bersaing dalam mengibarkan bendera 
LSP, tetapi saling melengkapi. Serifikasi LSP Perhapi melengkapi LSP-GPPB, atau 
misal sertifikasi IAGI melengkapi sertifikasi LSP yang telah ada, dan 
sebaliknya. Sehingga tidak saling menelikung di dalam payung besar LSP GPPB 
(geologi, pertambangan, panasbumi).
Dan yang lebih penting lagi (ini pendapat saya) : adalah tergantung kebutuhan 
pasar. Kalau pasar yang akan disertifikasi tidak terlalu banyak atau seberapa 
pentingkah sertifikasi itu mengikat profesionalism dalam bertindak dan bekerja, 
yaa...kembalikan kepada regulator. Sejauh mana seorang profesional di Indonesia 
(baik pribumi atau asing yang bekerja di Indonesia) perlu mendapat justifikasi 
sertifikasi profesi. 
Jangan-jangan setelah ada LSP-LSP tersebut, yang disertifikasi hanya 3-5 orang 
per tahun. Ini beda dengan LSP Perhapi NQF-6 yang akan dilaksanakan pada 
pekerja tambang yang jumlah nya sangat banyak. Kita tunggu regulasinya seperti 
apa???
Sementara para mining enginer bisa juga melalui Sertifikasi pada Badan Kejuruan 
Tambang PII, yang orang-orang nya juga sama dengan orang-orang di Perhapi. 
Sebagai gambaran, LSP Perhapi di support penuh oleh Ditjend.Minerbapabum dan 
mining industry (yaaa...karena mempunyai kepentingan didalamnya dalam manajemen 
HR). 
 
Bayangan saya, apa pun bentuknya dalam IAGI baik LSP-IAGI atau apapun namanya, 
bisakah kita menggandeng Badan Geologi ESDM. Sehingga Badan Geologi ESDM (dari 
sisi regulasi maupun policy), badan ini sudah pas, jika bersama IAGI mendorong 
terciptanya pembinaan sumberdaya manusia profesional bidang geologi maupun 
proteksi profesi bagi geologist-geologist indonesia. Kenapa tidak?? Jadi 
BG-ESDM tidak saja menggerakan riset-riset dan kepentingan geologi bagi 
pembangunan nasional, tapi pembinaan dan proteksi profesi geologist juga perlu 
dilakukan. Jadi kenapa geologist asing bisa dihargai lebih mahal daripada 
geologist pribumi pada industri yang mengeruk kekayaan SDA di Indonesia.  
Jalannya masih panjang, berliku, menikung dan menanjak gak karuan........
 
Demikian info dari kumpul-kumpul dengan komunitas LSP-Perhapi, LSP GPPB, BNSP, 
2 hari di Jogja.
Salam, Gus Hend
(pamit dulu ke kumpul-kumpul dengan komunitas lain di padepokan lereng G.Wilis, 
"South Montana" alias Gunungkidul, Bayat....)

 
 
 

Chairul Nas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Chairul Nas <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [iagi-net-l] JORC dan sertifikasi geologi
To: [email protected]
Date: Friday, June 27, 2008, 2:35 AM

Pak Yoga dan Mas Agus,
Tadi malam Pengurus IAGI rapat di BPMigas. Salah satu pokok bahasan adalah
rencana pertemuan Senior Indonesian Coal Geologists dlm rangka merumuskan
pelaksanaan Sertifikasi Ahli Geologi Batubara Indonesia. Sudah diputuskan bhw
pertemuan dimaksud akan dilaksanakan tgl 17 Juli 2008 bersamaan dgn Acara
Debat Calon Ketua Umum IAGI, tentatif di Bidakara Jakarta. Pak Denny Djuanda
dan Pak Agus pasti akan diundang. Demikian pula dgn Pak Yoga dan kawan-kawan
lain yg berminat, diharapkan hadir pada pertemuan tsb.
Mengenai LSP-Perhapi, kalau diperlukan, nanti saya akan cerita - karena saya
adalah salah satu anggota tim persiapan pembentukannya. Seperti tadi malam saya
tegaskan dalam rapat Pengurus IAGI, LSP-Perhapi bisa terwujud dan berjalan
bermodalkan komitmen yg sangat kuat dari bbrp pengurus Perhapi dan Organisasi
Perhapi sendiri. Tanpa itu semua tidak akan berhasil, karena perjalanannya
sangatlah panjang dan berliku yg amat melelahkan. Tentu butuh pengorbanan;
dalam hal ini saya sebagai Ketua Bidang LSP-Perhapi sangat berterimakasih kpd
Pak Tria Suprajeni dan Pak Nurhardono atas kerja keras beliau-beliau dlm
mewujudkan LSP kita tsb. Sekarang pimpinan LSPnya sendiri adalah Pak Tria
dibantu bbrp Bidang yaitu Pak Nurhardono, Pak Bambang Hartoyo, Pak Banjarnahor,
dan Pak Deddy Wahyudi sebagai kepala bag. adm. Pada LSP-Perhapi ini, saya
sendiri diberi kepercayaan mengemban tugas sebagai Ketua Dewan Asesor yg
mengkoordinir 19 orang asesor. Nanti kita bicarakan
 detilnya pd pertemuan tgl 17 Juli 2008; apakah kita akan mengikuti sistem BNSP
atau kita IAGI akan bikin sistem sendiri seperti Sertifikasi Ahli Geologi Minyak
Bumi dan Ahli Geologi Teknik IAGI yg sudah berjalan.
 
Wassalam,
Chairul Nas
 


--- Pada Kam, 26/6/08, Suryanegara, Yoga <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:

Dari: Suryanegara, Yoga <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [iagi-net-l] JORC dan sertifikasi geologi
Kepada: "'[email protected]'" <[email protected]>
Tanggal: Kamis, 26 Juni, 2008, 5:50 PM

Mas Agus yth,
Kalo boleh tau apakah yg diperhapi ini juga menyangkut sertifikasi tenaga
pertambangan secara keseluruhan aspek (termasuk geologi) didalamnya?

Kalau emang sudah masuk didalamnya, kenapa kita hrs repot2 lagi utk bikin unit
sertifikasi coal geo.

Mungkin lebih baik iagi masuk saja dalam sistem yg sudah terbentuk ini, tokh
tujuiannya kan sama saja?

Makasih atas info lanjutannya

Salam
Yoga

----- Original Message -----
From: Hendratno Agus <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected] <[email protected]>
Sent: Thu Jun 26 03:32:55 2008
Subject: RE: [iagi-net-l] JORC dan sertifikasi geologi

Up date info saja : Bahwa Jumat - Sabtu, 27-28 Juni 2008, di Jogjakarta,
Lembaga Sertifikasi Pertambangan PERHAPI, bersama dengan Dit.Minerba Pabum
bersama dengan Badan  Nasional Standarisasi Profesi (BNSP) akan merampungkan
SKKNI (Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bidang Pertambangan
Terbuka. LSP Perhapi tersebut sudah sampai di BNSP, contoh yang bisa ditiru
kalau kemudian Lembaga Sertifikasi IAGI akan menyelesaikan berbagai bidang
sertifikasi keahlian geologi. Kebetulan saya (atas nama IAGI, kadang bersama
mas Edwin GL-ITB) sering terlibat dalam pembahasan LSP Perhapi. Untuk penetapan
model penilaian di BNSP yang akan dibahas di Jogja besuk, saya kebetulan
diundang sebagai orang kampus, tapi mas Edwin GL-ITB/IAGI, gak diundang). Walau
demikian, nanti akan saya sampaikan kepada PP-IAGI jika akan "menghidupkan
yang lebih hidup" dari sertifikasi IAGI.
Kebetulan saya mengenal dekat dengan kawan-kawan inti di Perhapi atau di
Minerba yang sering mandegani urusan sertifikasi ini sampai ke meja BNSP.

Juga informasi, bahwa Kartu Tanda Anggota IAGI bagi geologist yang bekerja di
Konsultan, banyak diperlukan sebagai bentuk sertifikasi keahlian geologi dalam
lelang konsultan tata ruang wilayah / tata ruang kawasan. Karena Saat ini semua
dokumen Revisi Tata Ruang Kabupaten / Kota atau Kawasan Tertentu wajib
menyertakan Ahli Geologi sebagai anggota tim untuk menilai kelayakan tata
ruang. Maka, ahli geologi non-pns yang konsultan (kalau ada) wajib memberikan
KTA IAGI dalam penyertaan lelangnya.

Demikian informasi saja, salam Gus Hend

...

--- On Wed, 6/25/08, S. (Daru) Prihatmoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: S. (Daru) Prihatmoko <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [iagi-net-l] JORC dan sertifikasi geologi (was BATUBARA, LUMBUNG
ENERGI UNTUK SIAPA ?)
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, June 25, 2008, 4:00 PM

Rekan-rekan - ikut nimbrung...

Menjadi CP mengacu ke JORC sepertinya bermodalkan "kejujuran" yang
bersangkutan (selain TMC yang disebut pak Nas dan mas Noel). Ini berhubungan
dengan persyaratan 5 tahun pengalaman di tipe mineralisasi atau deposit atau
bidang (misal: resource estimation) tertentu. Dimana masalahnya adalah tidak
ada yang mengecek atau mengklarifikasi pengalaman dari orang yang mengklaim
diri sbg CP ini. Kembalilah ke kejujuran masing-masing!!! Memang seh...
"pasar" juga akan ikutan menilai....

Pengalaman saya ditugasi bikin laporan eksplorasi emas epithermal (karena
jadi member AusIMM dan meng-kualifikasikan diri sebagai CP) selama beberapa
tahun - tidak ada yang mempertanyakan.

Namun demikian sertifikasi ahli geologi Indonesia memang sangat dibutuhkan -
salut atas upaya Pak Nas dkk untuk bikin sertifikasi ahli batubara. Untuk
mineral - upaya spt ini pernah diinisiasi di awal 2000-an (sewaktu saya
membantu kepengurusan ADB) tetapi belum bisa terwujud juga - memang
tahun-tahun itu iklim eksplorasi mineral lagi lesu-lesunya - jadi dukungan
untuk itu sangatlah lemah. Saat ini situasinya sangatlah berbeda, kalaulah
sertifikasi ahli mineral ini juga diprogramkan oleh IAGI - akan banyak
dukungan saya yakin.

Salam - Daru

-----Original Message-----
From: Tonny P. Sastramihardja [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, June 25, 2008 6:27 PM
To: [email protected]
Cc: Hezron Ananta Depari
Subject: RE: [iagi-net-l] JORC dan sertifikasi geologi (was BATUBARA,
LUMBUNG ENERGI UNTUK SIAPA ?)

Iya Mas Yoga, Mas Noel dan Mas Chaerul.....
Maksudnya CP, tapi di Indonesia biasanya dilegitimasi pakai SERTFIKAT
KOMPETENSI(nanti dari IAGI?). Kalau ada yg mau tahu ttg JORC lebih jauh,
Abah Tonny sudah ngunduh dan pelajari lengkap -> lewat Japri aja ya.
Kalau di kantor ku cukup Hezron Ananta Depari-HAD (GL ITB - 1986, ex
BHP) saja yang nanti oleh rekan-rekan IAGI direkomendasi kan jadi CP,
plus nanti Junior2nya yang baru 2-3 tahun berpengalaman dalam coal and
or mineral exploration (nunggu dulu 2-3 tahun lagi, kalee...). Abah
Tonny sih sudah (2 tahun) pindah profesi menjadi GEO-Administrasi
(sesuai umur yang mau nginjak 51 tahun, meneruskan profesi 10 tahun
sebelumnya sebagai GEO-Birokrasi).....harus ngerti urusan teknis (agar
metode dan hasil explorasi 'on the track'), tapi tidak usah
legitimated
jadi CP.
Kalau mau bentuk PanJa Coal mohon kami diundang yach....biar HAD bisa
terlibat didalamnya.
Terimakasih sudah share info.....
Salam
Abah Anom

-----Original Message-----
From: Suryanegara, Yoga [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, June 25, 2008 5:50 PM
To: '[email protected]'
Subject: Re: [iagi-net-l] JORC dan sertifikasi geologi (was BATUBARA,
LUMBUNG ENERGI UNTUK SIAPA ?)

Satu lagi mas Noel, emang bener utk jadi anggotanya ausimm itu nggk
sulit, yg sulit mah cari sponsornya...
Sok atuh sampean cepet2 jadi Fellow biar kita2 gampang sponsorin geo-nya
indo yg lainnya.
Salam

----- Original Message -----
From: Suryanegara, Yoga <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[email protected]' <[email protected]>
Sent: Wed Jun 25 03:42:13 2008
Subject: Re: [iagi-net-l] JORC dan sertifikasi geologi (was BATUBARA,
LUMBUNG ENERGI UNTUK SIAPA ?)

Betul sekali apa yg disampaikan Mas Noel, JORC hanya sekedar guidence
bagi seorg member Ausimm untuk membuat public report dalam melaporkan:
Exploration Result, Resource and Reserve.
Salah kaprahnya adalah bahwa apa yg direportkan tsb dianggap telah
tersertifikasi.
Padahal yg dimaksud adalah CP sipembuat reportnya.
Juga mungkin harus digaris bawahi bahwa tidak serta merta seorg member
of ausimm adalah otomatis menjadi CP.
Masuknya divisi coal iagi menjadi bagian ROPO adalah salah satu impian
kita dan untuk memulainya adalah dgn adanya sertifikasi profesi bagi
para anggotanya.

Alangkah sangat tragisnya kita hari ini, tahun kemarin negara kita
adalah pengekspor terbesar coal, tapi sampai hari ini iagi yg menjadi
wadah profesi kita masih belum bisa masuk ke dlm ROPO.

Mas Noel mungkin bisa dijelasin ke rekan2 lainnya kenapa dgn konsep TMC
ini kepentingan masyarakat yg berinvestasi ditambang dapat terlindungi
dari risk yg mungkin muncul. Biar Abah Tony dan rekan2 lainnya juga
paham.

PS. Aku skrg lagi di blackwater nih sampe jum'at, sampean ada dimana
mas? Trus yg jadi ngegarap project evaluasinya sampean siapa?

Salam,
Yoga

----- Original Message -----
From: Noel Pranoto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected] <[email protected]>
Sent: Wed Jun 25 03:09:03 2008
Subject: Re: [iagi-net-l] JORC dan sertifikasi geologi (was BATUBARA,
LUMBUNG ENERGI UNTUK SIAPA ?)

Rekan-rekan,
Saya ganti subjeknya agar sesuai dengan isi.

Saya agak bingung mengenai apa yang dibicarakan sebelumnya tentang
sertifikasi JORC. Sepengetahuan saya tidak ada yang namanya sertifikasi
yang
dikeluarkan oleh Joint Ore Reserve Committe (JORC). Saya coba
mereka-reka
yang dimaksud mungkin adalah Competent Person (CP) sebagai salah satu
dari 3
basis pelaporan sumberdaya (resources) dan/atau potensi (reserves) yakni
Transparency, Materiality dan Competency seperti yang disampaikan Pak
Chairul Nas. Tentang CP ini bisa dilihat pada Clause 10 JORC 2004 (bisa
diunduh dari http://www.jorc.org/main.php?action=4).

Seperti bisa dibaca pada website www.jorc.org, perubahan yang signifikan
dari JORC 1999 dengan 2004 terletak pada (saya kutip langsung/utuh):

   - the requirement for a Competent Person to be responsible for the
   documentation relating to the reporting of Exploration Results, and
   - the extension of the approved professional bodies to which a
Competent
   Person may belong, to include 'Recognised Overseas Professional
   Organisations'.

Syarat menjadi CP tidak rumit. Sesuai Clause 10, selain wajib menjadi
anggota AusIMM atau AIG atau salah satu dari organisasi profesi luar
Australia yang diakui (Recognised Overseas Professional Organisation,
ROPO),
seorang CP harus memiliki sedikitnya pengalaman 5 tahun untuk jenis
mineralisasi dan tipe deposit yang sesuai (relevant).

Coal Guideline 2003 yang disampaikan juga oleh Pak Chairul Nas, atau
lengkapnya Australian Guidelines for Estimating and Reporting of
Inventory
Coal, Coal Resources and Coal Reserves, umumnya juga dirujuk oleh
perusahaan
dalam pelaporan resmi ke pemerintah (statutory reporting) atau selain
untuk
tujuan investasi.

Sayangnya tidak ada ada organisasi profesi Indonesia, baik PERHAPI
maupun
IAGI, yang masuk dalam daftar ROPO sehingga untuk menjadi seorang CP
tidak
harus menjadi anggota AusIMM. Mungkin bisa diusahakan sebagai salah satu
program pengurus IAGI mendatang sehingga anggota yang bersertifikasi
IAGI
juga sdh memenuhi syarat sebagai CP menurut Clause 10 JORC.

Selain dari pengalaman dan keanggotaan organisasi profesi, tiap-tiap
perusahaan biasanya memiliki cara dan kebijakan masing-masing dalam
menunjuk
seorang CP. Misalnya di perusahaan tempat saya bekerja, seorang project
geologist/geoscientist yang memenuhi kriteria di atas biasanya ditunjuk
menjadi CP untuk daerah eksplorasinya setelah mengikuti kursus/pelatihan
internal dan workshop secara periodik. Di lain perusahaan ada juga yang
langsung dtunjuk tanpa proses apapun dan ini pun sah-sah saja.

Menyinggung pernyataan Abah Tonny saya setuju, sertifikasi atau
keanggotaan
dalam suatu organisasi profesi tidak menjamin bahwa isi laporannya bisa
dipertanggungjawabkan. Tapi tetap ini adalah salah satu kontrol untuk
melindungi kepentingan masyarakat yang berinvestasi dalam industri
pertambangan di lantai bursa seperti halnya Afrika Selatan menggunakan
The
South African Mineral Resource Committee (SAMREC), Amerika dengan
Security
Exchange Commision (SEC)  atau Canadian Securities Administrator (CSA)
di
Kanada.

Salam,
Noel




--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI
and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data
or
profits, arising out of or in connection with the use of any information
posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------


     
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/


      

Kirim email ke