Menarik untuk dibaca...menambah kasanah ilmu sejarah & geologi, terima
kasih pak Awang

Salam
OQ

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, August 01, 2008 1:29 PM
To: IAGI; Geo Unpad; Forum HAGI; Eksplorasi BPMIGAS
Subject: [iagi-net-l] Para Pendahulu Tarumanegara dan Lahirnya Selat
Sunda


Tarumanegara adalah nama sebuah kerajaan Hindu pertama di Jawa Barat
dengan rajanya yang terkenal bernama Purnawarman yang bertahta pada
sekitar tahun 400 M. Demikian yang diajarkan di buku-buku sejarah yang
pernah kita pelajari. Tetapi Slametmuljana (1980) dalam bukunya  “Dari
Holotan ke Jayakarta” dan Ayatrohaedi (1983) dalam artikelnya  “Pustaka
Raiya-Raiya i Bhumi Nusantara”,  menyebutkan bahwa sebelum Tarumanegara,
ada beberapa kerajaan Hindu yang mendahului Tarumanegara : Aruteun
(Holotan), Salakanagara, Jayasinghapura, Argabinta, dan Hujung Kulon.
Semua kerajaan ini ada di Jawa Barat mulai abad ke-1 sampai abad ke-5.
 
Lalu, apa ada hubungannya dengan geologi sehingga saya menulisnya ?
Mungkin ada.  Kerajaan-kerajaan pendahulu Tarumanegara ini ada saat
Sumatra masih bersatu dengan Sunda melalui jembatan darat yang melintasi
gunung Krakatau. Sebuah peta kuno yang sumbernya tak jelas tetapi
tercantum di dalam buku Daldjoeni (1992) : "Geografi Kesejarahan"
menggambarkan ada semacam jembatan darat antara Sunda dan Sumatra. Dari
peta itu, tak ada Selat Sunda, tetapi Teluk Sunda ada, yaitu bagian Laut
Jawa yang menjorok ke dalam antara Lampung dan Banten Sekarang -
sementara Lampung dan Banten masih daratan.
 
Van Bemmelen (1952) dalam “De Geologische Geschiedenis van Indonesie” 
menulis di halaman 127 bahwa Selat Sunda sebelum tahun 1175 tak pernah
diberitakan dapat dilewati kapal laut karena kondisinya belum
memungkinkan. Gunung Krakatau belum merupakan pulau kecil seperti
sekarang. Pulau-pulau besar kecil masih banyak berserakan di Selat
Sunda. Sumatra dan Jawa masih bergandeng menjadi satu. Perbatasan antara
Swarnadwipa (Sumatra) dan Jawadwipa (Jawa) pada masa itu masih berupa
suatu teluk yang menjorok jauh ke pedalaman di daerah Jambi. Demikian
menurut catatan para pelaut Arab dan Cina (van Bemmelen, 1952, hal.
126-127).
 
Kondisi geografi ini nanti akan berpengaruh kepada seputar polemik para
ahli sejarah tentang pusat Kerajaan Sriwijaya yang bercorak maritim
apakah di Palembang atau di Jambi.
 
Kerajaan Salakanagara meliputi Teluk Sunda (nantinya akan menjadi Selat
Sunda), pulau-pulau di sekitarnya, dan Jawa Barat bagian barat. Rajanya
yang pertama bernama Dewawarman I (130-168 M) yang berasal dari India.
Sejumlah arca Syiwa dan Ganesha pernah ditemukan di Pulau Panaitan,
Selat Sunda, itu adalah peninggalan2 Salakanagara. 
 
Kerajaan Jayasinghapura (mulai tahun 340 M) adalah penerus Salakanagara
dan diperkirakan beribu kota di kota Jasinga sekarang di sebelah barat
Bogor. Rajanya yang terkenal adalah Dewawarman VIII (358-382). 
 
Tak diketahui banyak soal Kerajaan Hujungkulon dan Argabinta, tetapi
melihat namanya, kedua kerajaan ini mungkin lokasinya ada di sekitar
Ujung Kulon dan Cianjur Selatan.
 
Semua kerajaan pendahulu Tarumanegara ini tak meninggalkan prasasti,
tetapi beberapa artefak-nya ditemukan. Kebudayaan menulis mungkin belum
terbiasa saat-saat itu. Pengetahuan tentang keberadaan kerajaan-kerajaan
ini berdasarkan cerita babad dan manuskrip para pelancong dari luar,
juga dokumen2 Cina yang telah mengenal tulisan jauh lebih awal.
 
Kerajaan Tarumanegara kemudian menggantikan Jayasinghapura. Rajanya
bernama  Purnawarman yang naik tahta pada 395 M dan berwilayah di
sekitar aliran hilir Citarum sekarang. Dari Tarumanegara inilah mulai
ditemukan prasasti-prasasti sisa kekuasaannya. Tapak kaki Purnawarman di
prasasti2-nya menunjukkan wilayah kekuasaan Tarumanegara.
 
Pada saat yang bersamaan dengan Tarumanegara, di wilayah Jakarta
sekarang terdapat sebuah kerajaan bernama Aruteun (Holotan). Tahun 430,
433, 434, dan 452 kerajaan ini tercatat mengirimkan utusan ke Kekaisaran
Cina dengan maksud meminta bantuan atas gangguan terhadap Aruteun oleh
kerajaan tetangganya (Tarumanegara). Apa daya, justru Holotan takluk
kepada Tarumanegara pada 452. 
 
Kerajaan Tarumanegara sendiri berakhir pada tahun 686 oleh serangan
Sriwijaya.
 
Sebuah petikan penting terdapat di sebuah buku berbahasa Jawa Kuno
(“Pustaka Raja Purwa”) (dari Keys, 1999 :  Catastrophe : A Quest for the
Origins of the Modern Worlds). Pada tahun 416 ”Ada suara guntur yang
menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada goncangan Bumi yang
menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Lalu datanglah badai angin
dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia.
Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur
menuju Gunung Kamula. Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah
menjadi dua, menciptakan pulau Sumatra” 
 
Di tempat lain, seorang bishop Siria, John dari Efesus, menulis sebuah
chronicle di antara tahun 535 – 536 AD, “ Ada tanda-tanda dari Matahari,
tanda-tanda yang belum pernah dilihat atau dilaporkan sebelumnya.
Matahari menjadi gelap, dan kegelapannya berlangsung sampai 18 bulan.
Setiap harinya hanya terlihat selama empat jam, itu pun samar-samar.
Setiap orang mengatakan bahwa Matahari tak akan pernah mendapatkan
terangnya lagi” (Keys, 1999) . 
 
Dokumen di Dinasti Cina mencatat : ”suara guntur yang sangat keras
terdengar ribuan mil jauhnya ke baratdaya Cina” (Keys, 1999).   
 
Bisa dipastikan bahwa tahun-tahun itu telah terjadi sebuah bencana alam
yang mungkin berupa letusan Krakatau (purba) yang meletus hebat,
katastrofik, menenggelamkan jembatan darat antara Sumatra dan Jawa yang
sebelumnya sudah ada dan melahirkan Selat Sunda. 
 
Mau tidak mau, sedikit atau banyak, letusan katastrofik ini telah
mempengaruhi peta politik kerajaan-kerajaan Hindu pertama di Jawa Barat.
Kerajaan maritim terkuat di sekitar tahun-tahun ini adalah Sriwijaya.
Maka, setelah ini,  Sriwijaya yang mengandalkan kekuatan baharinya
menjadi makin kuat dengan terbentuknya laut di antara Sumatra dan Jawa,
dan kerajaan ini mulai menaklukkan kerajaan-kerajaan Hindu pertama di
Jawa, yaitu di wilayah Sunda, Jawa Barat. Kelak, Sriwijaya pun mundur
akibat sedimentasi sungai-sungai di wilayah timur Sumatra yang telah
mengakibatkan perdagangan menjadi lesu sebab tak befungsinya
pelabuhan-pelabuhan akibat sedimentasi. 
 
Adalah karena sedimentasi Sungai Citarum dan Kali Bekasi serta kondisi
rawa-rawa yang tak sehat yang telah menyebabkan kerajaan-kerajaan di
Jawa Barat pindah ke pedalaman (Sunda, Galuh, Pajajaran), barangkali
untuk menghindari efek sedimentai sungai di wilayah hilir.
 
Pada tahun 670 M, Citarum dijadikan batas dua kerajaan penerus Kerajaan
Tarumanagara, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Kerajaan Sunda
mempunyai wilayah dari sungai Citarum ke sebelah barat, sedangkan
Kerajaan Galuh mempunyai wilayah dari Sungai Citarum ke sebelah timur.
 
Sekali lagi, alam sedikit banyak memainkan peranan penting dalam maju
mundurnya kerajaan-kerajaan pada masa silam.
 
Salam,
awang


      


--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke