Rekan-rekan IAGI, Tidak terasa, 3 tahun saya menjabat sebagai Region President untuk AAPG Asia Pacific. Pertengahan Juli 2008, saya digantikan oleh Joe Lambiase (sekarang di Singapore). Joe didukung oleh: Peter Baillie (Wakil Presiden - Australia), Mick Mc Walter (Bendahara - Papua New Guiniea), dan Abul Shamsuddin (Sekretaris - Bangladesh). Untuk kepengurusan berikutnya, periode 2008-2011, Indonesia akan diwakili oleh Peter Lloyd dengan Yusak Setiawan sebagai alternatif.
Bersama ini saya mengucapkan terima kasih banyak untuk rekan-rekan yang sudah membantu aktifitas AAPG di Indonesia, di lingkup regional Asia Pacific, dan juga secara international. Juga terima kasih untuk IAGI, khususnya dengan fasilitas IAGI-net yang sangat efektif untuk menyebarkan informasi. HIGH LIGHT Selama 3 tahun kepengurusan (2005-2008), kita boleh berbangga karena: 1. AAPG Student Chapter di Indonesia: Rekan-rekan mahasiswa menunjukkan kualitas mereka sebagai mahasiswa Indonesia. Misalnya sebagai AAPG Student Chapter terbaik mereka mendapatkan penghargaan internasional. Perwakilan AAPG SC UnPad akan menghadiri AAPG Leadership Annual meeting di Tulsa bulan ini. AAPG SC UI menjadi juara dalam Imperial Barrel Competition, dan perwakilan mereka mendapat tiket terbang ke Amerika juga. Mahasiswa Malaysia didatangkan ke Jakarta untuk belajar dari mereka. 2. AAPG Asia Pacific web-sitem (http://asiapacific.aapg.org/) Web site regional Asia Pacific dikelola oleh Agus M. Ustad dan Rovicky Dwi Putrohari. Website ini menjadi contoh untuk rekan-rekan AAPG African Region dan Latin America region. Pada tingkat regional, hanya European Region yang bersaing dengan website ini. Orang Eropa membuat quarterly Online Bulletin. Karena terbitnya setiap 3 bulan sekali, bulletin mereka tidak mudah di update seperti yang kita punya. 3. AAPG Bulletin Editor Awang Harun Satyana adalah editor dari Bulletin AAPG, majalah yang paling populer didunia untuk Geoscientists. Saya harap semakin banyak artikel yang ditulis oleh orang Indonesia di majalah international ini. 4. Visiting Geoscientist Program / Regional Lecture Tahun ini Prof. R.P. Koesoemadinata menjadi AAPG flying lecturer (Regional Lecturer) untuk universitas-universitas Indonesia. Yusak Setiawan akan mengunjungi China dan Vietnam untuk memberikan presentasi. Geovani Christopher mengunjungi AAPG SC di China. Juga ada Sanggam Hutabarat dan Taufik Manan yang memberikan kuliah dan presentasi. Selain itu masih ada banyak rekan-rekan AAPG lain yang memberikan kontribusi untuk program ini. Program ini menjembatani industri dengan akademia, sesuatu yang jarang terjadi di negara-negara lain. Eropa, dimana saya berada sekarang, belajar dari pola kerja VGP dan AAPG SC di Indonesia. Pertumbuhan jumlah anggota biasanya dipakai sebagai ukuran pertumbuhan organisasi ini. Sebagai gambaran perkembangan selama 3 tahun ini, saya cantumkan data sbb: Status keanggotaan Agustus 2005: Active members: 943; Associate members: 579; Student Members: 637; Total anggota: 2173 Jumlah anggota AAPG di Indonesia: 444 orang Status keanggotaan Mei 2008: Active members: 961; Associate members: 1401; Student Members: 966; Total anggota: 3342 Jumlah anggota AAPG di Indonesia: 822 orang Jadi anggota AAPG Asia Pacific bertambah dengan 1169 anggota atau 35% dalam 3 tahun terakhir. Sementara jumlah anggota AAPG di Indonesia menjadi hampir 2 kali lipat dalam 3 tahun terakhir. Hal ini juga sangat membanggakan hati. LOW LIGHT Selain dari berita-berita bagus ini, ada juga beberapa hal yang jatuh diluar target - IAGI sebagai affiliate AAPG. Saya mengundang IAGI untuk menjalin afiliasi dengan AAPG. Tanggapannya dari IAGI selalu positive, tapi tindak lanjutnya tidak berkembang. Pada awalnya saya pikir hal ini adalah sesuatu yang tidak terlalu sulit, karena saya juga anggota IAGI, bahkan mantan pengurus. Ternyata semua hal ini tidak cukup untuk membuahkan hasil. Jadi sampai sekarang AAPG tidak punya afiliasi dengan organisasi apapun di Indonesia. Untuk info, IPA adalah rekan kerja AAPG yang sangat rekat, tapi tidak ada hubungan afiliasi. Alasan yang saya dengar adalah karena IPA bukan geoscientists organization, meskipun sangat kuat dengan professional divisionnya dan banyak anggota AAPG yang ikut IPA. - Pengurus Executive dari Indonesia Keikut sertaan orang Indonesia dalam organisasi AAPG masih kurang, jadi komunitas geoscientist Indonesia selanjutnya diwakili oleh orang asing. Dalam hal kaderisasi juga, tidak ada orang Indonesia yang dipilih untuk masuk dalam executive committee. Saya berharap dengan banyaknya generasi muda Indonesia sekarang, semakin banyak orang Indonesia yang duduk dalam pengurusan AAPG mendatang. - Funding Beberapa program tidak terdanai. Hal ini karena kami harus memberikan distribusi dana secara merata ke seluruh negara di Asia Pacific. Dukungan industri di tingkat regional juga sangat terbatas. Memang harus diakui tidak semua program berhasil dilakukan. Kami akan mencoba untuk mendapatkan dana yang lebih besar di tahun yang akan datang. Dalam pengurusan 2008-2011 saya masih punya fungsi sebagai Past President dan bertanggung jawab untuk ellection process tahun 2011 dan membentuk executive committee. Karena saya berdomisili di Belanda, rencananya saya akan mewakili Belanda di forum AAPG International (House of Delegates). Tahun ini saya duduk sebagai vice-chairman Petroleum Geologische Kring (Petroleum Geological Society). Saya akan minta Belanda untuk belajar dari sukses Indonesia. Salam, dan sekali lagi terima kasih untuk dukungan kawan-kawan semua. Herman Darman AAPG Asia Pacific Region Past President Shell International Exploration and Production B.V., The Netherlands * e-mail: [EMAIL PROTECTED] * Mobile: +31(0) 61097 2827 * Office: +31(0) 70447 5340 * Postal: SIEP B.V, Kessler Park 1, S-2100, 2288 GS Rijswijk, The Netherlands * Internet: http://asiapacific.aapg.org/

