Jadi ingat lagunya Kus Plus , "Tanah kita tanah surga batu dan kayu jadi
tanaman" Karena merasa punya tanahair yang "gemah ripah loh jinawi" tsb
makanya tdk perlu bersusah susah , cukup jual sana jual sini karena semua
sudah ada tinggal jual jualin tanpa mau memberikan nilai tambah thd barang
komoditi tsb.
Sebetulnya kalau komoditi SDA apakah Tambang atau Migas kalau diolah dikit
saja bisa menghasilkan produk turunan yg harganya jauh lbh tinggi , bahkan
kalau sama sama logam yg satu nempel di Bajay yg lain nempel di Mercy
menjadi sangat jauh perbedaan harganya.
Soal jualin "tanah air ' ini semua orang sdh tahu dan menyadari , cuma
ironisnya justru semakin gencar ditawar tawarkan ( dalam bentuk Blog /
KP/WKP sampai HPH dll )untuk menggali semua jenis SDA tanpa ada keharusan
untuk memberikan nilai tambah sebelum dijual padahal barang barang tsb tdk
akan busuk dan hilang dan Pasti aman kalau msh ada ditempatnya.
Yang jadi persoalan Harus dimulai dari mana , lha wong komoditi komoditi
tsb ( SDA) dijadikan pilar utama penunjang APBN . Kemarin pagi dalam sebuah
diskusi di Trijaya FM ada seorang Geologist yang pernah jadi Mensegneg
memberikan pernyatan bahwa sekarang ini yg dibutuhkan seorang pimpinan yang
berani mengambil resiko yg tentunya juga penuh perhitungan ( Ada yg berani
nggak ya untuk menghentikan semua penawaran penawaran baru untuk eksplorasi
/ eksploitasi SDA apapun , sebelum ada ketentuan baru yang betul betul dapat
memberikan nilai tambah thd SDA tsb dan yg sdh ada tdk diperpanjang kalau
sdh habis kontraknya )
Sekian dulu , mau ikut upacara Kemerdekan 17-8-2008 , MERDEKA....
ISM
----- Original Message -----
From: "Minarwan (Min)" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, August 16, 2008 12:48 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Material Industry vs "Tanahair" for sale
Persoalan penambangan timah di Bangka sana sebenarnya bukan hanya
karena penduduk di sana hendak menjual tanah air. Yang datang
menambang bukan hanya orang lokal, tetapi juga termasuk pendatang dari
Lampung dan rawa bagian timur Sumatera Selatan. Pemicunya sederhana
saja, manusia yang hidup butuh makan dan ingin punya uang, bahkan kaya
raya dengan secepat-cepatnya jika bisa.
Pertambangan timah di Bangka pun bukan baru berlangsung sejak 2 tahun
lalu, tetapi sudah puluhan tahun sejak sejak saya belum lahir. Jadi,
proses penjualan "tanah air" ini sebenarnya sudah berlangsung selama 1
generasi (minimal). Sayang sekali geologist kita baru sekarang
menyadari pentingnya untuk tidak menjual material logam yang mentah.
Seandainya para geologist, insinyur, pejabat dan petinggi perusahaan2
tambang BUMN sejak dulu mendesak pemerintah untuk mengembangkan
industri yang bisa mengolah mineral kita, mungkin kita tidak perlu
menyesali "tanahair" yang sekarang kita jual ini.
Salam
Minarwan
2008/8/14 <[EMAIL PROTECTED]>:
Bapak, Ibu & Sahabat sekalian ysh.,
Tengok saja di Bangka yang sudah dua dekade belakangan ini
sebagian penduduk yang menjual konsentrat kaseterit (mineral timah)
langsung dari tempat pendulangannya, sedangkan kita mengimport timah
patrinya! Biasanya pasir timah yang didulang masih mengandung air, dengan
demikian "Tanahair" for sale sudah berlangsung lama hingga kini!
Demikian
juga dengan bahan tambang lain, seperti bijih besi, nikel, tembaga,
kobalt, timah hitam, seng dll. Mengapa negara-negara diatas unggul ?
Mudah
saja "benefit" bagi yang mengolah mineral bisa diatas 70% dari negara
pengeksport bahan tambang! Benefit itu antara lain "added value", ,
berkembangnya industri dan teknologi berbasis bahan baku, pembukaan
rantai
lapangan pekerjaan, menghasilkan komoditi material baru dari berbagai
mineral dsb. Rantai pekerjaan industri baja seperti di Ruhr Gebiet Jerman
dimana gunting cap mata dibuat, bukan main panjangnya sehingga satu
kabupaten saja bisa menggantung hidup dari berbagai industri, termasuk
yang tidak berkaitan langsung "bajanya", misalnya industri katering,
delivery, jasa dsb. Bagaimana dengan negara yang hanya bisa mengekspor
"tanahair" ? Silahkan gigit jari saja! Sendok garpu stainless steel nan
murah meriah saja dan dijual di kaki lima Gasibu masih "made in china"!
Ironis memang! Bahan stainless steel atau disebut sebagai "ferro alloy"
mungkin Tanahair kita paling besar cadangannya! Logam penting pencampur
baja ini adalah Nikel dan Krom yang sudah sejak lebih dari 30 tahun
ditambang di di Sulawesi Selatan, Tenggara dan Tengah, dan baru-baru ini
di Halmahera serta Irian bagian utara. Dan hingga kini umumnya masih
menjual bahan mentah atau setengah jadi! Kapan kita sanggup memproduksi
stainless steel sendiri ? Indonesia memang tidak punya cadangan besi yang
besar, akan tetapi steel alloynya lebih mahal dan besi melimpah dinegara
Amrik, Australia, Afrika, India! Besi ummumnya terdapat pada benua yang
secara geologi berumur sangat tua, mineralisanya terdapat apad awal
pembentukan bumi, sekitar 4-2 Miliar tahun yang lalu. Sedangkan kepulauan
Indonesia jauh lebih muda terbentuknya. Namun demikian Tanahair rayuan
pulau kelapa ini "kaya" akan bahan galian industri mulai untuk
semikonduktor, superkonduktor, material elektronik, baja, keramik, bahkan
monazit dan zirkon untuk bahan nuklir dan dinding reaktor nuklir adalah
limbah dari penambangan pasir timah! Bahan untuk chip dikomputer dan HP
kita juga sangat "Kuaa..ya"! Tambang emas, tambang tembaga hanya
mengambil
satu hingga dua persen saja Au, Ag dan Cu dari bebatuan dan selebihnya
adalah limbah yang sebagian besar silika dan REE (Rare Earth Element)yang
bisa mengandung Ge, Nb, Nd dsb yang penting sekali untuk industri IT dan
energi! Sedikit saja Nd (Neodyn)dicampur pada besi magnet, maka tenaga
magnitnya berlipat ganda! Mahasisa elektroteknik ITB sempat terperangah
ketika saya mengajar geologi material elektronik! Dalam presentasi baru
mahasiswa mengerti bahwa negara kita kaya akan bahan semi hingga
superkonduktor! Tapi tidak satupun industri material elektronik ada
ditanahair!
Wahai Material- girls and boys Wake up! Bangunlah teknologi dan industri
metalurgi, material, baja, keramik dsb dari mineral-mineral Indonesia dan
di Indonesia! DON'T SALE "TANAHAIR" ANYMORE!
Salam
Andri S. Subandrio M.
--
Minarwan
-When one teaches, two learn-
GeoTUTOR: http://www.geotutor.tk
Blog: http://desaguadero.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
the use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------