Rekan2,

 

Pernyataan standar spt ini sering disalah-tafsirkan oleh para pejabat
birokrat daerah, dan juga masyarakat awam. Efeknya bisa bermacam-macam
(berdasar pengalaman nyata) spt (1) mereka menjadi getol mengundang investor
(dalam dan luar negeri), atau (2) terlalu "pede" menawarkan daerahnya shg
terkesan jual mahal, padahal level eksplorasinya masih "grass root" sekali
(3) resistensi tinggi (menolak) kegiatan eksplorasi dan pertambangan karena
apriori "merusak lingkungan".

 

Apa ya yang bisa kita lakukan ?? Sosialisasi lagi . dan lagi..barangkali?

 

Salam - Daru    

====================

 

Senin, 22 September 2008 | 14:56 WIB

MAKASSAR, SENIN - Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang memiliki tambang
emas terbesar di dunia yang hingga saat ini belum dieksplorasi. Padahal
potensi ini memberi kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan bagi
masyarakat.
   
Bahkan, kata ahli geologi dunia asal Malaysia, Datu Azis Chemor, pada
ekspose "Peluang Tambang Emas Sulsel" di ruang Rapim kantor Gubernur Sulsel,
di Makassar, Senin. Dalam peta pertambangan dunia, Sulsel merupakan sentra
jalur emas di dunia.
   
Ekspose potensi tambang emas Sulsel yang menjanjikan kehidupan masyarakat
yang lebih baik di masa mendatang dihadiri Gubernur Syahrul Yasin Limpo,
Wagub Agus Arifin Nu'mang, Bupati dan Wakil Bupati daerah tersebut.
   
Potensi tambang emas Sulsel tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Luwu, Luwu
Utara, Palopo, Luwu Timur, Tanatoraja, Pangkep, Barru, Bone, Jeneponto,
Takalar, Gowa, Maros, Selayar dan Wajo, perlu dijaga dan diawasi supaya
dapat diolah menjadi industri yang menjanjikan kehidupan yang layak bagi
warga di daerah itu.
   
Hanya saja, lanjutnya, untuk pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam
ini menjadi  emas maka harus dibangun industrinya yang investasinya cukup
besar, termasuk desain lokasinya, survey lapangan, studi kelayakannya dan
lainnya.
   
Menurut Datu Azis yang didampingi Edward Brennan, ahli pertambangan asal
Australia, kandungan emas yang tersimpan di perut bumi sedalam lebih kurang
200 meter banyak ditemukan dalam kawasan hutan lindung di daerah kabupaten
tersebut sehingga jika akan dikelola bisa berbenturan dengan instansi yang
menangani kehutanan.
   
"Bank Dunia takut mendanai tambang emas sebab banyak risikonya," ujarnya
seraya menambahkan, sudah banyak investor asing melirik potensi ini untuk
diolah menjadi industri emas.
   
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta para bupati dan anggota muspida
kabupaten/kota menjaga tambang emas yang banyak dijumpai di daerah ini
supaya orang-orang tidak masuk ke area kawasan hutan lindung yang banyak
menyimpan emas.

 

 

 

Kirim email ke