---------- Forwarded message ---------- From: Harry Eddyarso <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sun, 26 Oct 2008 09:12:47 +0700 Subject: RE: [Oil&Gas] 100 pakar diskusikan lumpur lapindo di London To: [EMAIL PROTECTED] Cc: Sugeng Hartono <[EMAIL PROTECTED]>, "Budhi, Swastioko (Singgar Mulia)" <[EMAIL PROTECTED]>, Budhi Suryanto <[EMAIL PROTECTED]>, Admin Migas <[EMAIL PROTECTED]>
Dear Mas Budhi (ada attachment Mas) & all, Biar beritanya balance, saya ada sedikit comment tentang berita di bawah ini: 1. Statement bahwa : "Para geolog international SEPAKAT bahwa.bla..bla..bla...dst " itu adalah statement dari Press Release yang dibuat oleh Lapindo Brantas Inc sendiri (coba lihat nama di bagian bawah Press Release terlampir). 2. Di sisi lain, Prof. Richard Davies dkk menyangkal "kesepakatan" tsb (lihat statement beliau di bawah ini). 3. Rasanya tidak lengkap bila mendiskusikan masalah Lumpur Lapindo hanya oleh para geolog saja tanpa dihadiri oleh para pakar drilling international. Apalagi masalah semburan Lumpur BP #1 adalah merupakan domain utama orang2 drilling. Sayangnya Dr. Rudi Rubiandini (mantan Ketua Team investigasi independent) sebagai salah satu co-author dari papernya Prof. Richard Davies tidak hadir di konperensi London tsb untuk memberikan counter statement. Apalagi data2 otentik sumur BP #1 yang blow-out itu sempat dianalisa oleh beliau atas permintaan Polda Jatim. 4. Setelah London conference, diskusi tentang Lumpur Lapindo akan berlanjut di Cape Town (Afsel) tanggal 28 October 2008 besok, dan kali ini akan dihadiri oleh Prof. Richard Davies dan beberapa wakil dari Indonesian DEC (Drilling Engineering Club). Team dari Lapindo most likely juga akan hadir lagi disana. Jadi, sebaiknya kita tunggu aja update terakhir dari Cape Town sometime next week. Komentar tambahan dari saya: Kayaknya polemik tentang lumpur Lapindo itu akan terus bergulir tanpa akhir, walaupun diskusinya udah dibawa ke level international sekalipun. Masing2 pihak, baik yang "pro bencana alam" maupun yang "pro akibat kesalahan pengeboran" akan tetap ngotot dengan opininya masing2. Lalu gimana solusinya?? Kita cuma perlu GOODWILL dari Pemerintah Indonesia untuk mengungkap akar permasalahannya secara tuntas berdasarkan data2 dan informasi otentik yang ada, sebelum kita dapat menentukan solusi penyelesaian yang tepat. Sebab, masalah lumpur lapindo ini sebenarnya murni masalah tentang teknis dan operasional. Kalo udah dibumbui dengan isu2 politis dan bisnis interest, maka semua data atau berita bisa diplintir2. Sebetulnya masih banyak informasi yang belum terungkap (masih ada fakta yang disimpan), namun mungkin sekarang belum saat yang tepat untuk konsumsi publik. Jabat erat, Harry Eddyarso - Moderator KBK "Bor" Note: 1. Mas Sugeng Hartono / Mas Nathan Mangiwa, please forward this email to IAGI mailing list. Thanks ya :-) 2. Di bawah ini adalah comment dari Prof. Richard Davies: _____ From: DAVIES R.J. [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, October 24, 2008 3:36 PM To: 3R; Richard Swarbrick; [EMAIL PROTECTED] Cc: Harry Eddyarso; [EMAIL PROTECTED]; Robin Lubron; Susila Lusiaga; Mustiko Saleh Subject: RE: London Conference All, this press release is from Lapindo....definitely not from me. Very, very keen to talk to you on Monday morning....I can show you my presentation and tell you of the Lapindo pressure plots. we need to work out where to meet. Richard _____ From: 3R [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Fri 24/10/2008 07:59 To: 'Richard Swarbrick'; DAVIES R.J.; [EMAIL PROTECTED] Cc: Harry Eddyarso; [EMAIL PROTECTED]; 'Robin Lubron'; 'Susila Lusiaga'; Mustiko Saleh Subject: Fw: London Conference Dear Davies and All, Press Release attached was from you or Lapindo ? Btw, we will arrive on Monday morning in Cape Town. Regards, Rudi Rubiandini R.S. ================ _____ From: Admin Migas [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, October 25, 2008 7:51 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Oil&Gas] 100 pakar diskusikan lumpur lapindo di London Ini hasil dari pertemuan tersebut. Adakah anggota yang bisa membantu membantu memberikan keterangan lebih lanjut dari berita di bawah ini, korelasi antara kesepakatan bahwa peristiwa ini adalah mul volcano dengan pernyataan bahwa semburan lumpur itu dipicu oleh kegiatan pengeboran sumur BJP I, dan lumpur bukan disebabkan oleh underground blowout. Kok korelasi dengan gempa bumi tidak disebutkan yah dalam konferensi ini. Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, Kata Geolog Internasional Jakarta (ANTARA News) - Para geolog internasional sepakat bahwa semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur adalah "mud volcano" yang merupakan produk remobilisasi sedimen dan aliran fluida di wilayah cekungan bumi yang lemah, karena itu semburan itu tidak bisa ditutup. Untuk itu, harus segera ada kerja sama dan saling berbagi data agar penyimpulan pemicu semburan lumpur itu menjadi benar, kata Dr. Christopher Jackson, geolog dari Imperial College London, seperti dikutip siaran pers Lapindo Brantas Inc di Jakarta, Rabu. Kesepakatan itu muncul dalam konferensi bertema "Subsurface Sediment Remobilization And Fluid Flow in Sedimentary Basins" yang diselenggarakan The Geological Society di London, Inggris, Rabu. Dalam siaran pers itu dikatakan, selama ini, beberapa geolog internasional seperti Richard Davies dari University of Durham, Inggris, Mark Tingay dari University of Adelaide, Australia, dan Michael Manga dari University of California, Berkeley, AS, menyimpulkan bahwa semburan lumpur itu dipicu oleh kegiatan pengeboran sumur Banjar Panji I (BJP I) milik Lapindo Brantas Inc. Davies juga yakin bahwa lumpur itu adalah sebuah "mud volcano" yang merupakan hasil remobilisasi sedimentasi laut jutaan tahun lalu. Dalam konferensi tersebut, geolog PT Energi Mega Persada, Bambang Istadi, yang menjadi pembicara asal Indonesia, menegaskan bahwa semburan lumpur itu bukan disebabkan oleh "underground blowout"."Ini berdasarkan empat fakta yang ada pada data autentik yang dimiliki Lapindo," kata Bambang. Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur dan sonan selama 50 hari terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak fenomena "blowout". Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur adalah 140 derajat F, sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru 200 derajat F. "Ini membuktikan bahwa sumur tidak terkoneksi dengan lumpur yang menyembur. Juga berdasarkan tes sonan tidak ada suara bising di dalam sumur," jelas Bambang. Fakta-fakta berikut yang diungkapkan Bambang adalah tidak ada luberan, gas, "steam" (uap air), ataupun lumpur yang keluar dari sumur BJP ketika dibuka. Kemudian, melalui proses "re-entry" diketahui bahwa mata bor tidak jatuh, walau semburan yang berjarak 200 meter dari sumut BJP I, itu sudah berlangsung satu setengah bulan. "Bila terjadi underground blowout, pasti mata bor itu jatuh karena material lumpur yang keluar sudah jutaan ton," ungkap Bambang seeprti dikutip siaran pers itu. Fakta lain yang diungkap Bambang adalah tidak ditemukan "systhetic oil based drilling" dalam tes diberbagai titik survei semburan. Salam, Budhi S. ----- Original Message ----- From: "hollyghozi" < <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]> To: < <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, October 22, 2008 6:59 PM Subject: Re: [Oil&Gas] 100 pakar diskusikan lumpur lapindo di London > Rabu, 22 Oktober 2008 00:01 WIB > 100 Pakar Diskusikan Lumpur Lapindo > LEBIH dari 100 pakar geologi dari berbagai universitas ternama di dunia, > termasuk Indonesia, mengadakan pertemuan dua hari mulai kemarin di London > untuk mendiskusikan fenomena semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. > Hal tersebut disampaikan pakar dari Universitas Durham, Dr Richard Davies, > dalam jumpa pers di London, Senin (20/10), terkait dengan konferensi > internasional para ahli kebumian internasional dengan tema *Subsurface > sediment remobilization and fluid flow in sedimentary basins*. > Menurut salah satu peserta dari Indonesia, Sunaryo Suradi kepada *Antara*, > Dr Davies yang berinisiatif menyelenggarakan jumpa pers itu mengatakan > lumpur Sidoarjo akan dibahas secara profesional keteknikan dengan data-data > hasil penelitian terkini. > Sebanyak 40 pakar berkesempatan bicara dalam dua hari tersebut. Pada hari > pertama, 22 pakar kebumian akan mempresentasikan makalah yang fokusnya > mempertanyakan mengapa sedimentasi di cekungan bawah tanah menjelma reaktif > dan menyembur. > Konferensi itu, yang disponsori perusahaan minyak BP, Chevron, > ConocoPhilips, DONG Energy, Oilexco, Shell, dan StatoilHydro juga dihadiri > Prof Dr Michael Manga dari Universitas California, Berkeley, Richard > Swarbrick Geopressure Technology dan Dr Bambang Istadi, pakar geologi yang > bekerja pada PT Energy Mega Persada sebagai pembicara. Profesor Svensen dari > Universitas Oslo sebagai pembicara kunci dalam acara itu. > Sunaryo mengatakan semburan lumpur Sidoarjo sangat menarik perhatian pakar > dunia dan hingga sekarang belum ada penjelasan tentang penyebab dan asal > air, tekanan, volume, dan material lumpurnya. > "Acara pertemuan pakar geologi dunia ini sangat menarik dan penting bagi > masa depan Porong, Jawa Timur," katanya. > Dalam konferensi pers itu, suasana sempat memanas dan saling pamer analisis. > Dr Davies, misalnya, menyatakan bahwa temuannya menggunakan data asal > Lapindo sendiri. > Namun, pernyataannya itu langsung disanggah dan dipertanyakan oleh Dr > Sawolo, kepala *drilling* Sumur Banjar Panji (BJP I). "Data mana dan dari > mana otorisasi untuk mendapat data itu, karena Lapindo merasa tidak pernah > memberi data," bantahnya. > Yuniwati Teryana, Wakil Presiden PR Lapindo Brantas Inc, juga mengatakan ia > tidak pernah dimintai konfirmasi oleh Davies tentang data tersebut.*(N-1)* [Non-text portions of this message have been removed] -------------------------------------------------------------------------------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... -------------------------------------------------------------------------------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

