kebetulan lagi seneng2nya motret alam dengan citra dinamika tinggi,
tapi apa daya butuh dinamika tinggi juga untuk ke sana

sigh

*yang lagi di pulau penuh sungai dan batubara*

On Thu, Nov 20, 2008 at 12:13 PM, yanto R.Sumantri <[EMAIL PROTECTED]>wrote:

>
>
> Selamat berjuang untuk KRCB , semoga tetap teguh memperjuangkan
> aspirasinya demi kelestarian  Alam Parahyangan.
> Mang Okim , saya
> kira  , dan saya percaya ini bukanlah USAHA TERAKHIR  dari KRCB
> , bukankah perjangan tidak mengenal menyerah !!!!
> SEMOGA
>
> Si Abah
>
> _________________________________________________________________________
> Rekan-rekan ecinitla Saingkungan  yanmg budiman  e,
> >
>
> > Di suamtu sore di bulaon Oktober 2008, dalam perjalanan pulang
>  dari Cianjur
> > ke Bandung, mang Okim sempat tertegun  menyaksikan
> kawasan bukit kapur
> > Citatah yang terkesan porak poranda. Ingatan
> mang Okm  melayang ke masa
> > lalu , ketika kawasan ini masih  utuh
>  dan mampu memberikan perasaan
> > tenang  kepada para pengendara
> mobil yang menuju Bandung karena mereka
> > seolah diberitahu bahwa
> tidak lama lagi  akan segera tiba di Kota Parijs
> > van Java.
> Kumpulan bukit-bukit kapur atau karst Citatah ini pada saat itu
> >
> benar-benar berfungsi penuh sebagai Landmark atau Ciri Bentang Alam
> yang
> > sangat khas untuk kawasan Bandung Raya.
> >
> > Ketika mang Okim menjelajah kawasan ini  tahun 1970 - 1972 dalam
> rangka
> > penerbitan peta geologi bersistim Lembar Cianjur  skala
> 1/100.000, tak
> > terbayang di benak mang Okim bahwa kawasan
> tersebut suatu hari kelak akan
> > menjadi sebuah ruang pameran
> raksasa yang mempertontonkan keserakahan dan
> > kerakusan manusia
> dalam mengeksploitasi  sumber daya alam yang tak
> > terbarukan.
> Penggunaan bahan peledak, back-hoe, traktor, truk, dan alat
> >
> berat lainnya yang menurut ketentuan setempat dilarang, ternyata sejak
> > lebih satu dasa warsa terakhir  seolah bebas beraktifitas.
> Akibatnya,
> > seluruh bukit kapur Citatah terancam punah, beberapa
> di antaranya bahkan
> > telah rata dengan tanah.
> >
> > Di tahun 2000, ketika Situs Gua Pawon yang mengandung ribuan
> artefak
> > prasejarah ditemukan oleh Kelompok Riset Cekungan
> Bandung ( KRCB ),  mang
> > Okim mengira bahwa temuan tersebut akan
> mampu menghentikan kegiatan
> > eksploitasi bukit-bukit kapur di
> sekitar lokasi Situs Gua Pawon. Keyakinan
> > ini yang diperkuat
> lagi dengan ditemukannya 4 tengkorak dan kerangka
> > manusia
> prasejarah oleh team Balai Arkeologi Bandung ternyata meleset,
> >
> eksploitasi batu kapur malah semakin meraja lela dan pabrik-pabrik kapur
>
> > bermunculan .
> >
> > Lomba foto sebagai upaya
> Penyelamatan  Kawasan Karst Citatah
> >
> > Upaya
> penyelamatan bukit-bukit kapur di sekitar Situs Gua Pawon sebetulnya
> > telah dilakukan oleh KRCB dengan sangat intensif antara lain
> melalui
> > audiensi ke para pejabat di instansi terkait ( sampai ke
> Menteri Budpar )
> > , artikel di banyak media cetak, penayangan di
> beberapa media elektronik,
> > saresehan, loka karya, dan bahkan
> penerbitan beberapa buku oleh KRCB
> > seperti Menelusuri Jejak
> Manusia Sunda Purba dari Gua Pawon ( 2001 ) dan
> > Amanat Gua Pawon
> ( 2004 ).  Upaya tersebut ternyata bagaikan anjing
> > menggonggong
> , kafilah tetap berlalu,  alias tidak membuahkan hasil - - -
> > ta'
> iya.
> >
> > Mencermati kegagalan tersebut di atas, maka KRCB
> berinisiatif untuk
> > melaksanakan  lomba foto sebagai upaya
> terakhir dalam membangun kesadaran
> > kolektif yang tujuannya
> mencegah kerusakan dan penghancuran total Kawasan
> > Karst Citatah
> dengan Situs Gua Pawonnya. Lomba foto "Selamatkan Karst
> >
> Citatah " ini yang temanya " Merekam Wajah Karst Citatah Dalam
> Perspektif
> > Fotografi " ternyata mendapat sambutan spontan
> dari banyak pihak antara
> > lain Direksi Pikiran Rakyat, Rotary
> Club Bandung, Museum Geologi, LIPI (
> > International Year of
> Planet Earth ), IAGI Pengda Jabar dan Banten,
> > TekMIRA,
> Kabupaten Bandung Barat, Air Photography Communications, dan
> >
> lain-lain. Hadiah totalnya direncanakan sebesar Rp 21.000.000,- (
> > sebagian telah terkumpul ), ditambah dengan beberapa  trophy dan
> > cenderamata batumulia untuk para pemenang dan Dewan Juri.
> >
>
> > Sehubungan dengan Lomba Foto ini, maka pada hari Minggu , 23
> Nopember 2008
> > pukul 9.00, seluruh peserta lomba foto yang telah
> dan akan mendaftar ,
> > akan diberikan pembekalan oleh KRCB
> bertempat di Aula Pikiran Rakyat, Jl.
> > Asia Afrika 77 Bandung.
> Bagi anggota IAGI atau keluarga yang berminat ikut
> > serta dalam
> lomba foto ini bisa mendaftar ke Air Photography
> > Communications,
> Jl. Taman Pramuka 181 Bandung Telpon 022-70160771, Email :
> >
> [EMAIL PROTECTED] / website : www.fotografibergerak.com .
> >
> > Semoga Lomba Foto ini yang merupakan salah satu upaya
> terakhir dalam
> > menyelamatkan Kawasan Karst Citatah dengan Situs
> Gua Pawonnya diridhoi dan
> > diberikan kemudahan serta hasil
> positif oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,
> > Amiiin.
> >
> >
> Salam Cinta Lingkungan dan Cinta Situs Prasejarah,
> > Mang Okim (
> KRCB )
> >
> > Keterangan Gambar :
> > Kawasan karst
> Citatah dengan Pasir Bancana dan Pasir Masigit yang sudah di
> >
> ambang kehancuran.  Situs Gua Pawon terletak tidak jauh dari Pasir
> Masigit
> > ( sebelah kanan ).
> >
> >
>
>
>  --
> _______________________________________________
> Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate
> jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.
>



-- 
Visit http://www.strivearth.com and be entertained

Kirim email ke