Ibu sri ahayu Djajadi adalah isteri dari Bapak Alm Djajadi, seorang ahli
dan tokoh volkanologiIndonesia

Salam: Untung Sudarsono


> Rekan-rekan yang budiman,
>
> Tiga tahun yang lalu, 4 Juli 2005, saya pernah memosting sebuah kisah
> nyata berjudul : Batu Nisan dari Isteri Tercinta ( teks di bawah ). Dalam
> kisah ini diceritakan tentang kesetiaan seorang isteri yang setelah 23
> tahun ditinggal suaminya dan dalam kondisi fisik yang sudah tidak berdaya,
> masih berusaha untuk menyenangkan almarhum suaminya dengan cara berupaya
> mencarikan batu nisan yang  dirasa cocok dengan selera  suaminya
> tercinta.
>
> Tanggal 27 Januari 2008, saya dan neng Ai masih sempat ikut merayakan
> Hari Ulang Tahun beliau yang ke 75 di rumah kediaman puteri beliau di
> Komplek Cigadung , Bandung ( lihat gambar di bawah ).  Walaupun kondisi
> beliau sudah sangat repot,  beliau masih antusias dalam menyanyikan lagu
> Taubatan Nasuha yang saya pimpin.
>
> Pagi ini saya menerima  berita tentang telah meninggalnya Ibu Sri Rahayu
> Djajadi pada sekitar pukul 10.00 di RS Hasan Sadikin Bandung. Jenazah
> Almarhumah akan dikebumikan besok pagi pukul 10.15 di samping pusara suami
> beliau di Komplek Pemakaman Sirnaraga di Jln. Pajajaran, Bandung. Tadi
> siang,  saya dan neng Ai sempat melayat ke rumah duka dan membawa kembali
> batu nisan yang selama ini disimpan dengan baik oleh Almarhumah, untuk
> dilengkapi dengan tanggal meninggalnya Almarhumah.
>
> Semoga perjalanan Almarhumah menghadap Sang Khaliq dilancarkan,
> dosa-dosanya diampuni, dan amal ibadahnya diterima oleh Yang Maha Pencipta
> . Dan semoga almarhumah dapat dipertemukan dengan Almarhum suaminya yang
> sangat dicintainya di alam barzah. Allahumma Firlahaa, Warhamhaa,
> Wa'aafihii Wa'fuanhaa ( Ya Allah, ampunilah dia, beri rahmat dan
> sejahterakanlah dia, serta maafkanlah dia ). Amiiin.
>
> Salam duka,
> Miko
>
> Miko wrote :
> Sent: Monday, July 04, 2005 6:39 PM
> Subject:  : BATU NISAN DARI ISTERI TERCINTA
>
> Rekan-rekan dan para sahabat yang budiman,
>
> Bapak Djajadi Hadikusumo adalah seorang ahli geologi dan vulkanologi
> terkemuka di Indonesia . Beliau yang merupakan salah satu dari 6 pendiri
> Ikatan Ahli Geologi Indonesia ,  pernah menjabat sebagai Direktur
> Direktorat Vulkanologi Bandung dan meninggal dunia pada tahun 1982 dalam
> usia 59 tahun. Beberapa bulan yang lalu, isteri almarhum , Ibu Djajadi (
> Sri Rahayu ), menelpon saya : "  Dik Miko, maaf  ya  saya mengganggu .
> Suami saya meninggalkan koleksi batuan yang cukup banyak. Anak-anak tidak
> ada yang tertarik, kalau dik Miko mau boleh diambil". Mendapatkan tawaran
> tulus tersebut, saya menjadi salah langkah :" Bu, apa tidak sebaiknya
> diserahkan ke kantor atau kolega Bapak agar lebih manfaat ?"  Beliau
> menjawab :" Tidak dik Miko, untuk dik Miko saja ! Hanya kalau mungkin,
> saya ingin dibuatkan batu nisan untuk Bapak yang terbuat dari batu alam !
> Sebagai mantan junior Almarhum, saya spontan menjawab :" Bu, biarlah
> koleksi batuan Bapak disimpan saja, nanti saya buatkan batu nisan khusus
> untuk Bapak, dan Ibu tak usah membayar!"
>
> Beberapa hari kemudian, Ibu Djajadi datang ke rumah saya membawa koleksi
> batuan yang tersusun dalam 5 kotak terbuat dari papan kayu. Beliau membawa
> juga oleh-oleh anggur dan kue-kue. Pada usia yang telah 72 tahun ( lebih
> muda 10 tahun dari Almarhum ), wajah beliau masih tampak ayu, hanya
> penglihatan beliau yang telah terganggu akibat diabetes. Beliau berpesan
> :" Dik Miko, kalau boleh, Ibu ingin juga dibuatkan batu nisan untuk Ibu
> sendiri!" Dalam keharuan, saya langsung menjawab:" Baik Bu, nanti saya
> buatkan satu pasang, Ibu tak usah repot-repot  memikirkan biayanya.
>
> Eksplorasi Bahan Mentah
> Sebagai seorang ahli geologi, saya mencoba mencari tahu tentang jenis batu
> kesenangan Pak Djajadi. Saya mencari keterangan ke kolega dan mantan
> bawahan beliau. Saya tanyakan apakah ada koleksi beliau di kantor yang
> cukup besar untuk dijadikan batu nisan ( koleksi yang diserahkan ke saya
> ukurannya kecil-kecil dan lebih bersifat pribadi dan ilmiah ). Ternyata
> tak seorangpun yang bisa membantu. Waktu sangat cepat berlalu, dan
> beberapa kali Ibu Djajadi menanyakan tentang batu nisan tersebut.
> Sebetulnya telah ada beberapa pilihan, tetapi selalu tidak sesuai di hati,
> entah bentuk  ataupun jenisnya. Akhirnya pada hari Minggu pagi,  2
> Januari  2005,  saya mengajak dik  Ai,  isteri  saya,  untuk hunting ke
> lapangan. Di kilometer 26 jalan raya Bandung-Cianjur, saya melihat
> tumpukan batu belah yang saya yakin pasti disenangi   Pak   Djajadi  (
> batuan  vulkanik   jenis  andesit  ).  Sesuai dengan keterangan penduduk,
> kami berdua menyewa sepeda motor ojek  ke komplek perbukitan  yang
> terletak  beberapa kilometer di selatan jalan raya. Di suatu bukit
> terisolasi yang bernama Bukit Tanggulun, terlihat kegiatan penggalian
> batu.  Hati saya langsung bersorak karena alhamdulilah, batuan yang saya
> cari selama lebih 6 bulan ternyata ada di penggalian tersebut. Pada hari
> itu juga saya laporkan berita gembira tersebut ke Ibu Djajadi.
>
> Oleh-oleh Kamera Digital
> Beberapa hari kemudian, salah seorang putera Pak Djajadi beserta
> keluarganya datang ke rumah saya untuk melihat sepasang batu nisan
> tersebut. Dibawanya oleh-oleh, sebuah kamera digital yang harganya pasti
> mahal. Sayapun spontan menanggapi :" Wah Mas, bagaimana ini. Saya
> benar-benar tulus ingin memberikan yang terbaik untuk Bapak dan Ibu !
> Walaupun demikian, saya tak  kuasa menolaknya karena pasti akan
> memberatkan pikiran Ibu Djajadi.
>
> Bulan lalu, batu nisan untuk Pak Djajadi telah terpasang dengan gagah di
> pusara beliau. Di sebelahnya, terlihat pusara kosong yang dipersiapkan
> untuk Ibu Djajadi. Beberapa hari yang lalu, Ibu Djajadi berpesan agar batu
> nisan beliau dapat segera ditulisi lengkap dan hanya tanggal wafatnya saja
> dikosongkan. Karena beliau ingin melihat batu nisan tersebut, maka
> karyawan saya membawanya ke rumah beliau. Permintaan pertama beliau adalah
> ingin memangku batu nisan tersebut yang tentunya tidak mungkin karena
> beratnya yang lebih 50 kg. Beliau hanya mampu merabanya saja sambil
> mengucurkan air mata, karena ternyata penglihatan beliau sudah kurang
> berfungsi dengan sempurna.
>
> Harapan
> Semoga kisah nyata di atas dapat mempertebal kasih sayang  dan cinta kita
> kepada isteri kita masing-masing. Waktu penantian selama 23 tahun , dalam
> kesendirian, bukanlah waktu yang singkat. Sampai menjelang akhir
> penantiannya, dalam kondisi fisik yang sudah tidak berdaya, Ibu Djajadi
> masih berusaha untuk menyenangkan hati suaminya yang telah tiada. Tak
> banyak Bapak-bapak yang mampu bertahan seperti halnya Ibu Djajadi dan
> Ibu-ibu lainnya, mungkin karena kodratnya. Walaupun demikian, selagi Tuhan
> masih memberikan kesempatan hidup berdampingan, alangkah indahnya kalau
> kita dapat selalu berusaha menyenangkan dan menggembirakan hati isteri
> kita masing-masing. Dan semoga Tuhan selalu memberikan petunjuk dan jalan
> agar kita dapat melaksanakannya dengan tulus dan ikhlas.  Amiin.
>
> Salam,
> Miko
>
> Keterangan gambar:
> Walaupun sudah tidak dapat melihat, Ibu Sri Rahayu Djajadi masih berusaha
> untuk meniup lilin HUTnya yang ke 75.  Beliau meninggal dunia pagi ini
> pukul 10.00 di RS Hasan Sadikin Bandung dalam usia hampir 76 tahun ( pada
> 27 Januari 2009 nanti ).
>
>
>
>
>
>
>
>
>



--------------------------------------------------------------------------------
serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
* mungkin di semarang
* mungkin pula di solo
* mungkin juga join dg HAGI dll.
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke