Selamat tahun baru 2009. ..... Semoga tahun depan krisis energi bisa dikurangi.

RDP
================================
Krisis energi masih jadi potret 2008
        
Ditulis oleh Ali
Rabu, 31 Desember 2008 08:42

"Departemen ESDM menyumbang 36% penerimaan nasional." Itulah ungkapan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro pada siang
hari 30 Desember 2008, sesaat sebelum menghadap Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono. ada 2008. sektor ini telah menyumbang seba-n y a k
Rp346,35 triliun dari total penerimaan negara dalam APBN sebanyak
Rp962.48 triliun. Kontribusi itu memang lebih baik dari 2007 yang
menyumbang Rp225,21 triliun dari Rp708,49 triliun, atau 30%.

Lonjakan harga minyak tampak jelas pengaruhnya pada penerimaan sektor
energi. Setelah terpeleset pada 2007 akibat turunnya produksi,
penerimaan migas melonjak tajam menjadi Rp303.07 triliun atau 87,5%
dari total penerimaan sektor. Jumlah itu naik 62,4% dari penerimaan
migas tahun lalu yang hanya sekitar Rp 186,64 triliun.

Di urutan kedua, pertambangan umum memberikan penerimaan se-bamak
Rp42,12 atau lebih tinggi dari rencana sebanyak Rp40 triliun. Bila
dibandingkan dengan tahun lalu, penerimaan pertambangan umum tahun ini
naik 12,8%. Padahal, harga komoditas tambang mengikuti tren harga
minyak.

Itu karena tiga bulan terakhir harga anjlok dan membuat produsen
tambang mengurangi produksi" imbuh Dirjen Mineral, Batu bara, dan
Panas Bumi Departemen ESDM Bambang Setiawan.

Sembilan bulan tahun ini turbulen-si ekonomi terjadi luar biasa kuat
Pumomo dengan sedikit bernostalgia mengatakan hal itu hampir mirip
dengan keadaan pada 1973. Harga energi melonjak tajam dalam waktu
singkat, walaupun kemudian nyung-sep dalam waktu tak kalah cepat

Turbulensi itu, tuturnya, tak pelak juga berpengaruh pada realisasi
investasi di sektor energi dan mineral tahun ini. Dari sekitar USS21
miliar investasi yang ditargetkan, hingga tayangan kilas balik itu
dimainkan kemarin, realisasi investasi diper-kirakan tidak berubah
dari le\d USS18.63 miliar.

Ada sisa sekitar USS2 miliar yang sap belum tahu apa itu memang tidak
ada tambahan, atau belum dilaporkan," katanya.

Angka-angka itu mengalir seiring dengan ketergesaan Pumomo menghadap
Presiden, yang konon membahas kemungkinan penurunan harga BBM sebagai
kado tahun baru. Mungkin karena ketergesaan itu pula sang menteri lupa
menge\-aluasi nilai-nilai nonstatistik yang terjadi sepanjang tahun
ini krisis energi domestik.

Pumomo hanya menyinggung sekelumit cerita mengenai sfldus 1973 yang
sudah kesekian kalinya diwaca-nakannya ketika Bisnis meminta
penjelasannya soal berbagai krisis, krisis listrik, BBM, dan juga
elpiji di masyarakat.

Krisis listrik terparah

Pada Desember 2007 hingga akhir Januari PLTU Tanjung Jati B tiba-tiba
kekurangan pasokan batu bara sehingga gagal memproduksi listrik dengan
kapasitas optimal.

Krisis listrik pada awal tahun dimulai dan Ali Herman Ibrahim yang
kala itu menjabat Direkrur Pembangkitan dan Energi Primer PLN, harus
dicopot dari posisinya karena dianggap gagal mencegah terjadinya
krisis itu.

Pencopotan itu temyata ndak tok-cer menjadikan listrik pulih, krisis
listrik berlanjut. Tingginya harga BBM industri, termasuk solar untuk
pembangkit diesel memperparah krisis karena industri mulai
berbondong-bondong ingin menikmati listrik bersubsidi PLN.

Kapasitas daya tak bertambah, pertambahan beban dalamjumlah besar tak
tertahan, jebollah ketahanan listrik nasional. Jawa-Bali yang kerap
disebut anak emas oleh saudara di luar kedua pulau itu, akhirnya ikut
merasakan bagaimana listrik byar pet se-tiap hari secara bergiliran.

PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang menggilir pemadaman listrik
di sebagian wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Bekasi mulai 3
Desember 2007 hingga akhir Januari 2008. Terganggunya pasokan batu
bara di lima PLTU berkapasitas total 3.175 MW sejak pertengahan
Februari akibat gangguan cuaca, memperparah krisis.

Memasuki Mei. ketika harga minyak semakin mendekati level puncaknya,
giliran tiga PLTGU, Muara Tawar, Grati, dan Tambak Lorok bermasalah
karena kehabisan BBM. PLN yang diprediksi meraih laba operasional
Rp600 miliar tahun ini, hampir kembali tergelincir masalah batu bara
pascaterungkapnya skandal utang IPP PLTU Cilacap, PT Segara Sumber
Prima, kepada PT Adaro Energi Tbk. dkk, yang hingga kini masyarakat
tidak tahu pasti bagaimana bentuk pe-nyelesaian persoalan yang juga
sempat mengganggu pasokan listrik itu.

Krisis listrik dinyatakan terus berlanjut di Jawa-Bali menyusul belum
tuntasnya perbaikan PLTU Paiton 8 dengan kapasitas 600 MW. Krisis
listrik yang beriringan dengan lonjakan harga BBM melahirkan konsesus
bersama antara PLN dan industri konsumen untuk menerapkan skema libur
bergilir industri dan penerapan tarif khusus, yang dibingkai dalam
surat keputusan bersama lirna menteri yakni Menperin, Meneg BUMN,
Menteri ESDM, Mendagri, dan Menakertrans.

Pemerintah menyebut semua persoalan itu bermuara pada tipisnya
cadangan daya pembangkit, yaitu kurang dari 20%. akibat tidak adanya
investasi listrik pascakrisis. Mengenai persoalan ketahanan energi
primer untuk pembangkit, yang setidakna bisa memperbaiki kondisi bila
itu terjadi, agaknya belum menjadi priori-tas pemerintah. Regulasi DM0
dan harga patokan batu bara untuk kebutuhan domestik, akan tertunda
hingga semester pertama 2009.

Krisis BBM dan elpiji

Di luar Jawa, sudah jamak terjadi harga eceran BBM dan elpiji di atas
harga ketentuan pemerintah. Yang penting buat mereka adalah bagaimana
BBM dan elpiji itu tersedia, seberapa pun mahalnya.

Namun. harapan tinggi masyarakat agaknya belum bisa terwujud dalam
waktu dekat. Elpiji contohnya, bahkan di Pulau Jawa pun kelangkaan
elpiji bisa terjadi begitu parah, saking parahnya elpiji 3kg pun harus
dibeli masyarakat seharga Rp25.000 per tabung dari harga ketentuan
Rpl2.750 per tabung.

"Pertamina hama mengendalikan harga di tingkat eks Pertamina. Kalau
sudah di pasar sekunder itu sudah berlaku mekanisme pasar," kilah
Dirut Pertamina Arie Hemanto Soemarno.

Kelangkaan elpiji menjelang akhir tahun terjadi akibat kombinasi
sebab, perbaikan kilang Balongan, kerusakan kilang Cilacap, penimbunan
stok oleh oknum agen, dan program konversi elpiji "ang melesat di luar
batas perkiraan sementara infrastruktur belum memadai.

Fakta itu sangat disayangkan karena kelangkaan elpiji dan melesat
harga yang ditimbulkan justru puncaknya terjadi pada saat harga pasar
elpiji (Contract Price CP Aramco) jatuh dari posisi USS800 per ton
pada Oktober menjadi hanya USS390 per ton pada November, dan USS337.5
per ton pada Desember.

Elpiji kemasan 12 kg juga sempat langka akibat peralihan konsumen 50kg
ke 12 kg pascapengumuman kenaikan harga elpiji kemasan 50 kg sejak
Januari.

Pada saat bersamaan, masyarakat pengguna baru elpiji 3 kg, juga
beralih ke 12 kg karena efisiensi bahan bakar itu. Konon konsumsi
elpiji melonjak 600% akibat konversi yang terialu suksesitu.

Akan tetapi benarkah lonjakan itu tidak terduga, sedangkan target
konversi minyak tanah ke elpiji sudah dicanangkan sejak 2007? Atau ada
masalah lain?



Sumber :  Bisnis Indonesia

-- 
Dongeng baru :
- 
http://rovicky.wordpress.com/2008/12/23/prediksi-harga-minyak-perlu-tahu-walaupun-selalu-salah/
- 
http://rovicky.wordpress.com/2008/12/23/hanya-dengan-pengetahuan-kita-dapat-merubah-palak-menjadi-pajak/
- 
http://rovicky.wordpress.com/2008/12/21/kreatif-itu-bakat-atau-bisa-dipelajari-creative-mindset/

--------------------------------------------------------------------------------
serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
* mungkin di semarang
* mungkin pula di solo
* mungkin juga join dg HAGI dll.
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke