Junrial,
 
1. a. Leverett J-function digunakan untuk membuat korelasi tunggal 
mengektrapolasikan data tekanan kapiler untuk litologi yang sama tetapi 
memiliki parameter petrofisika (permeabilitas, porositas dan kebasahan) yang 
berbeda. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa tingkat saturasi hanya ditentukan 
oleh tekanan kapiler saja. J-function tidak akan memberi solusi tunggal jika 
kita bekerja dengan litologi yang berbeda. Alasan menggunakan J-Function adalah 
untuk memudahkan reservoir engineer memodelkan saturasi di dalam reservoir 
simulation. Karena umumnya data saturasi yang dipakai diperoleh dari korelasi 
(mathematical correlation).
 
1. b. Weighted Average yang 2D biasanya berdasarkan ketebalan (Thickness 
Weighted Average) dan luas (Area Weighted Average). Untuk yang 3D, pakai volume 
(Area - Thickness Weighted Average). Kalau kita bekerja di log domain maka 
Thickness Weighted Average Sw yang dipakai.
 
2. a. Rekonsiliasi terbaik adalah hasil diskusi dengan reservoir engineer, 
petrophysicist, geologist dan core analyst. Sebelum dibawa ke tingkat yang 
lebih tinggi, ada baiknya pendekatan-pendekatan tersebut dicoba di zone air, 
yang benar-benar 100% air formasi, di bawah Free Water Level. Seharusnya semua 
metode menunjukkan hasilnya Air. 
 
Kalau di zone air hasilnya sama (air), tapi di zone reservoir Sw-nya beda! 
Sekarang coba periksa lagi. Apakah log datanya sudah dikoreksi dengan benar? 
Apakah resistivitas (Laterolog atau Induction) yang dipakai sesuai untuk 
kondisi sumur? Apakah log resistivitas perlu di-inversi untuk sumur yang "high 
angle"? Apakah metode yang digunakan untuk menghitung Sw dari log sudah tepat 
(Shaly Sand, Carbonate, Clean Sand)? Apakah parameter-parameternya (m, n, a, 
CEC, grain density, dll.) sudah dikalibrasi terhadap core data. Apakah 
salinitas air formasi (sampled atau calculated) dan temperatur reservoir sudah 
dikoreksi? Kalau semua, termasuk core data (phi, perm, kebasahan, Swi, Pc) 
sudah "benar" maka keputusan akhir ada di team (executive decision). 
 
2.b. "The ultimate solution is a well test" 
 
 -bg
 

________________________________

From: Junrial Huzaen 
Sent: 05 January 2009 07:06
To: Gumilar, Bambang
Subject: J Function


Halo mas Bambang,

Mudah2an masih inget sama saya. mudah2an juga masih boleh nanya2.   pengen 
nanya soal j-function:

1. Apa aja alasan menggunakan j-function method? apakah untuk generate 
Sw-weighted berdasarkan GRV dan depth?
2. seandainya ada perbedaan antara log sw dan sw dari j-function, apakah selalu 
karena parameter di j-function yg kurang bener? gimana kalo ternyata log sw yg 
kurang bener, gimana cara ngecek yg bener yg mana?

trims banget yah....

-- 
JCH
------------------------------------------------
Feel good Do better Get the best



      Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Lengkap dengan segala yang Anda sukai 
tentang Messenger! http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke