Syaiful dan Awang, Kalau diperlukan saya bersedia untuk ikut team penulisan buku Kesan dan Pesan Ahli Geologi senior ini. Senior itu relatif.. siapa senior terhadap siapa, dan dalam hal apa. Senior bukan hanya dari umur tapi juga bisa dilihat dari bidang keahlian. Jadi siapa saja, yang mau membagikan pengalaman untuk yang lain, silahkan menulis. Coba dengarkan saran Rovicky, bisa mulai menulis di Facebook atau bikin blog, juga bisa kasih komentar di blog yang ada.
Model yang saya ambil untuk buku ini adalah buku yang diterbitkan oleh AAPG dengan judul "Heritage of the Petroleum Geologist". Isinya berupa tulisan dari 47 geologist AAPG yang mau bagi pengalaman dengan orang lain (baik yang lebih mudah maupun lebih tua) mengenai pengalaman hidup atau karir mereka. Model matriks (atau 'template') yang disaranankan Awang juga dipakai di sini dengan struktur sbb: Nama: Foto: Career history: isinya semacam CV ringkas riwayat karirnya. Lulus tahun berapa, kerja dimana dari tahun berapa sampai tahun berapa, dan seterusnya. Ringkas saja. My proudest accomplishment was: Jadi exploration manager, jadi team leader, mengajar apa dan dimana, ikut ekspedisi, mengadakan seminar. My biggest disappointment was: Dipecat dari kerjaan, gagal ambil PhD, tidak diterima untuk jadi dosen / geologist di perusahaan atau proyek tertentu. Diperlakukan tidak adil, atau dianggap tidak tau apa-apa. Anecdotal story: Pengalaman pemetaan lapangan yang lucu-lucu, aneh tapi nyata dalam kehidupan di rig. My advice to you is: Banyak menulis dan bikin blog (... kata Rovicky :), banyak baca buku dan menulis (... kata Awang), banyak naik sepeda dan enjoy life (.. kata Syaiful). Jangan pikirin duit melulu (.. bukan kata saya lho!!). Setiap penulis, menuliskan ceritanya dari 1 sampai 3 halaman. Salam, Herman Darman -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, January 13, 2009 3:26 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Buku Kesan & Pesan Ahli Geologi Senior (was : [iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB...) Wah, saran om Herman dan masukan teknis pak Awang, berat rasanya utk ditolak. Baik, PP-IAGI akan coba tampung dan wujudkan usulan baik ini. Juga ingin saya infokan: * Berita IAGI yg pertama sudah jadi dan siap utk dicetak. Semoga pertengahan bulan ini (minggu depan) sudah sampai di tangan anggota. * Biro Kuliah Keliling baru terbentuk, dg kang Seno (CNOOC) dan kang Setyo (bp) sbg koordinatornya. Biro ini akan mengajak dan menerima para profesional yg mau jalan2 ke PT; menampung maupun mengontak PT utk pelaksanaan 'kuliah keliling'; dan apabila diperlukan bekerja-sama dg lembaga lain (IPA, AAPG, oil company) demi terselenggarakannya 'kuliah keliling' yg adil dan baik secara nasional. Salam, Sekjen IAGI Mohammad Syaiful * handphone: +62-812-9372808 * business: [email protected] -----Original Message----- From: Awang Satyana <[email protected]> Date: Mon, 12 Jan 2009 18:04:11 To: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Buku Kesan & Pesan Ahli Geologi Senior (was : [iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB...) Sebuah saran praktis untuk PP-IAGI, Saran dari Pak Herman Darman baik dan sepatutnya begitu. Ini suatu bentuk penghargaan untuk para senior ahli geologi dari masyrakat geologi Indonesia, sekaligus bahan pelajaran yang berharga untuk para generasi penerus. Sebuah buku kesan dan pesan dari para ahli geologi senior sangat diperlukan. Untuk mewujudkan hal ini, saya ada beberapa saran yang mungkin bisa dipikirkan oleh PP-IAGI. -target buku : dipublikasi pada PIT IAGI tahun ini (Oktober-November 2009 ?) Mungkin akan sulit bila para ahli geologi senior itu diharapkan menulis memorinya sendiri. Sebaiknya PP IAGI aktif "menjemput bola". Tahapannnya barangkali seperti di bawah ini : -PP IAGI membentuk suatu tim. -Tim menyusun daftar ahli geologi senior yang profilnya akan dimuat ke buku - Tim membuat 1-2 halaman matriks yang memuat data ahli geologi senior (nama, foto, alamat e-mail, pendidikan,pengalaman, dll. dan yang terpenting kesan yang paling mengesankan, dan pesan kepada generasi penerus -dalam bentuk tulisan pendek 1-2 paragraf. -Kertas 1-2 halaman itu disebar ke Pengda IAGI sesuai domisili para ahli geologi senior. -Pengda IAGI dapat meminta bantuan para mahasiswa geologi di universitas2 yang ada di lokasinya untuk membawa kertas matriks itu dan mewawancarai para ahli geologi senior -Setelah data terkumpul, dikirimkan kembali ke PP-IAGI. -Tim bekerja untuk merangkum semua data -Tim menerbitkan buku Demikian tahapan praktis yang mungkin bisa ditempuh kalau kita mau menerbitkan buku semacam ini. Mungkin sebagian besar para ahli geologi senior kita berdomisili di Jakarta, Bandung, dan Yogya -kota2 klasik pendidikan geologi; sehingga tak akan terlalu sulit dalam pengumpulan data. Kelihatannya sederhana, pelaksanaannya belum tentu; tetapi itu barangkali pemikiran pertama kalau kita mau mewujudkan hal ini. Pengumpulan data pun akan lebih sederhana lagi bila dijaring lewat e-mail, tak perlu melibatkan Pengda dan mahasiswa2. Daftar ahli geologi senior bisa ditanyakan kepada para ahli geologi senior yang masih aktif berdiskusi dengan kita, misalnya Pak Koesoemadinata atau Mang Okim. Demikian, sekedar saran. salam, awang --- On Mon, 1/12/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: RE: [iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB PRA-66 : PARA PENDEKAR SENIOR TURUN GUNUNG To: [email protected] Cc: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Date: Monday, January 12, 2009, 3:24 PM Alangkah baiknya kalau para senior menulis pesan untuk generasi-generasi penerusnya. Apa yang menjadi kenangan manis dan juga yang kurang menyenangkan, dalam jatuh bangunnya kehidupan mereka, khususnya sebagai geologiwan. Mungkin bisa kasih tip / saran supaya yang muda bisa belajar dari mereka. Bukan panjang tulisan yang penting, tapi pelajaran hidupnya. Sekedar saran. Salam, Herman Darman PS: AAPG juga menerbitkan buku sharing pengalaman dari senior-seniornya. Mungkin IAGI bisa melakukan hal yang sama. -----Original Message----- From: Awang Satyana [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, December 30, 2008 9:47 AM To: [email protected]; Forum HAGI Cc: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB PRA-66 : PARA PENDEKAR SENIOR TURUN GUNUNG "Seorang pejuang bisa mati, tetapi semangat hidupnya akan tetap menjiwai generasi sesudahnya."(Husni Thamrin) Mang Okim. Terima kasih atas cerita dan foto-foto. Suatu pertemuan yang sangat menarik. Suatu pertemuan yang boleh saya sebut "pertemuan para pelopor geologi Indonesia" (sesudah era Belanda). Saya bisa merasakan kebahagiaan hadir di setiap para pendekar senior ini. Selamat kepada Pak dan Ibu Koesoemadinata yang telah mengarungi bahtera rumah tangga selama 47 tahun, suatu hal yang tak mudah untuk ditiru dan dijalani. Beberapa pendekar baru saya tahu wajahnya melihat foto yang dikirimkan Mang Okim, meskipun nama para pendekar ini telah lama saya kenal melalui tulisan-tulisannya pada era awal tahun 1970-an. Misalnya, Pak Endang Thoyyib, padahal laporannya tentang Ciletuh tahun 1977 selalu saya bawa ke mana-mana saat menyusun skripsi tentang ofiolit di Ciletuh. Saya juga sudah lama sekali tak melihat Pak Purbo-Hadiwidjoyo, padahal dulu (tahun 1980-an) hampir setiap hari saya melihat beliau di perpustakaan P3G. Generasi masa kini ada berkat generasi yang telah mendahuluinya ada. Kemajuan masa kini tentu tak serta merta hadir begitu saja tanpa melalui masa lalu. Karena itu, kami, saya khususnya, tetap menghormati para pendekar ini, tetap ingin mendapatkan ilmu-ilmunya, nasihat-nasihat dan kebijakan-kebijakannya. Doa saya : semoga Tuhan memberkati para pendekar dan keluarganya ini dengan kesehatan dan kebahagiaan. Amin. Terima kasih Mang Okim. "Engkau yang mencari nasihat pada orang yang telah tua, selama mata mereka masih melihat wajah zaman dan telinga mereka mendengarkan dengan seksama suara kehidupan, walau jika nasihat mereka tidak menyenangkan, balaslah dengan memperhatikannya." (Kahlil Gibran) salam, awang (geologi Unpad angkatan 1983) --- On Tue, 12/30/08, miko <[email protected]> wrote: From: miko <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB PRA-66 : PARA PENDEKAR SENIOR TURUN GUNUNG To: [email protected] Cc: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Date: Tuesday, December 30, 2008, 11:17 AM Rekan-rekan IAGI yang budiman, Spontanitas dan ketulusan Prof. Koesoemadinata dan Bu Itje untuk menerima para Alumnus Geologi ITB Angkatan Pra 1966 ber-reuni di rumah kediaman beliau di Jl. Ciburial No. 17 Bandung Utara ternyata mendapat tanggapan sangat antusias khususnya dari para " Alumnus Senior ". Hal ini dapat dilihat dari jumlah mereka yang hadir dalam acara reuni tersebut yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Desember 2008. Beberapa dari para Senior menyampaikan rasa penyesalannya karena tidak dapat hadir seperti Pak Sutarjo Sigit ( melalui Ibu ), Pak Johannas. Pak Budiharto, Pak Bintal Djemur, Prof Harsono, dan beberapa lainnya. Tanggapan dari para " Alumnus Junior " sebetulnya tak kalah positif, hanya banyak dari mereka yang berhalangan hadir karena adanya kesibukan , baik yang mendadak atau yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya ( aktivis kita, kang Giovani misalnya , yang harus mengkoordinir acara reuni keluarga besar Ayahandanya almarhum di Jakarta, demikian juga kang Surachman yang harus juga berada di Jakarta ). Beruntunglah kita karena masih ada Pak Tjahya Hadi dan Pak Supardiyono Sobirin yang membantu penuh dalam persiapan dan pelaksanaan reuni tersebut. Tingginya antusiasme para " Alumnus Senior " untuk hadir di acara reuni ini dapat dilihat pada foto di bawah ini. Walaupun lokasi rumah Prof Koesoemadinata yang asri menurun terjal dari jalan raya, Pak Moeliono Poerbo Hadiwidjoyo ( 1954 ) yang sudah berusia 85 tahun tampak melangkah tegap menuruni jalan tersebut. Pak Untung (1953 ) yang tidak dapat lagi lepas dari kursi rodanya , pasrah diangkat bersama-sama untuk menaiki 2 tangga menuju ruangan reuni - - - - - agar dapat bersilaturahmi dengan rekan-rekannya. Para Senior angkatan Pra 1960 yang hadir di reuni ini adalah Bapak-bapak : M. Untung , Juliar Thaib , Prof Sukendar Asikin ( 1953 ), Prof Sampurno, Moeliono Purbo Hadiwidjoyo, Bahdroom ( 1954 ), Prof Koesoemadinata, Rab Sukamto, Benny Wahyu ( 1955 ), Prof Soejono Martodjojo, Luki Witular, Suharto Wongso , Subroto Mojo , Wikarno ( 1956 ), M. Djuri Rosidi, Zuhdi Pane, Rapilus Kasup, Fred Hehuwat, Tatan Suptandar, Hadi Darmawan Said, Hutabarat, Atik Suardy ( 1957 ), dan Suyitno Padmosukismo ( 1958 ). Rekan-rekan IAGI yang budiman, Acara reuni di rumah kediaman Prof Koesoemadinata ini sebetulnya diadakan untuk sekalian memperingati HUT Pernikahan Beliau dan Bu Itje yang ke 47 tanggal 25 Desember 2008. Tetapi pelaksanaannya ditunda 3 hari kemudian yaitu hari Minggu, 28 Desember 2008 , dengan pertimbangan agar rekan-rekan dari Jakarta punya kesempatan waktu lebih banyak untuk menghadirinya. Alhamdulilah, menurut pendapat beberapa Alumnus yang hadir, reuni kali ini dianggap sangat berhasil ( dihadiri oleh 46 Alumnus dan 21 Spouses ). Yang perlu dicatat juga bahwa berkat dokumentasi Prof Koesoemadinata yang rapih, maka beberapa Alumnus yang tadinya dikira non ITB ternyata dari ITB , seperti Pak Rab Sukamto, Pak Suwartoyo ( tidak hadir ), dan lain-lain. Sesuai dengan isi do'a yang disampaikan sebelum memasuki acara pokok , semoga reuni ini bernilai ibadah dan semoga Prof Koesoemadinata dan Bu Itje yang memperingati HUT pernikannya yang ke 47 , demikian juga seluruh Alumnus dan spouses yang hadir , dipanjangkan umur dan mendapatkan limpahan rahmat dan berkah dari Tuhan YMK. Dan semoga mereka yang tidak dapat hadir karena sakit atau sebab lain, dapat cepat disembuhkan dan dipermudah urusannya, Amiiin. Dan kepada Prof Koesoemadinata dan Bu Itje beserta keluarga, kami semua yang hadir menyampaikan rebu nuhun atas penerimaannya yang begitu baik. Semoga balasan dari Tuhan YMK berlipat ganda, Amiiin. Salam bahagia, Mang Okim ( contact person ) Keterangan Gambar : Gambar Atas : Duduk di lantai ( dari kiri ) : Mang Okim, Prof Soejono, Tjahya Hadi, Zanial Achmad, Juliar Thaib, Rapilus Kasoep. Duduk di kursi ( dari kiri ) : Rab Sukamto, Prof Koesoemadinata, Prof Sampurno, Moeliono Purbo Hadiwidjoyo, M. Untung, M. Djuri Rosidi, Luki Witular, Benny Wahyu, Soeharto Wongso, S. Zuhdi Pane. Berdiri di lantai ( dari kiri ) : Safari, Suyitno Patmosukismo, Soesmaryanto ( dari Aceh ), Yanto R Sumantri, Supardiyono Sobirin, Suherman, Nana Ratman, Thamrin Cobrie, Purnomo, Subroto Mojo, Tjetje Apandi, Wikarno, Hadi Darmawan Said, Prof Sukendar Asikin, Nurzal Baharuddin, Hutabarat, Fahmi D.S., Atik Suardy, Bandono, Mulhadiono, Bahdroom, Darwin Kadar. Berdiri di kursi ( dari kiri ) : Hudaya, CL Nugroho, Fred Hehuwat, R. Tjakra, Tatan Suptandar, Endang Thoyyib, Runtiarko, Andoko. Gambar Bawah : Duduk di kursi ( dari kiri ) : Ibu Djuri , Ibu Prof Soejono, Ibu Prof Sampurno, Ibu Prof Koesoemadinata, Ibu Benny Wahyu, Ibu Luki Witular, Ibu Fred Hehuwat, Ibu Atik Suardy. Berdiri di belakang ( dari kiri ) : Ibu - - - - , Ibu CL Nugroho, Ibu Juliar Thaib, Ibu Miko, Ibu - - - -, Ibu Tjahya Hadi, Ibu - - - - , Ibu Supardiyono Sobirin, Ibu Subroto Mojo, Ibu Wikarno, Ibu Darwin, Ibu - - - - , Ibu Soesmaryanto ( mohon maaf, 4 Ibu belum teridentifikasi ). -------------------------------------------------------------------------------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... -------------------------------------------------------------------------------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

