Pak Syaiful itu juga sangat senior lho...
 
Kalau Pak Ukat mah dobel senior...soalnya beliau adalah guru S Strat. 
saya..(kumaha Pak kabarnya?)
 
BTW Pak Syaiful susunan pengurus IAGI rinciannya gimana? Kan komandan dan 
Kastafnya udah jelas namun siapa2 sich " danrem, dandim, danton,.."nya...atau 
maafkan mungkin aku ketinggalan beritanya?
 
salam geologi
sgm 
--

--- On Tue, 13/1/09, [email protected] <[email protected]> 
wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Buku Kesan & Pesan Ahli Geologi Senior (was : 
[iagi-net-l] REUNIGEOLOGI ITB...)
To: [email protected]
Date: Tuesday, 13 January, 2009, 2:30 PM

Pak Ukat, itu lebih senior, he..he..

Lam-salam,
Syaiful

Mohammad Syaiful
* handphone: +62-812-9372808
* business: [email protected]

-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Tue, 13 Jan 2009 14:20:20 
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] Buku Kesan & Pesan Ahli Geologi Senior (was :
        [iagi-net-l] REUNI
 GEOLOGI ITB...)

Pak Turido, itu senior.

Mas Sanggam, itu senior.

us






"Turidho (TURIDHO)" <[email protected]>
01/13/2009 01:50 PM
Please respond to iagi-net

 
        To:     <[email protected]>
        cc: 
        Subject:        RE: [iagi-net-l] Buku Kesan & Pesan Ahli Geologi
Senior (was : 
[iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB...)


Pertanyaan yang beralasan agar supaya jangan ada masalah di kemudian hari. 
Mari kita sama2 coba mendefinisikan siapa yang disebut ahli geologi 
senior.
-ido-

 
From: sanggam hutabarat [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, January 13, 2009 1:42 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Buku Kesan & Pesan Ahli Geologi Senior (was : 
[iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB...)

ide yang baik, mungkin perlu 'cut-off' : siapa yg disebut ahli geologi

senior? (umur, pengalaman, pensiun/inactive,...., ??)
 
salam geologi
sanggam

--- On Tue, 13/1/09, Awang Satyana <[email protected]> wrote:
From: Awang Satyana <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Buku Kesan & Pesan Ahli Geologi Senior (was : 
[iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB...)
To: [email protected]
Date: Tuesday, 13 January, 2009, 9:04 AM


Sebuah saran praktis untuk PP-IAGI,
 
Saran dari Pak Herman Darman baik dan sepatutnya begitu. Ini suatu bentuk 
penghargaan untuk para senior ahli geologi dari masyrakat geologi 
Indonesia, sekaligus bahan pelajaran yang berharga untuk para generasi 
penerus. Sebuah buku kesan dan pesan dari para ahli geologi senior sangat 
diperlukan. 
 
Untuk mewujudkan hal ini, saya ada beberapa saran yang mungkin bisa 
dipikirkan oleh PP-IAGI.
 
-target buku : dipublikasi pada PIT IAGI tahun ini (Oktober-November 2009 
?)
 
Mungkin akan sulit bila para ahli geologi senior itu diharapkan menulis 
memorinya sendiri. Sebaiknya PP IAGI aktif "menjemput bola".
Tahapannnya 
barangkali seperti di bawah ini : 
 
-PP IAGI membentuk suatu tim. 
-Tim menyusun daftar ahli geologi senior yang profilnya akan dimuat ke 
buku
- Tim membuat 1-2 halaman matriks yang memuat data ahli geologi senior 
(nama, foto, alamat e-mail, pendidikan,pengalaman, dll. dan yang 
terpenting kesan yang paling mengesankan, dan pesan kepada generasi 
penerus -dalam bentuk tulisan pendek 1-2 paragraf.
-Kertas 1-2 halaman itu disebar ke Pengda IAGI sesuai domisili para ahli 
geologi senior.
-Pengda IAGI dapat meminta bantuan para mahasiswa geologi di universitas2 
yang ada di lokasinya untuk membawa kertas matriks itu dan mewawancarai 
para ahli geologi senior
-Setelah data terkumpul, dikirimkan kembali ke PP-IAGI.
-Tim bekerja untuk merangkum semua data
-Tim menerbitkan buku
 
Demikian tahapan praktis yang mungkin bisa ditempuh kalau kita mau 
menerbitkan buku semacam ini. Mungkin sebagian besar para ahli geologi 
senior kita berdomisili di Jakarta, Bandung, dan Yogya -kota2 klasik 
pendidikan geologi; sehingga tak akan terlalu sulit dalam pengumpulan 
data.
 
Kelihatannya sederhana, pelaksanaannya belum tentu; tetapi itu barangkali 
pemikiran pertama kalau kita mau mewujudkan hal ini. Pengumpulan data pun 
akan lebih sederhana lagi bila dijaring lewat e-mail, tak perlu melibatkan 
Pengda dan mahasiswa2.
 
Daftar ahli geologi senior bisa ditanyakan kepada para ahli geologi senior 
yang masih aktif berdiskusi dengan kita, misalnya Pak Koesoemadinata atau 
Mang Okim.
 
Demikian, sekedar saran.
 
salam,
awang

--- On Mon, 1/12/09, [email protected] <[email protected]>
wrote:
From: [email protected] <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB PRA-66 : PARA PENDEKAR SENIOR 
TURUN GUNUNG
To: [email protected]
Cc: [email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
Date: Monday, January 12, 2009, 3:24 PM

Alangkah baiknya kalau para senior menulis pesan untuk generasi-generasi 
penerusnya. 
Apa yang menjadi kenangan manis dan juga yang kurang menyenangkan, dalam 
jatuh bangunnya kehidupan mereka, khususnya sebagai geologiwan.
 
Mungkin bisa kasih tip / saran supaya yang muda bisa belajar dari mereka. 
Bukan panjang tulisan yang penting, tapi pelajaran hidupnya.
 
Sekedar saran.
 
Salam,
 
Herman Darman
 
PS: AAPG juga menerbitkan buku sharing pengalaman dari senior-seniornya. 
Mungkin IAGI bisa melakukan hal yang sama.
 
 
-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, December 30, 2008 9:47 AM
To: [email protected]; Forum HAGI
Cc: [email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB PRA-66 : PARA PENDEKAR SENIOR TURUN

GUNUNG


"Seorang pejuang bisa mati, tetapi semangat hidupnya akan tetap menjiwai 
generasi sesudahnya."(Husni Thamrin)
 
Mang Okim.
 
Terima kasih atas cerita dan foto-foto. Suatu pertemuan yang sangat 
menarik. Suatu pertemuan yang boleh saya sebut "pertemuan para pelopor 
geologi Indonesia" (sesudah era Belanda). Saya bisa merasakan kebahagiaan

hadir di setiap para pendekar senior ini. 
 
Selamat kepada Pak dan Ibu Koesoemadinata yang telah mengarungi bahtera 
rumah tangga selama 47 tahun, suatu hal yang tak mudah untuk ditiru dan 
dijalani.
 
Beberapa pendekar baru saya tahu wajahnya melihat foto yang dikirimkan 
Mang Okim, meskipun nama para pendekar ini telah lama saya kenal melalui 
tulisan-tulisannya pada era awal tahun 1970-an. Misalnya,  Pak Endang 
Thoyyib, padahal laporannya tentang Ciletuh tahun 1977 selalu saya bawa ke 
mana-mana saat menyusun skripsi tentang ofiolit di Ciletuh. Saya juga 
sudah lama sekali tak melihat Pak Purbo-Hadiwidjoyo, padahal dulu (tahun 
1980-an) hampir setiap hari saya melihat beliau di perpustakaan P3G.
 
Generasi masa kini ada berkat generasi yang telah mendahuluinya ada. 
Kemajuan masa kini tentu tak serta merta hadir begitu saja tanpa melalui 
masa lalu. Karena itu, kami, saya khususnya, tetap menghormati para 
pendekar ini, tetap ingin mendapatkan ilmu-ilmunya, nasihat-nasihat dan 
kebijakan-kebijakannya. 
 
Doa saya : semoga Tuhan memberkati para pendekar dan keluarganya ini 
dengan kesehatan dan kebahagiaan. Amin.
 
Terima kasih Mang Okim.
 
"Engkau yang mencari nasihat pada orang yang telah tua, selama mata mereka

masih melihat wajah zaman dan telinga mereka mendengarkan dengan seksama 
suara kehidupan, walau jika nasihat mereka tidak menyenangkan, balaslah 
dengan memperhatikannya." (Kahlil Gibran)
 
salam,
awang 
(geologi Unpad angkatan 1983)
 

--- On Tue, 12/30/08, miko <[email protected]> wrote:
From: miko <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] REUNI GEOLOGI ITB PRA-66 : PARA PENDEKAR SENIOR 
TURUN GUNUNG
To: [email protected]
Cc: [email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
Date: Tuesday, December 30, 2008, 11:17 AM

Rekan-rekan IAGI yang budiman,
 
Spontanitas dan ketulusan Prof. Koesoemadinata dan Bu Itje untuk menerima 
para Alumnus Geologi ITB Angkatan Pra 1966 ber-reuni di rumah kediaman 
beliau di Jl. Ciburial No. 17 Bandung Utara   ternyata mendapat tanggapan 
sangat antusias khususnya dari para " Alumnus Senior ". Hal ini dapat

dilihat dari jumlah mereka yang hadir dalam acara reuni tersebut yang 
dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Desember 2008. Beberapa dari para Senior 
menyampaikan rasa penyesalannya karena tidak dapat hadir seperti Pak 
Sutarjo Sigit ( melalui Ibu ), Pak Johannas. Pak Budiharto, Pak Bintal 
Djemur, Prof Harsono,  dan beberapa lainnya.
 
Tanggapan dari  para " Alumnus Junior " sebetulnya tak kalah positif,

hanya banyak dari mereka yang berhalangan hadir karena adanya kesibukan , 
baik yang mendadak atau yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya ( 
aktivis kita, kang Giovani misalnya , yang harus mengkoordinir acara reuni 
keluarga besar Ayahandanya almarhum di Jakarta, demikian juga kang 
Surachman yang harus juga berada di Jakarta ). Beruntunglah kita karena 
masih ada Pak Tjahya Hadi dan Pak Supardiyono Sobirin yang  membantu penuh 
dalam persiapan dan pelaksanaan reuni tersebut.
 
Tingginya antusiasme para " Alumnus Senior " untuk hadir di acara
reuni 
ini dapat dilihat pada foto di bawah ini. Walaupun lokasi rumah Prof 
Koesoemadinata yang asri  menurun terjal dari jalan raya, Pak Moeliono 
Poerbo Hadiwidjoyo ( 1954 ) yang sudah berusia 85 tahun tampak melangkah 
tegap menuruni jalan tersebut. Pak Untung (1953 ) yang tidak dapat lagi 
lepas dari kursi rodanya , pasrah diangkat bersama-sama untuk menaiki 2 
tangga menuju ruangan reuni - - - - - agar dapat bersilaturahmi dengan 
rekan-rekannya. Para Senior angkatan Pra 1960  yang hadir di reuni ini 
adalah  Bapak-bapak : M. Untung , Juliar Thaib , Prof Sukendar Asikin ( 
1953 ), Prof Sampurno, Moeliono Purbo Hadiwidjoyo, Bahdroom ( 1954 ), Prof 
Koesoemadinata, Rab Sukamto, Benny Wahyu ( 1955 ), Prof Soejono 
Martodjojo, Luki Witular, Suharto Wongso , Subroto Mojo , Wikarno ( 1956 
), M. Djuri Rosidi, Zuhdi Pane, Rapilus Kasup, Fred Hehuwat, Tatan 
Suptandar, Hadi Darmawan Said, Hutabarat, Atik Suardy ( 1957 ), dan 
Suyitno Padmosukismo ( 1958 ).
 
Rekan-rekan IAGI yang budiman,
 
Acara reuni di rumah kediaman Prof Koesoemadinata ini  sebetulnya diadakan 
untuk sekalian memperingati  HUT Pernikahan Beliau dan Bu Itje yang ke 47 
tanggal 25 Desember 2008. Tetapi  pelaksanaannya ditunda 3 hari kemudian 
yaitu hari Minggu, 28 Desember 2008 , dengan pertimbangan agar rekan-rekan 
 dari Jakarta punya kesempatan waktu lebih banyak untuk menghadirinya. 
Alhamdulilah, menurut pendapat beberapa Alumnus yang hadir, reuni kali ini 
dianggap sangat berhasil ( dihadiri oleh 46 Alumnus dan 21 Spouses ). Yang 
perlu dicatat juga bahwa berkat dokumentasi Prof Koesoemadinata yang 
rapih, maka beberapa Alumnus yang tadinya dikira non ITB ternyata dari ITB 
, seperti Pak Rab Sukamto, Pak Suwartoyo ( tidak hadir ),  dan lain-lain. 
 
Sesuai dengan isi do'a  yang disampaikan sebelum memasuki acara pokok , 
semoga reuni ini bernilai ibadah dan semoga Prof Koesoemadinata dan Bu 
Itje yang memperingati HUT pernikannya yang ke 47 , demikian juga seluruh 
Alumnus dan spouses yang hadir ,  dipanjangkan  umur dan  mendapatkan 
limpahan rahmat dan berkah dari Tuhan YMK.  Dan semoga mereka yang tidak 
dapat hadir karena sakit atau sebab lain, dapat cepat disembuhkan dan 
dipermudah urusannya, Amiiin. 
 
Dan kepada Prof Koesoemadinata dan Bu Itje beserta keluarga, kami semua 
yang hadir menyampaikan rebu nuhun atas penerimaannya yang begitu baik. 
Semoga balasan dari Tuhan YMK berlipat ganda, Amiiin.
 
Salam bahagia,
Mang Okim ( contact person )
 
Keterangan Gambar :
 
Gambar Atas :
Duduk di lantai ( dari kiri ) : Mang Okim, Prof Soejono, Tjahya Hadi, Zanial
Achmad, 
Juliar Thaib, Rapilus Kasoep.
Duduk di kursi ( dari kiri ) : Rab Sukamto, Prof Koesoemadinata, Prof Sampurno,
Moeliono 
Purbo Hadiwidjoyo, M. Untung, M. Djuri Rosidi, Luki Witular, Benny Wahyu, 
Soeharto Wongso, S. Zuhdi Pane.
Berdiri di lantai ( dari kiri ) : Safari, Suyitno Patmosukismo, Soesmaryanto (
dari Aceh ), 
Yanto R Sumantri, Supardiyono Sobirin, Suherman, Nana Ratman, Thamrin 
Cobrie, Purnomo, Subroto Mojo,  Tjetje Apandi, Wikarno, Hadi Darmawan 
Said, Prof Sukendar Asikin, Nurzal Baharuddin, Hutabarat, Fahmi D.S., Atik 
Suardy, Bandono, Mulhadiono, Bahdroom, Darwin Kadar.
Berdiri di kursi ( dari kiri ) : Hudaya, CL Nugroho, Fred Hehuwat, R. Tjakra,
Tatan 
Suptandar, Endang Thoyyib, Runtiarko, Andoko.
 
Gambar Bawah :
Duduk di kursi ( dari kiri ) : Ibu Djuri , Ibu Prof Soejono, Ibu Prof Sampurno,
Ibu Prof 
Koesoemadinata, Ibu Benny Wahyu, Ibu Luki Witular, Ibu Fred Hehuwat, Ibu 
Atik Suardy.
Berdiri di belakang ( dari kiri ) : Ibu - - - - , Ibu CL Nugroho, Ibu Juliar
Thaib, Ibu Miko, 
Ibu - - - -, Ibu Tjahya Hadi, Ibu - - - - , Ibu Supardiyono Sobirin, Ibu 
Subroto Mojo, Ibu Wikarno, Ibu Darwin, Ibu - - - - , Ibu Soesmaryanto ( 
mohon maaf, 4 Ibu belum teridentifikasi ).
 

 




Get your new Email address! 
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!





      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke