Dosen IPB Minta Perbaikan Gubernur Minta Hormati Amdal Senin, 23 Februari 2009 | 11:36 WIB Semarang, Kompas - Ahli analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dari Institut Pertanian Bogor, Dr Soeryo Adiwibowo, Sabtu (21/2), menilai, amdal pabrik semen PT Semen Gresik tidak memenuhi kaidah dasar amdal. Oleh karena itu, amdal tersebut harus diperbaiki.
Soeryo merupakan salah satu pakar yang diundang dalam pertemuan di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2) malam, Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jateng, masyarakat yang pro dan kontra pembangunan pabrik semen PT Semen Gresik di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Pertemuan tersebut untuk memfasilitasi kepentingan masyarakat yang belum dapat menerima hasil amdal pabrik semen. Pertemuan yang diadakan di Bandungan, Kabupaten Semarang, pada Jumat malam itu tidak menghasilkan keputusan apa pun. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Andreas Lako, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, ketidakhadiran Tim Amdal dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Diponegoro (PPLH Undip) Semarang membuat tim pengkaji independen tidak dapat meminta kejelasan terkait kajian amdal. Menurut Soeryo, ada tiga alasan mengapa amdal PT Semen Gresik tidak memenuhi kaidah dasar amdal. Pertama, amdal tersebut melampaui batas studi kelayakan karena tidak memberikan alternatif, baik lokasi atau teknologi pabrik. Kedua, amdal yang seharusnya dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengatasi sengketa lingkungan, ternyata justru menimbulkan sengketa. Ketiga, modifikasi metoda Leopold yang digunakan dalam matriks evaluasi dampak adalah salah. "Terjadi salah prinsip, karena angka yang ada langsung dijumlah. Kesalahan seperti ini pernah terjadi pada tahun 1990. Sekarang kok terulang," kata Soeryo. Secara terpisah, Ketua Tim Amdal Pabrik Semen PPLH Undip Dwi P Sasongko mengatakan, metoda yang dia gunakan sudah benar. "Metoda yang saya pilih sudah sesuai dengan kondisi lapangan. Tidak ada metoda yang lebih baik dari itu," katanya. Secara terpisah, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta semua pihak, terutama kalangan akademisi, untuk menghormati keputusannya terkait pengesahan amdal pembangunan pabrik semen PT Semen Gresik di Pati. Gubernur memastikan keputusan yang diambilnya telah melalui perencanaan yang matang. "Seluruh proses sudah dilalui. Persyaratan akademis tidak ada masalah, demikian juga diskusi dan dialog dengan masyarakat dan berbagai kalangan. Saya mengharapkan semua pihak turut mendukung, karena ini untuk kesejahteraan rakyat," ujar Bibit, seusai membuka pengobatan gratis yang diselenggarakan di Gua Maria Kerep Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu. (UTI/SUP/IKA) http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/23/11363841/dosen.ipb.minta.perbaikan .

