IAGI netter yang budiman, Kita semua sangat prihatin, seperti yang di ceritakan Mang Okim dan kesaksian Bung Herman, bahwa nasib situs dan musium purbakala di Indonesia sungguh nelangsa! Sangiran yang begitu terkenal didunia saja karena ditemukannnya Pithecantropus nampak kumus, tidak terurus dan disekitarnya banyak penjual yang menjajakan fosil, mungkin sebagian aspal? Nasib candi Borobudur, Prambanan mungkin belakangan ini lebih baik! Paling tidak ada upaya pemerintah untuk konservasi sambil menghidupkan pariwisata untuk menghidupkan masyarakat setempat. Sudah bukan rahasia lagi, pemerintah memang tidak pernah serius mengurus tempat-tempat seperti ini. Yang marema, yang kaya, dan menikmati "ikan kakapnya" dari situs Borubudur misalnya hotel, biro perjalanan, kantor-kantor wisata di kota-kota besar, sedangkan masyarakat disekitarnya tetap "papa", "miskin" dan hanya bisa melihat kemewahan turis dan atraksi yang disuguhkan! Ujung-ujungnya memang terjadi kesenjangan yang tajam yang bisa jadi membuat sebagian masyarakat "gelap mata" mencuri patung budha, batu ukiran candi, fosil dikompleks Sangiran untuk dibarter dengan "beras", mungkin sebagian "miras". Mengapa kita tidak bisa mencontoh "BALI", yang pemdanya "sangat" memberdayakan masyarakatnya untuk ikut "industri pariwisata". Seharusnya Sangiran, Gua Pawon, Taman Jasper Tasikmalaya menjadi perhatian serius pemerintah, dibenahi menjadi tempat wisata dan diberdayakan masyarakatnya dalam industri pariwisata. Mungkin IAGI, MGEI, Balai Arkeologi & Purbakala atau instansi lainya yang terkait bisa membantu pemda! Yang perlu diperhatikan juga adalah bagaimana memutus rantai penyundupan (walau ini urusan aparat keamanan). Law Enforcement pastinya sangat penting dijalankan dengan tegas, walaupun demikian kesenjangan sosial ekonomi harus diperkecil.
Salam Andri SSM -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!! akan dilaksanakan di Semarang 13-14 Oktober 2009 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

