Kebetulan kemarin ada surat undangan dari Ditjen Migas yg dilayangkan ke Sekretariat IAGI, utk hadir Senin nanti guna mendengarkan presentasi hasil studi/evaluasi potensi Simeleu.
Tahun lalu, setelah 'meledak', memang sempat 'diserang' beramai-ramai. Semua elemen diundang dan beberapa kali pertemuan diadakan di BPPT. Bahkan tim dibuatkan SK dari Ditjen Migas lho, karena nanti mesti dilaporkan kepada menteri dan presiden. Entah kenapa, tiba2 lewat pertengahan tahun, Ditjen Migas menjatuhkan kebijaksanaan bahwa hanya BPPT dan Lemigas yg 'boleh' melakukan evaluasi. Pihak2 lain, termasuk Pertamina, IAGI, dsb, dipersilakan menjauh dan nantinya dilibatkan dalam evaluasi sbg penonton saja dalam presentasi sebelum tahap ke menteri dan presiden. Begitulah, Nopember dan Desember 2008 yg jadi target studi selesai, tak ada berita. Nah, mak-jegagik, ada surat undangan utk hari Senin nanti. Demikianlah pak Awang ceritanya, memang jadi sepi, lha nggak boleh ikut meramaikan kok, he..he.. Salam, Syaiful * Sekjen IAGI >...Lagipula, orang Indonesia terlalu biasa dengan hal-hal yang wah...lalu >diserang rame2,...habis itu tanpa disadari "gone with the wind".Kasus Simeulue >adalah bukti terkini. salam, awang Mohammad Syaiful * handphone: +62-812-9372808 * business: [email protected]

