Mungkin karena bisnis SDA ( migas ) itu bisnis dg menggunakan asset /milik
negara ( tanah dan air dikuasai negara )  makanya konsekwensinya  jadi
sorotan terus , lha kalau Udara dikuasai oleh siapa ? jarene kalau udara
dikuasai tukang Ban  ( lihat mereka banyak menguasai bisnis Udara ini di
pinggir 2 jalan )
Lha kalau bisnis jasa atau manufactur ( pabrik mobil ) kan tidak menggunakan
barang miliknya negara jadinya ya tdk terlalu disorot sorot.
Tanah dan Air dkuasai oleh negara , apa sih penjabaran dari "Dikuasai '  ?
... ini yang banyak penafsirannya ..... .....terutama saat saat kampanye
yang sering dilontarkan kalau SDA kita sudah dikuasi  Asing............. 

Salam

ISM


Kang,
Lho apa semua itu harus clear di mata umum.....
Apa hal ini juga berlaku di industri lain: manufaktur, bank, telekomunikasi,
BUMN...?
- sampai sekarang saya tidak bisa memahami kenapa kok ongkos telepon dan
internet di Indonesia masih tergolong paling mahal se-dunia....
- sampai sekarang saya juga tidak bisa memahami kenapa kok listrik kita
sudah mahal eh masih sering giliran juga.....
- dan yang lebih parah: saya susah juga untuk memahami dengan kondisi yang
masih rugi kok ya para direksi BUMN masih bisa dapat bonus tantiem....

Dengan captive-market yang begitu besar kok ya BUMN itu gak pernah bisa
"tinggal landas"......tapi issue kok ya gak serame urusan CR itu...

Kalau soal angka produksi, saya setuju harus diperjelas maksudnya: "produksi
Indonesia",atau "jatah produksi pemerintah Indonesia"


salam,



________________________________
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
To: [email protected]; Forum HAGI <[email protected]>;
[email protected]; Indoenergy <[email protected]>
Sent: Thursday, May 7, 2009 4:01:51 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] IPA panel - Cost and reporting transparancy

Karena yang mempertanyakan itu Airlangga - Ketua Komisi 7 DPR, brangkali
keterbukaan akses dari komisi 7 pada pelaporan serta 3 items yg ditulis
dibawah itu. Juga clean and clear dari pelaporan itu.
Bagi pekerja migas barangkali itu "crystal clear", tapi bagi yang non migas
pasti riweh.

Tadi kebetulan juga barusan ngobrol dengan kawan yang dulu dari MTI
(Masyarakat Transparansi Indonesia) yang mengatakan bahwa produksi Indonesia
itu berapa ? Nah angka ini menjadi rancu ketika produksi "negara" before
atau after split, before CR atau after CR. Bagi pekerja migas mungkin clear,
tapi bagi mereka itu sudah membingungkan.
Akhirnya angka kebocoran shohah muncul hanya gara-gara sepele dan ecek-ecek.
Tetapi ini akhirnya juga memeras keringat orang-orang migas sendiri karena
laporannya tidak "clear" dimata mereka.

Atau memang CR sebuah fenomena kompleks dan rumit yang hanya bisa dijelaskan
dengan rumit juga.

Mungkin perlu pemikiran "Simpler is better"

RDP

2009/5/7 noor syarifuddin <[email protected]>:
> sebenarnya kalau terlibat dalam operasional sehari-hari, maka akan tahu
soal ini...
>
> - di awalnya ada POD : overall cost sehubungan dengan pengembangan 
> lapangan==> bisa dijadikan titik awal pemantauan
> - tiap tahun ada WP&B itu juga cukup detail....ini untuk bahan 
> monitoring tahunan==> kalau dikonsolidasi bisa dibandingkan dengan POD 
> cost
> - tiap item masih ada AFE ==> mulai dari persetujuan, pelaksanaan sampai
closingnya bisa dimonitor ==> dikonsolidasi bisa untuk check WP&B dan POD...
>
> itu khan semua menyangkut soal costing....jadi yang kurang terbuka apanya
lagi ya....?
>
>
>
> salam,
>
>
>
> ________________________________
> From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
> To: IAGI <[email protected]>; [email protected]; 
> Indoenergy <[email protected]>; Forum HAGI <[email protected]>
> Sent: Thursday, May 7, 2009 1:07:40 PM
> Subject: [iagi-net-l] IPA panel - Cost and reporting transparancy
>
> Ada satu tantangan menarik dari Airlangga -ketua komisi 7.
> Airlangga menantang pada oil and gas sector (industry) utk "membuka"
> sistem costing yg ada di o-g industry. Issue ini menjadi issue utama 
> dalam beberapa tahun terakhir ini. Salah satunya di dpr dan juga media 
> termasuk mailist. Terutama ketika cost ini masuk ke issue cost 
> recovery, dimana cost ini lebih banyak masul dalam kontrol pengusaha 
> tetapi menjadi komplicated dan complex karena pembiayaan ini menjadi 
> "membebani" pemerintah. ktika konsep cost ini masuk cost recovey 
> scheme. .
>
> Intinya problem/issue ini hanya karena tidak adanya clean and opennes 
> reporting.
>
> Ah spertinya perlu dijelaskan dalam sebuah "dongeng" ktimbang dg 
> bahasa aturan (hukum) atau bahasa accounting bahkan kalau mungkin 
> dibuat dalam bahasa mudah jauh dari sisi tehnis.
>
> Bisakah laporan ini terbuka dan sederhana ?
>
> Rdp
>
> --
> Sent from my mobile device
>
> ----------------------------------------------------------------------
> ----------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> ----------------------------------------------------------------------
> ---------- tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
> akan dilaksanakan di Semarang
> 13-14 Oktober 2009
> ----------------------------------------------------------------------
> ------- To unsubscribe, send email to: 
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit 
> IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara 
> Mulia No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>

----------------------------------------------------------------------------
----
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
----------------------------------------------------------------------------
----
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
----------------------------------------------------------------------------
-
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------


      


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke