Biar gak kena gugat ya pake disclaimer boss. Masa udah melanglang buana ke sana kemari, masih kalah taktis melulu sama bule-bule.
2009/6/25 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > Wah jadi takut menjawab nihNtar udah dibantu kalau ada apa-apa bisa digugat > juga nggak, ya ? > > RDP > ---------- Forwarded message ---------- > From: Witni <[email protected]> > > nda #386 "Airtanah? Apa dan Bagaimana Mencarinya?" > Penulis : Witni > E-mail : [email protected] > Komentar: > Mas aq mau tanya.. > > Aq mau buat project air bersih untuk sebuah dusun yang berada di pesisir > pantai Sulawesi barat, sumur gali masyarakat dipinggir pantai dengan > kedalam > 2 meter menghasilkan air yang keruh, berbau dan asin (klu habis pasang). > Sedangkan masyarakat yang berada 300 meter dari pesisir (yg tidak kena air > pasang) air sumur gali 4 meter menghasilkan air yang bersih dan tidak > berbau > (tapi klu kemarau, debitnya berkurang). Rencananya aq mau buat sumur bor > dilokasi ini, dan mengumpulkannya di water tower sebelum di supply ke > masyarakat (dlm bentuk public tab). Air hanya akan di supply pagi dan sore > aja (peak hour). > 1. Apakah mungkin untuk membuat 2 atau 3 titik sumur bor dangkal (10 meter) > dalam radius 100 meter?sehingga bisa dipakai secara bergantian untuk bisa > menyupplai ke masyarakat dengan debit 15 l/s?. > 2. Apakah ini akan mempengaruhi sumur masyarakat disekitar titik bor? > 3. Apakah jenis pompa yang saya pakai (dengan asumsi, kedalaman sumur bor > 15 > meter, dan ketinggian tower 7 meter?). > > Terimakasih banyak > > -- > > http://rovicky.wordpress.com/2009/06/24/masih-mungkinkah-ada-letusan-gunungapi-sedahsyat-krakatau-atau-tambora/ >

