Awang
Saya pernah didatangi panitia "opening" kembali Blaia Pustaka untuk hadir dalam upacaranya di Musium Nasional. Menurut dia , ACARA ini diselenggarakan dengan agak "wah", bahkan ada beberapa buku yang dicetak khusus untuk undangan. Syukurlah bahwa BP telah lahir kembali , den semoga dunia perbeukuan Indonesia akan kembali bersinar, Pembeli buku (tanpa pembajak) tambah banyak sehingga harga buku bisa terjangkau rakyat miskin , pensiunan seperti saya heheheh. Si Abah NBL Waktu diskusi basin hari Rabu , kok dari BP Migas ndak ada yang hadir , sibuk ? _____________________________________________________________________ > > Info saja untuk para penggemar buku. > > Lain dari tahun-tahun sebelumnya, dalam Pameran Buku Nasional yang sedang > diselenggarakan IKAPI di Istora Senayan sampai hari Minggu lusa 5 Juli > 2009, penerbit pertama yang dipunyai Indonesia, Balai Pustaka, membawa > sekitar 30 buku-buku pertamanya ke Istora. > > Maka bila Anda ingin melihat tampang buku-buku tua cetakan pertama > roman-roman Pujangga Baru atau sebelumnya, seperti si Doel Anak Betawi, > Lajar Terkembang, Salah Asoehan, dan masih banyak lagi, atau buku-buku > pengetahuan macam pelajaran botani tulisan Nur Sutan Iskandar, atau > Almanak pertama untuk orang Indonesia (VolksAlmanac), nah ada di counter > Balai Pusataka. > > Pergulatan pemikiran terbesar dalam sejarah kebangsaan Indonesia, yaitu > Polemik Kebudayaan pada tahun 1940-an antara Sutan Takdir Alisjahbana, > Sutomo, Sanusi Pane, Poerbatjaraka, Adinegoro, dan Ki Hadjar Dewantara; > dapat pula dilihat bukunya di situ. Tak semua dari kita mengenal polemik > yang pernah sangat heboh pada masanya itu. > > Bila Anda sedang mencari buku-buku roman atau sastra anggitan para > sastrawan Indonesia agar anak-anak kita atau para pemuda kita mengenal > karya sastra Indonesia masa lalu, nah Penerbit Dian Rakyat dan juga > tentunya Balai Pustaka menyediakan koleksi-koleksinya. Puisi-puisi Sutan > Takdir, Amir Hamzah, atau Chairil Anwar bisa dinikmati di situ. > > Hal yang unik adalah bahwa Balai Pustaka juga mulai tahun ini membuka > kembali Taman Poestaka-nya yang awal dibuka pada tahun 1910. Taman > Poestaka ini dulu dibuka oleh Belanda sebagai perpustakaan rakyat. Rakyat > di Batavia saat itu bisa menikmati bacaan-bacaan terbitan Belanda maupun > Batavia, termasuk buku-buku pertama yang berbahasa Indonesia. Pendirian > Taman Poestaka ini atas prakarsa van Deventer yang menganjurkan politik > etis alias balas budi untuk pendidikan kaum pribumi. Balai Pustaka tahun > 2009 ini mengaktifkan kembali Taman Poestaka tersebut dan menamakannya > sebagai Taman Bacaan Rakyat. Dibuka untuk umum di samping Gedung Balai > Pustaka Jalan Gn. Sahari Raya no. 4, Jakarta Pusat. > > Di luar Balai Pustaka dan Dian Rakyat, saya mengamati suasana yang > menyenangkan di mana lebih dari seratus penerbit dan toko buku ramai > dikunjungi para pengunjung yang didominasi ibu-ibu, anak muda, dan anak > sekolah yang sedang liburan itu. Ini adalah kesempatan membeli buku dengan > harga yang lebih murah daripada biasanya. Sekaligus, menjadi cara IKAPI > mendongkrak minat baca masyarakat. > > Saya sengaja mengambil cuti dari kantor agar bisa seharian santay dan > tenang pada hari kerja menikmati deretan ratusan ribu buku yang dipajang. > Bila datang pada hari Sabtu atau Minggu tentu suasananya ramai sekali. > > salam, > Awang > > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > -------------------------------------------------------------------------------- > ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!! > yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang > 13-14 Oktober 2009 > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -- _______________________________________________ Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

