Mas Andri
Terima kasih penjelasannya. Si Abah > Sejarah kristalisasinya "cepat", namun yang unik justru dari komposisinya > yang kaya MgO dan rendah K2O, viskositas lebih rendah dari basalt dan > temperatur tinggi skitar 1600 C. Dengan kondisi seperti ini olivin dan > piroksen akan membektuk tekstur skeletal yang bergabung menjadi spinifex > utk tekstur batuannya. Lelehan magma dari perut bumi kini bila keluar > sebagai lava maksimal hanya akan menjadi basalt. Terjadi penurunan suhu > lava sejak lahirnya bumi, dari komatiite menjadi basalt (1000 C). > > Salam > Anssm >> >> Maaf tanya , jadi dari segi "sejarah" kristlisasinya apa >> yang dapat diterangkan dengan komposisi yang seperti itu Kang Andri ? >> Sudah lama tidak melihat petrology ,mohon diulas sedikit. >> Terima >> kasih >> >> Si Abah >> >> >>> ---------- Forwarded >> message ---------- >>> >> From: <[email protected]> >>> >>> Mungkin anda pernah mendengar samar-samar apa itu >> Komatiite dikuliah dasar >>> petrologi. Komatiite adalah batuan lava >> ultrabasa, ditemukan pertama kali >>> di sungai Komati, Afrika >> Selatan. Berbeda dengan lava basalt, komatiite >>> titik lelehnya >> sangat tinggi, sekitar 16000C, sangat cair konon karena >>> keluar >> dari tempat yang sangat dalam diperut bumi. Uniknya, komposisi >>> >> kimianya sangat berbeda dengan basalt bahkan mantle, yaitu berkadar MgO >>> tinggi dan rendah K2O! Keunikan lainnya adalah lava ini hanya di >> jumpai >>> pada kerak benua yang sangat tua yaitu Archean (4.5Ga) >> hingga Proterozoic. >>> Sehingga komatiite ditenggarai sebagai >> batuan yang hadir bersamaan dengan >>> lahirnya bumi. Namun demikian >> terjadinya lava seperti komatiite dapat >>> diamati tiap hari di >> kompleks pabrik nikel Soroako, Sulawesi Selatan. >>> Limbah yang >> mirip lelehan lava (smelter) bersuhu 16000C setiap saat >>> >> dituangkan ke tempat penampungan untuk didinginkan. Fragmen-fragmen >>> dipakai untuk landasan jalan dump truck berkapasitas 100 ton an! >> Fragmen >>> “smelter” dicoba untuk dianalisis >> petrografi, dan ternyata luar biasa! >>> Dibawah mikroskop nampak >> olivin dan piroksen yang membentuk tekstur >>> spinifex yang >> terbentuk karena cepatnya mendingin, sekitar 500C/hari. >>> Texture >> and mineralogi seperti ini memang khas komatiite! >>> >>> >> Andri Subandrio, 27082009 >>> >> -------------------------------------------------------------------------------- >>> PP-IAGI 2008-2011: >>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, >> [email protected] >>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, >> [email protected] >>> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 >> departemen, banyak biro... >>> >> -------------------------------------------------------------------------------- >>> ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!! >>> yg akan dilaksanakan di >> Hotel Gumaya, Semarang >>> 13-14 Oktober 2009 >>> >> ----------------------------------------------------------------------------- >>> To unsubscribe, send email to: >> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >>> To subscribe, send email to: >> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >>> Visit IAGI Website: >> http://iagi.or.id >>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >>> No. Rek: 123 >> 0085005314 >>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >>> Bank BCA KCP. Manara Mulia >>> No. Rekening: 255-1088580 >>> A/n: Shinta Damayanti >>> IAGI-net Archive 1: >> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >>> IAGI-net >> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >>> >> --------------------------------------------------------------------- >>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to >> information >>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI >> or others. In no event >>> shall IAGI and its members be liable for >> any, including but not limited to >>> direct or indirect damages, or >> damages of any kind whatsoever, resulting >>> from loss of use, data >> or profits, arising out of or in connection with >>> the use of any >> information posted on IAGI mailing list. >>> >> --------------------------------------------------------------------- >> >> >> -- >> _______________________________________________ >> Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate >> jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu >> lakonan. >> > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > -------------------------------------------------------------------------------- > ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!! > yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang > 13-14 Oktober 2009 > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -- _______________________________________________ Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

