---------- Forwarded message ----------
From: aris prima <[email protected]>
Date: 2009/9/7
Subject: [Geologi UGM] Dwikorita: Bencana Longsor Batu di Cianjur,
Bagian dari Longsoran Purba
To: [email protected]
Cc: [email protected]


Dwikorita: Bencana Longsor Batu di Cianjur, Bagian dari Longsoran Purba,

www. ugm.ac.id

Yogya, KU

Hasil penelitian Tim Studi Longsor, Jurusan Geologi UGM, menyebutkan
bencana longsor batu yang dipicu oleh gempa bumi di Cianjur pada 2
September lalu merupakan bagian dari longsoran purba yang pernah
terjadi sekitar 4 juta tahun yang lalu. Hal ini dicirikan dengan
adanya bentuk morfologi berupa tebing perbukitan yang tegak dengan
pelamparan lengkung seperti tapal kuda memanjang sepanjang kurang
lebih 20 kilometer.

“Lokasi runtuhan batuan saat ini merupakan salah satu titik pada
tebing longsor purba. Lembah deposit runtuhan longsor purba pada kaki
tebing inilah yang sekarang berkembang menjadi tempat permukiman yang
terus berkembang hingga meluas sampai ke arah kaki tebing,” kata Ketua
Tim, Dr. Dwikorita Karnawati, dalam rilisnya kepada wartawan, Senin
(7/9), di kampus UGM.

Dari hasil penyelidikan lapangan, kata Ketua Jurusan Geologi Fakultas
Teknik UGM ini, tercatat bahwa luncuran batuan dapat mencapai 550 m
dari kaki tebing. “Maka perlu disarankan agar zona sempadan lereng
yang harus dibebaskan dari hunian adalah dalam radius minimal 550 m
dari kaki tebing,” katanya.

Ditambahkannya bahwa endapan hasil runtuhan batuan yang terjadi akibat
gempa 2 September lalu masih relatif rapuh. Oleh karena itu, endapan
batuan tersebut masih mungkin untuk bergerak atau runtuh lagi,
terutama apabila terjadi guncangan gempa, hujan atau penggalian yang
tidak terkontrol. “Disarankan agar endapan runtuhan batuan tersebut
tidak menjadi arena yang bebas dikunjungi masyarakat,” pesannya.

Ditambahkan Dwikorita, diperlukan suatu perhitungan dan kewaspadaan
khusus apabila endapan runtuhan batuan tersebut akan digali lagi untuk
mencari korban yang belum ditemukan. Dengan demikian, bencana susulan
karena tertimbunnya alat atau petugas penggali dapat dihindari.

Dari hasil penelitian Tim Geologi yang beranggotakan Ir. Ignatius
Sudarno, M.T., Dr. Hary Christady, Bagus Kamrullah, dan Hermawan
Sunaryo, diketahui bahwa sepanjang tebing batuan yang melampar
melewati Desa Cijambu, Cisitu, Pasirbayur, Sukaresik, Cikangkareng,
Joglo, Tipar, Babakan sampai dengan Cibarengkok, Cikuray, dan
Rancabebek merupakan tebing batuan yang rapuh dan rentan runtuh karena
kehadiran kekar-kekar batuan yang cukup rapat pada tebing yang tegak.
“Runtuhan batuan nampaknya pernah terjadi beberapa kali pada tebing
batuan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan dijumpainya endapan talus
(endapan runtuhan batu) yang terakumulasi di kaki tebing,” jelasnya.

Dwikorita memperkirakan runtuhan batuan masih dapat terjadi di
beberapa tempat pada tebing tersebut. Oleh karena itu, perlu
diperhitungkan dan dipetakan zona yang berisiko terkena luncuran
batuan sehingga dapat ditetapkan zona sempadan lereng untuk
menghindari perkembangan permukiman dalam zona risiko tersebut.

Sementara kondisi runtuhan batuan merupakan blok-blok berbentuk
relatif kubik meruncing dengan didominasi oleh diameter blok mencapai
2m – 4m. Bentuk kubik ini khas yang menunjukkan indikasi potongan
batuan melalui bidang-bidang kekar. Karena kecuraman dan ketinggian
tebing (mencapai 170 m), serta cukup rapatnya bidang-bidang kekar yang
terbentuk pada tebing, volume massa runtuhan batuan relatif besar,
yakni 50..000 meter kubik dengan jarak luncur mencapai 550 m dari kaki
tebing. Risiko luncuran ataupun runtuhan batuan dalam volume besar
inilah yang mengancam keselamatan jiwa warga masyarakat.

Menurutnya, lokasi lain di wilayah Jawa yang menunjukkan kemiripan
ciri morfologi berupa tebing tegak dan terpotong-potong oleh bidang
kekar batuan juga perlu diwaspadai. Kondisi itu berpotensi pula untuk
mengalami runtuhan batuan apabila diguncang oleh gempa bumi, misalnya
wilayah Pegunungan Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten
Klaten juga pernah mengalami lebih dari 150 titik longsor batu akibat
dipicu gempa Yogyakarta di tahun 2006. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You are subscribed to "Milis T. Geologi UGM"
(http://kumpulgeologi.wordpress.com)
To unsubscribe: send email to [email protected]
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/geologiugm?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---




-- 
Renungan gempa di bulan ramadhan -> http://bit.ly/uILyN

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke