Mas Andri 

Apa diterngkan bagaimana menangkap CO2 dari alam
bebas , agar bisa diinjeksikan kembali kebatuan ultra mafik ?

Si Abah (yang pengen tau aje)


> ---------- Forwarded
message ----------
>
From: Andri Subandrio
<[email protected]>
> 
> 
> Pemanasan
global yang disebabkan antara lain naiknya kandungan gas
> CO2d di
atmosfir menjadikan kaum ilmuwan mencari jalan keluar untuk
>
mengurangi dan membuang gas CO2 dari atmosfer. Pengurangan dilakuan
> dengan bebrbagai cara seperti penghematan BBM, penggunaan
katalisator,
> penyaringan asap, penggunaan energi matahari dsb.
Selain itu dilakukan
> juga penanaman pohon atau penghijauan untuk
menyerap gas karbon dari
> udara. Gas karbon juga dapat diserap
oleh terumbu karang untuk
> hidupnya. Namun laju penambahan CO2 di
atmorfer, terutama akibat
> pembakaran energi fosil atau
hidrokarbon tidak sebanding dengan
> penyerapanya! Akibatnya gas
ini melalang buana hingga &ldquo;ditenggarai&rdquo;
> sebagai
penyebab bertambah &ldquo;hangat&rdquo;nya bumi kita.
> 
>

> 
> Untuk mengurangi gas CO2 di udara, diupayakan gas
bisa dijadikan
> padatan atau berubah menjadi bagian dari
metabolisme tumbuhan. Suatu
> terobosan baru dari dunia
&ldquo;experimental petrology&rdquo; telah ditemukan,
> yaitu
pemanfaatan batuan ultramafik untuk menangkap dan menyimpan gas
>
karbon (capture carbon and storage). Mengunakan prinsip-prinsip reaksi
> hidrotermal, batuan ultramafik yang rendah silika (<45% SiO2)
seperti
> peridotit, lerzolit, dan dunit gas karbon diinjeksikan
dan dibiarkan
> Ca dan Mg bereaksi dengan CO2 menjadi kalsit atau
dolomit! Krevor dan
> Lackner dari Columbia University adalah
geologist yang mencetuskan ide
> penelitian ini! Nah bagaimana
kaitannya dengan Indonesia ?
> 
> 
> 
>
Batuan ultramafik pada awalnya terjadi dikerak samudra, sekitar 20
> kilometer dan berada di lapisan atas mantel bumi. Karena
aktifitas
> tektonik, batuan yang kaya mineral olivin dan piroksen
ini bisa
> tersingkap di tepi benua atau busur kepulauan yang
disebut juga
> kompleks ofiolit atau ophiolite. Sebagian kompleks
ofiolit telah
> menghasilkan devisa yang cukup besar bagi tanah
air, antara lain
> tambang nikel, kromit, kobalt, besi dan sedikit
platinoid. Batuan
> ultramafik ini tersebar cukup luas di Malili
(Sulsel), Morowali
> (Sulteng), Luwuk, sebagian besar Sulawesi
Tenggara seperti Pomala,
> Halmahera, Seram, Waigeo, Obi dan
pulau-pulau di Kep. Maluku dan utara
> Papua.
> 
>

> 
> Suatu wahana dan kesempatan baru bagi periset
lingkungan dari berbagai
> disiplin untuk turut &ldquo;membumikan
kembali gas karbon dioksida&rdquo; dengan
> menggunakan batuan
ultramafik! Periset Amrik kini sudah mulai
> memetakan kembali
penyebaran batuan ultramafik negri Paman Sam. Nah
> mungkin kita
punya peluang juga untuk turut mengubur gas karbon di
> sebagian
rayuan pulau kelapa kita ? Siapa tahu ultramafik bisa
>
&ldquo;fantastik&rdquo; untuk menyejukan bumi dengan mengurangi selimut
CO2 ?
> 
> 
> 
> Andri Subandrio
08-09-2009
>
--------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>
--------------------------------------------------------------------------------
> ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
> yg akan dilaksanakan di
Hotel Gumaya, Semarang
> 13-14 Oktober 2009
>
-----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123
0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
or others. In no event
> shall IAGI and its members be liable for
any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with
> the use of any
information posted on IAGI mailing list.
>
---------------------------------------------------------------------


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate
jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke