________________________________

From: Ruly, Mardani 
Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:13 AM
To: Soeryowibowo, Moektianto; Tjahjadi, Leonardus S.; Kuntadi,
Nugrahanto; Meizarwin; Edward, Syafron; Mike S, Wulansari; Stevy K.,
Wospakrik; Rini, Apriani; Samuk Franklyn Konyorah; Rijal, Anshori; Erick
V, Yudhanto; Yanto, Kambu; Dumex, Pasaribu; Samsu, Dharmawan H (JKT);
Riza, Robini; Asep, Nugraha (Supraco); Tepy, Septyana; Yayat, Supriatna
(Jakarta); Supriyono; Natalia Margareth, Navratilova; Margareth,
Pattinama
Subject: FW: [berita_dari_gea] Fwd: Indonesia, Truly Atlantis

Kalau memang benar...harusnya kita bangga jadi bangsa Indonesia...:-) 
 
Ruly
________________________________

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Antonius Bintarto
Ekoprasetyo
Sent: Wednesday, September 30, 2009 10:31 AM
To: [email protected]; [email protected]
Subject: [berita_dari_gea] Fwd: Indonesia, Truly Atlantis


  


Indonesia, Truly Atlantis.......... 


atlantis3
<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis3.
jpg> Ingat iklan pariwisata Malaysia yang cantik itu ? Malaysia, Truly
Asia... 
Banyak orang kita yang sebal melihat iklan yang bagus itu, karena banyak
hal-hal yang digambarkan dalam iklan itu sebenarnya lebih banyak
dijumpai di pelbagai wilayah Indonesia dari pada di Malaysia. 
Yah, kita selalu 'keduluan' oleh mereka. 
Hal lain yang menyebalkan menyangkut negeri tercinta ini adalah manakala
ada yang mengatakan bahwa banyak orang di Amerika atau di luar negeri
yang tidak mengenal Indonesia. Katanya mereka tahu Bali, tapi Indonesia
itu dimana sih...., konon tanya mereka..... 
Tapi perkembangan terbaru rada beda ; mempromosikan Indonesia
akhir-akhir ini mestinya ibarat mendayung perahu ke hilir, yang didorong
arus sungai dari belakang. Banyak kemudahan yang didapat secara gratis. 
Bukan hanya akibat kedatangan Hillary Rodam Clinton, tapi terutama oleh
ulah Prof. Arysio N. dos Santos yang menerbitkan buku yang menggemparkan
: "Atlantis the Lost Continents Finally Found". 
Dimana ditemukannya ? 
Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak
kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (!). 
Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu
adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban
yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang
tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai
hukuman dari para Dewa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa,
dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa
peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu. 
Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai
ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga
sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah
negeri dongeng semata. 
santos
<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/santos.gif
> Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis
tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah. 
Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya.. Dia
mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama
29 tahun terakhir ini. 
Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah
ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik,
Ethnologi, dan Comparative Mythology. 
Kualifikasi Santos dapat dilihat dengan cara di KLIK DISINI
<http://atlan.org/author/resume.htm> . 
Buku Santos sewaktu ditanyakan ke 'Amazon.com' seminggu yang lalu
ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di
Internet, dan websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah
dikunjungi sebanyak 2.500.000 visits. 
Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan Indonesia secara efektif ke
dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari Pemerintah RI. 
Sebagaimana dapat diikuti dari websitenya, Plato menulis tentang
Atlantis pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia
Barat (Western World). 
Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini
hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah
sebenarnya dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia
menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah
realitas absolut ? 
Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas,
batuan mulia, dan 'mother of all civilazation' dengan kerajaan berukuran
benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi,
memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater,
musik, dan olahraga. 
Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya,
kemudian berubah menjadi ambisius. Para dewa kemudian menghukum mereka
dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang
sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu. 
Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan
bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah
sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam
bahasa setempat. 
Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP
(Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es
Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat
hebat. 
Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup
saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan
Cro-Magnon. 
Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa,
Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia
dan benua Asia. 
atlantis1
<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis1.
jpg>  
Gambar 1 : Atlantis 
Sulawesi, Maluku dan Irian masih menyatu dengan benua Australia dan
terpisah dengan Sumatera dan lain-lain itu. Kedua kelompok pulau ini
dipisahkan oleh sebuah 
Gambar 2 : Atlantis (National Geographic Magazine)
<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis2.
jpg>  
Gambar 2 : Atlantis (National Geographic Magazine) 
selat yang mengikuti garis 'Wallace'. Lihat gambar 1. 
Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan,
yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa
Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian
dari 'Ring of Fire'. 
Gunung utama yang disebutkan oleh Santos, yang memegang peranan penting
dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan 'sebuah gunung lain'
(kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam
kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung
Agung, dan Gunung Rinjani. 
Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai dengan ledakan dahsyat
gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan
membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan
pulau Sumatera dan Jawa. 
Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat
tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera
dengan Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara
Sumatera dan Kalimantan. 
Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa 'fly-ash' naik tinggi ke
udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu
sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene) . 
Abu ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan
abu, es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh
lapisan abu tersebut. 
Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke
seluruh bagian bumi yang rendah, termasuk Indonesia. 
Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan air laut
naik sekitar 130 meter diatas dataran rendah Indonesia. Dataran rendah
di Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal adalah
dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi. Lihat Gambar 1. 
Tekanan air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat
pada lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan
gunung berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah
berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis. 
Dalam bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang
bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah
Zaman Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15
derajat Celcius lebih dingin dari sekarang. 
Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah Indonesia
yang memang terletak di katulistiwa. 
Plato juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu
"....lebih besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi
satu...". Luas ini persis sama dengan luas kawasan Indonesia ditambah
dengan luas Laut China Selatan. 
Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat,
berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka.
Tapi realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan
Indonesia dan bukan di tempat lain. 
maya_titan
<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/maya_titan
.gif> osiris1
<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/osiris1.gi
f> Santos telah menduga hal ini lebih dari 20 tahunan yang lalu sewaktu
dia mencermati tradisi-tradisi suci dari Junani, Roma, Mesir,
Mesopotamia, Phoenicia, Amerindian, Hindu, Budha, dan Judeo-Christian. 
Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata
istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian
yang sama. 
Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa
suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas. 
Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang
lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai
Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu. 
Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang,
yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara
menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene. 
Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang
yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum,
sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana
emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar
lainnya. 
Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!). 
Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik
setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa
keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan
Amerika. 
Suku Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah dan menetap di
lembah Indus. . Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan
banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir,
Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara. 
Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali
budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka. 
Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India
melalui tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan,
Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam
tersebut. 
Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia. 
Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba
atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia,
metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh
dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution. 
Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida.
Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika
dan semantik. 
Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya "sidik jari" dari
India yang pada masa itu merupakan bagian yang integral dari Indonesia. 
Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang
menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan,
Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain. 
Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis
diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala,
Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain. 
Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa
benua atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia. 
Bukti-bukti yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan
dengan lokasi alternative lainnya disimpulkan Profesor Santos dalam
suatu matrix yang disebutnya sebagai 'Checklist' (KLIK DISINI
<http://atlan.org/articles/checklist/#checklist> ). 
Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya
atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori
Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian
orang-orang luar ke Indonesia. 
Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas. 
Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang sama
sekali "tidak meyakinkan" untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang
dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu
proses maju atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari
sepuluh ribu tahun. 
Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat populer tentang orang
Malaysia dan Indonesia; dimana 30 tahunan yang lalu mereka masih belajar
dari kita, dan sekarang mereka relatif berada di depan kita. 
Allah SWT juga berfirman bahwa nasib manusia ini memang Dia pergilirkan.
Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan sebaliknya. 
Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut
guna membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit
yang mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian
(sebagaimana yang digunakan untuk menemukan kapal 'Titanic'), dan
beragam peralatan canggih lainnya diharapkannya akan mampu membantu
mencari bukti-bukti pendukung yang kini diduga masih tersembunyi di
dasar laut di Indonesia. 
Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bangsa Indonesia ? 
Bagaimana pula pakar Indonesia dari berbagai disiplin keilmuan
menanggapi teori yang sebenarnya "mengangkat" Indonesia ke posisi sangat
terhormat : sebagai asal usul peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia ini
? 
Coba dong beri pula perhatian yang memadai. 
Atau coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk
cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan
buruk lainnya (mungkin 'korupsi' salah satunya). Nah, salah-salah
Indonesia sang "mantan Atlantis" ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau
tidak mau berubah seperti yang ditampakkan bangsa ini secara
terang-terangan sekarang ini. 
Khususnya bagi warga Minang, ada juga 'utak-atik' yang bisa dilakukan. 
Santos mengatakan berdasarkan penelitiannya bahwa berbagai kisah tentang
negara bak 'surga' yang kemudian menjadi hilang, bencana banjir besar,
letusan gunung berapi, dan gempa dahsyat ditemui pada kisah-kisah
berbagai bangsa di seluruh dunia. Kisah ini mirip satu dengan lainnya. 
Apa pula kata Tambo Minangkabau tentang ranah Minang zaman baheula ? 
"....Pada maso sabalun babalun balun, urang balun pinangpun balun,
samaso tanah ameh ko sabingkah jo Simananjuang, kok gunuang baru
sabingkah batu, tanah darek balun lai leba......, lah timbua gunung
Marapi" (Pada masa serba belum, orang belum pinangpun belum, semasa
tanah emas ini masih menyatu dengan Semenanjung, gunung baru sebingkah
batu, tanah daratan belum lebar, sudah timbul gunung Merapi). Ada lagi
"...waktu bumi basintak naiak, lauik basintak turun..." (Sewaktu daratan
bergerak naik, laut bergerak turun). 
'.........Samaso tanah ameh sabingkah jo Simananjuang' , ini adalah masa
sewaktu Atlantis masih exist. 
menhir_mahat2_t2
<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/menhir_mah
at2_t2.jpg>  
Salah satu Menhir di Mahat 
Konon kabarnya pula, sejumlah menhir yang berjumlah 800an buah di Mahat
posisinya menghadap kearah matahari terbit, atau kearah Timur. 
Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang
tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa
bumi.Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang
tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.. 
Pulau Sumaterapun ternyata tertulis dalam kisah Atlantis, yang disebut
sebagai Taprobane. 
Dulu Taprobane ini diartikan sebagai Ceylon, tapi kalau melihat ukuran
besarnya tidak syak lagi bahwa Taprobane adalah Sumatera yang dikisahkan
kaya dengan emas, batuan mulia, dan beragam binatang termasuk gajah. 
Itulah kira-kira teori Santos secara sangat ringkas. 
Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, dapat langsung ke website
Profesor Santos http://atlan. org/ <http://atlan.org/>  atau membeli
bukunya yang disebutkan diatas ke penerbit 'Amazon.com' (kalau sudah ada
terbitan barunya). 
Dan....perusahaan penerbangan mana yang akan memulai dengan iklan :
Indonesia, Truly Atlantis.........[eb] 





__._,_.___
Messages in this topic
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/message/12038;_ylc=X3oDMT
M2c3VyNTE3BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BG
1zZ0lkAzEyMDM4BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTI1NDI4MTQ1NAR0cGNJZAMxMj
AzOA--> (1) Reply (via web post)
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/post;_ylc=X3oDMTJxYmc3dWZ
vBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BG1zZ0lkAzE
yMDM4BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTI1NDI4MTQ1NA--?act=reply&messageN
um=12038> | Start a new topic
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/post;_ylc=X3oDMTJlaXV1OXR
kBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwNmdHI
Ec2xrA250cGMEc3RpbWUDMTI1NDI4MTQ1NA--> 
Messages
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/messages;_ylc=X3oDMTJlbHA
zZWdlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwN
mdHIEc2xrA21zZ3MEc3RpbWUDMTI1NDI4MTQ1Mw-->  | Files
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/files;_ylc=X3oDMTJmN2oyN2
IzBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwNmdH
IEc2xrA2ZpbGVzBHN0aW1lAzEyNTQyODE0NTM->  | Photos
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/photos;_ylc=X3oDMTJlcjgxZ
jA0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwNmd
HIEc2xrA3Bob3QEc3RpbWUDMTI1NDI4MTQ1Mw-->  | Links
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/links;_ylc=X3oDMTJmaWFxdW
9xBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwNmdH
IEc2xrA2xpbmtzBHN0aW1lAzEyNTQyODE0NTM->  | Database
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/database;_ylc=X3oDMTJjaXR
vM2d1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwN
mdHIEc2xrA2RiBHN0aW1lAzEyNTQyODE0NTM->  | Polls
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/polls;_ylc=X3oDMTJmMTlhcH
Q5BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwNmdH
IEc2xrA3BvbGxzBHN0aW1lAzEyNTQyODE0NTM->  | Members
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/members;_ylc=X3oDMTJlZmlq
MmxiBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwNm
dHIEc2xrA21icnMEc3RpbWUDMTI1NDI4MTQ1Mw-->  | Calendar
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/calendar;_ylc=X3oDMTJkNTR
qM2RkBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwN
mdHIEc2xrA2NhbARzdGltZQMxMjU0MjgxNDUz>  
Yahoo! Groups
<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkYXEzb2hqBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkA
zEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjU0M
jgxNDU0>  
Change settings via the Web
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea/join;_ylc=X3oDMTJmNGY0dmt
1BF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwNmdHI
Ec2xrA3N0bmdzBHN0aW1lAzEyNTQyODE0NTQ->  (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest
<mailto:[email protected]?subject=email Delivery:
Digest>  | Switch format to Traditional
<mailto:[email protected]?subject=change
Delivery Format: Traditional>  
Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea;_ylc=X3oDMTJkOHFmNGRuBF9T
Azk3NDc2NTkwBGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwNmdHIEc2xr
A2hwZgRzdGltZQMxMjU0MjgxNDU0> | Yahoo! Groups Terms of Use
<http://docs.yahoo.com/info/terms/> | Unsubscribe
<mailto:[email protected]?subject=> 
Recent Activity

Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/berita_dari_gea;_ylc=X3oDMTJlZTRoMGYxBF9T
Azk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzQzNDAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY0BHNlYwN2dGwEc2xr
A3ZnaHAEc3RpbWUDMTI1NDI4MTQ1Mw--> 
Give Back

Yahoo! for Good
<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTJtdm9hZmc4BF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzEEZ3
JwSWQDMTIzNDM0MARncnBzcElkAzE3MDUwNDM0NjQEc2VjA25jbW9kBHNsawNicmFuZARzdG
ltZQMxMjU0MjgxNDUz;_ylg=1/SIG=11314uv3k/**http%3A//brand.yahoo.com/forgo
od> 

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!
<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTJvYmZxNTB0BF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzIEZ3
JwSWQDMTIzNDM0MARncnBzcElkAzE3MDUwNDM0NjQEc2VjA25jbW9kBHNsawN0b29sYmFyBH
N0aW1lAzEyNTQyODE0NTM-;_ylg=1/SIG=11c6dvmk9/**http%3A//toolbar.yahoo.com
/%3F.cpdl=ygrps> 

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group
<http://groups.yahoo.com/start;_ylc=X3oDMTJvbmhmZW10BF9TAzk3MzU5NzE0BF9w
AzMEZ3JwSWQDMTIzNDM0MARncnBzcElkAzE3MDUwNDM0NjQEc2VjA25jbW9kBHNsawNncm91
cHMyBHN0aW1lAzEyNTQyODE0NTM-> 

in 3 easy steps.

Connect with others.

.
 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=1234340/grpspId=1705043464/m
sgId=12038/stime=1254281454/nc1=1/nc2=2/nc3=3> 

__,_._,___

Kirim email ke