PP IAGI 

Selamat atasberlangsungnya PIT hingga selesai, tks
Awang yang telah melaporkan pandangan mata yang cukup komprehensif.
Sedih juga bahwa 20 dari 123 oral presentation tidak hadir dan 4 (untung
hanya 4) poster tidak juga hadir . Tentu saja sangat mengganggu
pelaksanaan .

Sebaknya diberitakan dalam Bulletin pembawa
makalah  yang tidak hadir tanpa PEMBERITAHUAN tsb , perlu ada sanksi
organisasi kalau perlu.Hal ini juga pernah terjadi pada waktu PIT di Bali
, dimana cukup banyak "no show".

IAGI lima puluh
tahun ???  Beberapa bulan yang lalu  saya pernah menyampaikan
dalam millis ini perlunya suatu Event yang khusus untuk PIT yad. 
Pak
Ketum - pun sudah saya berikan beberapa gagasan.

Selamat bahwa
IAGI telah memberikan penghargaan kepada yang dianggap berjasa , walaupun
bukan suatu penghargaan yang diberikan dengan cara yang lebih sistemik
sebagaimana organisasi yang mapan (saya kira sih lima puluh tahun umurnya
, mestinya sudah mapan ya ?).Aneh bin ajaib bahwa "koar koar"
saya untulk membuat penghargaan yang diberikan oleh IAGI  melaui
suatu Komisi yang lebih mapan , ditanggapi sangat sedikit oleh aktifis
IAGI. Kalau bukan pada ULTAH ke - lima puluh kita mulai , mau kapan lagi
???>

Kalau Awang masih secara sopan melaporkan
mengenai  PIT ini , maka saya berpendapat bahwa kalau membaca laporan
pandangan mata - nya PIT IAGI tahun ini kurang berhasil , jadi perlu kerja
keras PP - IAGI untuk membuat PIT diluar kota konvensional JKT , BDG dan
YG bisa menyamai PIT yang diadakan di tiga kota seperti saya sebutkan
diatas.
Acara acara tambahan seperti golf , dapat saja dihapuskan ,
apabila berdasarkan perkiraan hanya diikuti oleh sejumlah kecil peserta.
Saya dengar peserta gof hanya 36 orang , tentu saja sulit bagi Panitia
untuk melakukan persiapan , dan kan bisa rugi.

Memang saya
harus memberikan pujian atas keberanian untuk mengadakan PIT di Semarang
(dan kota lainnya nanti), tapi harus ada usaha yang luar biasa untuk
membuatnya sukses. Saya kira membuat PIT "kecil" seperti
dilaporkan dalam pandangan mata AwS adalah salah satu usaha yang baik.
Tentu perlu koordinasi  antara PP dan PENGDA sehingga thema thema -
nya pun bisa "spesifik" dan masih dapat mencakup persoalan
geologi secara nasional.

Maaf Pa Ketum , bukan mengajari itik
berenang , hanya saja Si Abah masih ingin IAGI lebih baik lagi.

Wassalam


Si Abah.


 ke-38 IAGI
yang berlangsung di Hotel Gumaya, Jalan Gajah Mada 59-61,
>
Semarang telah selesai dilaksanakan. Pak Lambok Hutasoit, Ketua Umum
IAGI,
> dalam pidato penutupan PIT ini menyatakan bahwa PIT telah
berlangsung
> dengan sukses. Selamat kepada segenap Panitia PIT
ke-38 (terutama berasal
> dari Dinas ESDM Jawa Tengah dan
Universitas Diponegoro) yang telah bekerja
> keras untuk
menyelenggarakan PIT ini.
> 
> PIT ini diawali dengan
ice-breaker party pada Senin malam 12 Oktober 2009.
> Acara makan
malam dan keakraban di antara peserta PIT ini agak terlambat
>
dimulai karena tempat acara dipindahkan dari semula di tempat terbuka
di
> samping gedung hotel ke salah satu restoran di hotel.
Penyebabnya adalah
> hujan deras mengguyur Semarang. Hujan ini
juga telah menyebabkan pesawat
> yang hendak mendarat di Bandara
Ahmad Yani terpaksa mesti naik lagi
> (beberapa peserta PIT ada di
dalam pesawat itu). Meskipun dimulai agak
> terlambat, acara
ice-breaker berlangsung dengan baik, seperti biasanya
> -yaitu
menjadi ajang reuni atau berkenalan baru. Sambil makan, peserta
>
dihibur oleh para seniman daerah kota Semarang berupa nyanyian dan
tarian.
> 
> PIT dibuka esok paginya, Selasa 13 Oktober
2009. Sambil menunggu
> pembukaan, para seniman Semarang menghibur
para peserta. Kali ini berupa
> wayang orang dengan cerita
dagelan. Bagus dan lucu, membuat para peserta
>
gerr-gerran...(tertawa). Acara resmi diawali dengan menyanyikan
"Indonesia
> Raya", dilanjutkan  pidato sambutan dari
Pak Teguh Dwi Paryono (Ketua
> Panitia), disambung pidato  oleh
Pak Lambok. Pak Menteri Purnomo
> Yusgiantoro batal membuka acara,
sambutan beliau dibacakan oleh Pak
> Sukhyar, Kepala Badan Geologi
yang sekaligus membuka acara PIT secara
> resmi, sebelumnya Pak
Sukhyar mengajak peserta mengheningkan cipta atau
> berdoa untuk
para korban gempa di Sumatra Barat. Dalam pembukaan ini juga
>
diberikan Penghargaan IAGI kepada beberapa ahli geologi yang menekuni
dan
> mengkomunikasikan geowisata : Budi Brahmantyo, Hanang
Samodra, Agus
> Hendratno, Yudi Purnama (maaf kalau ada yang
terlupakan saya tulis).
> Selamat kepada Pak Budi dkk.
>

> Setelah beristirahat sejenak, acara PIT dilanjutkan oleh
diskusi panel
> yang dipandu Prof. Eko Budihardjo, seorang tokoh
arsitektur kota dari
> Universitas Diponegoro  (saya baru tahu
beliau ternyata humoris, itu tak
> bisa ditebak dari beberapa
bukunya tentang arsitektur kota -tentu saja).
> Para panelis
sedianya ada tiga, tetapi satu absen; yang hadir adalah Pak
> Eko
Teguh Paripurno (UPN) dan Pak Bambang Istadi (EMP). Para Panelis
>
berusaha menampilkan presentasi/pembicaraan  sesuai tema PIT ke-38
> "Menerima Tengara (Sinyal, Tanda2, Isyarat) Bumi untuk
Menciptakan Suatu
> Harmoni Kehidupan melalui Geologi".
Meskipun Bumi tidak pernah
> berkata-kata secara verbal, ia
sesungguhnya berkata-kata melalui alam 
> yang bisa dipahami oleh
para ahli geologi.  Tengara itu mestinya
> diindahkan oleh manusia
agar bisa hidup di Bumi secara harmoni. Pak Eko
> Paripurno
membahas masalah lingkungan dan pengelolaan sumberdaya.  Sebuah
>
kalimat mutiara diperkenalnya, "memayu hayuning
> 
bawono"  - menjadikan bumi yang baik menjadi lebih baik. Pak
Bambang
> Istadi membahas tentang kejadian bencana Lusi (Lumpur
Sidoarjo) dan
> pengelolaan lingkungannya. Pertanyaan dari peserta
diskusi cukup gencar,
> terutama masalah Lusi, tetapi semunya
dapat dijawab dengan baik oleh Pak
> Bambang, juga Pak Eko
Paripurno. Usaha ekstraksi sumberdaya selamanya
> akan
bertentangan dengan lingkungan yang lestari, lalu bagaimana
>
mendamaikan kedua hal ini (pembangunan vs lingkungan). Pak Eko
menjawab,
> usahakan kesetimbangan, a.l. mengecilkan risiko dampak
lingkungan. Kata2
> kunci dilemparkan Pak Eko Budihardjo  menutup
diskusi panel ini : R & D
> -research & development ?
Bukan, di Indonesia adalah rust & dust
> ---hasil2 penelitian
berkarat dan berdebu karena tak pernah dipakai.
> Hm...rasanya ada
benarnya, itu adalah tantangan buat para peneliti.
> 
>
Setelah makan siang, dimulailah sesi presentasi teknis. Presentasi
teknis
> ini terus berlanjut sampai hari besoknya (Rabu 14 Oktober
2009). Sesi
> teknis adalah acara inti atau batang tubuh PIT.
Terdaftar di buklet
> program sebanyak 123 presentasi oral dan 34
presentasi poster. Presentasi
> oral dilakukan di enam tempat
ruangan secara paralel. Poster dipasang di
> booth poster di
samping ballroom. Namun, disayangkan bahwa sebanyak 20
>
presentasi oral dan 4 presentasi poster tidak hadir presenter dan
> posternya alias "no show" -tidak datang ke PIT tanpa
pemberitahuan padahal
> namanya sudah tercantum di program teknis.
Karena semua presentasi
> dilangsungkan secara paralel, maka tidak
mungkin kita bisa melihat semua
> presentasi oral, kecuali
presentasi poster. Maka CD berisi makalah lengkap
> atau extended
abstract dari semua presentasi di PIT ini merupakan hal yang
>
penting (paling penting sebenarnya - untuk pengkajian lebih lanjut
sebab
> seminar hanya berlalu 2 hari
>  tetapi karya tulis
bisa belasan-puluhan tahun).
> 
> Acara lain yang tak
kalah penting dari PIT ini adalah Rapat Organisasi
> IAGI yang
diadakan pada Selasa malam 13 Oktober 2009. Rapat membahas dua
>
hal : (1) mendengar laporan2 dari Pengda2 (Pengurus Daerah) IAGI
tentang
> kegiatan apa saja yang telah dan akan dilakukan pada
tahun 2009 ini dan
> masalah2 apa saja - bila ada; (2) rencana
pelaksanaan PIT pada tahun 2010.
> Tahun 2010 adalah tahun yang
penting bagi IAGI sebab pada tahun 2010,
> Organisasi IAGI akan
berumur 50 tahun. Tentu sangat wajar bila akan
> diselenggarakan
suatu pertemuan yang lebih istimewa (baca : lebih khusus)
> buat
organisasi yang telah setengah abad umurnya. Beberapa Pengda ingin
> menyelenggarakan acara 50 tahun IAGI itu di daerahnya - mungkin
mirip
> perebutan menjadi tuan rumah piala dunia atau olimpiade?
he2.. Akhirnya
> diputuskan, bahwa pada 2010 nanti setiap Pengda
diharapkan di daerahnya
> masing-masing mengadakan seminar2 yang
pada intinya ingin mengedepankan
> peranan IAGI dalam berbagai
>  persoalan menyangkut geologi di daerah/masyarakat/Pemda.
Kemudian
> seminar2 ini akan berakhir dan puncaknya
diselenggarakan di  Jakarta yang
> akan diadakan tepat  saat IAGI
berulang tahun ke-10 (13 April 2010).
> Sementara itu, PIT ke-39
IAGI diputuskan akan diadakan di Pantai Senggigi
> Lombok pada
bulan Oktober atau November 2010. Kemudian, rapat juga
>
memutuskan mengadakan PIT ke-40 IAGI pada tahun 2011 di Makassar,
> Sulawesi Selatan. Demikian Rapat Organisasi IAGI.
> 
> Kegiatan lain yang diadakan dalam rangkaian acara PIT ke-38 IAGI
ini
> adalah luncheon talk berupa perkenalan semacam kode
kompetensi dan etika
> para ahli geologi khususnya yang bekerja di
bidang mineral dan batu bara.
> Penyusunan kode masih berjalan.
Saya pikir ini merupakan tuntutan suatu
> organisasi profesi.
> 
> Beberapa booth para exhibitor juga ikut memeriahkan PIT
ini, booths
> didirikan di dekat lobby, sehingga dapat menarik
banyak pengunjung.
> Meskipun perusahaan/organisasi peserta
pameran tidak banyak, lumayanlah.
> Para pengunjung bisa
memperoleh informasi yang cukup melalui
> brosur-brosurnya.
> 
> Acara PIT ke-38 IAGI di Semarang ini ditutup oleh pidato
Pak Lambok,
> pengumuman presenter terbaik  dan selebihnya adalah
pengundian doorprize
> (kaos IAGI, voucher menginap di Hotel
Gumaya dan lima handphone) serta
> hiburan (organ tunggal dan
penyanyinya atau mjungkin peserta yang ingin
> menyanyi dan
berjoget).
> 
> Presentasi oral terbaik mahasiswa  :
Taufan Wiguna dkk. dari ITB & Chevron
> ( Taphonomic Study of
Molluscs to Construct Sequence Stratigraphy
> Architecture -
Central Sumatra Basin Case). Presentasi poster terbaik
> mahasiswa
:  Danny Nursasono dkk dari UNPAD (Tectonic Evolution of Onshore
>
SW Central Java Basin : a New Perspective on Active Margin Structural
> Assemblage); Presentasi oral terbaik profesional : Bambang Priadi
dkk.
> dari ITB & Volcanological Survey of Indonesia (Products
of Lamongan
> Volcano East Java, Indication of Gradual Magmatic
Changes from Continental
> to Subduction-Related System).
Presentasi poster terbaik profesional :
> Amin Widodo  dari ITS
(Semburan Lumpur Sidoarjo, Sebuah Tantangan Riset
>
Multidisiplin).  Selamat kepada para peraih presentasi terbaik.
>

> Demikian sekilas pengamatan saya mengikuti PIT ke-38 IAGI. Saya
sendiri di
> PIT ini selain sebagai presenter dua makalah : (1)
Stromatolites of
> Satonda Crater Lake, North Sumbawa : Modern
Analogue of Pre-Cambrian to
> Lower Paleozoic Microbialitic Reefs
and Potential for Petroleum
> Reservoirs, (2) Finding Remnants of
the Tethys Oceans in Indonesia :
> Sutures of the Terranes
Amalgamation;  juga menemani Mbak Premonowati-UPN
> sebagai
chairperson di sesi tentang biostratigrafi dan karbonat; dan
>
mengamati perkembangan riset-riset geologi yang dituangkan para
>
profesional dan mahasiswa dalam makalah-makalahnya; dan akhirnya tentu
> saja bertemu dengan para sahabat ahli geologi baik junior maupun
senior.
> Banyak para senior yang datang seperti Pak Zuhdi Pane
dan Pak Yusmal
> Yusuf, dan lebih banyak lagi adik-adik geologist
dan mahasiswa geologi
> dari berbagai perguruan tinggi.
Menyenangkan melihat para senior yang
> masih bersemangat
mengikuti PIT IAGI, juga menyenangkan
>  melihat antusiasme
mahasiswa berkarya dan melihat presentasi-presentasi
> teknis.
> 
> Beberapa catatan saya, barangkali dapat menjadi
masukan.
> • Buku program tidak memuat abstrak,
ini menyulitkan peserta mengetahui
> gambaran umum isi makalah
yang akan disaksikannya.
> • Tanda-tanda
(signage)  tentang daftar presentasi di suatu ruangan
> terlalu
kecil, mestinya dibuat dalam ukuran poster.
> •
Laptop di sebuah ruangan menggunakan microsoft office 2003, sehingga
> bahan presentasi seorang peserta yang disiapkan dalam power point
2007 tak
> bisa dibaca; baru bisa dibaca setelah laptop diganti -
penggantian makan
> waktu hampir 15 menit; jadi pembicara
presentasi tanpa slides.
> • Laptop di beberapa
ruangan mengubah ukuran display slides yang
> disiapkan peserta,
sehingga banyak tulisan besar yang terpotong atau
> berpindah
baris tanpa diketahui sebelumnya -ini tidak memberikan
>
kenyamanan bagi presenter maupun peserta yang melihatnya.
>
• Tidak semua proyektor bagus mutunya, sebagian kurang
bagus, sehingga
> menghasilkan slides yang kurang terang di
layar.
> 
> Demikian, sekedar berbagi cerita, terutama
untuk rekan-rekan yang tidak
> bisa mengikuti PIT ke-38 IAGI di
Semarang yang baru berlalu.
> 
> Beberapa makalah akan
saya ulas dalam kesempatan posting yang lain.
> 
>
salam,
> Awang -dari Bandara Ahmad Yani Semarang
> 
> 
> 
> 
> 
>
--------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>
--------------------------------------------------------------------------------
> ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
> yg akan dilaksanakan di
Hotel Gumaya, Semarang
> 13-14 Oktober 2009
>
-----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123
0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
or others. In no event
> shall IAGI and its members be liable for
any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with
> the use of any
information posted on IAGI mailing list.
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke