Pak Awang dan Pak Anom,
"Growth faults" atau "Syn-dep faults" juga sering ditemukan pada
lapisan-lapisan batuan sedimen yang berasosiasi dengan lapisan batubara ("coal
bearing strata"). Jika kita masuk ke dalam tambang batubara bawah tanah di
Sawahlunto (Ombilin), kita akan jumpai sesar-sesar tumbuh ini pada setiap
interval 50m. Sesar-sesar tersebut murni normal, dan something to do with
"differential compaction ratio" yang menghasilkan "differential rate of
subsidence" dan terdapat pada lapisan sedimen disekitar lapisan batubara (baca
"gambut" atau "peat"). Sesar-sesar tumbuh tersebut bisa menggeser kedudukan
lapisan-lapisan batubara hingga setinggi 10m, namun yang banyak hanya sekitar
1m sampai 3m (apakah bisa didetect oleh seismic ?). Informasi ini adalah hasil
survey kami selama 1.5 bulan di Tambang Bawah Tanah Sawahluhung (Ombilin) tahun
1987. Jika ada yang berminat mencari info yang lebih detil tentang hal ini,
silahkan cari di Jurusan Geologi ITB melalui Bp. Ir.
Th. Matasak (Ketua Tim Survey Sawahluhung 1987). Pada waktu itu saya bekerja
untuk Tim tersebut.
Wassalam,
Chairul Nas
--- Pada Kam, 3/12/09, Awang Satyana <[email protected]> menulis:
Dari: Awang Satyana <[email protected]>
Judul: [iagi-net-l] Bls: [Geo_unpad] [ Tanya ] Kutai Basin
Kepada: [email protected]
Cc: "Eksplorasi BPMIGAS" <[email protected]>, "IAGI"
<[email protected]>, "Forum HAGI" <[email protected]>
Tanggal: Kamis, 3 Desember, 2009, 11:16 AM
Anom,
1. Dalam sistem growth fault (yakinkan dulu dari data seismik bahwa itu benar
growth fault -growth fault akan punya bidang sesar yang listric atau nonplanar,
seperti sendok makan, melengkung di bagian bawah), antiklin yang ada di bagian
turunnya terjadi secara roll over.
Xiao dan Suppe (1992) -AAPG Bull. pernah mempublikasikan paper bagus tentang
asal roll over anticline ini, yaitu menggunakan metode kink-band dalam struktur
geologi (yaitu struktur nonplanar dianggap sebagai disusun oleh fragmen2 planar
yang saling bersambung dengan titik belok -bending point- di setiap sambungan
fragmen planar).
Dalam growth fault ada bending point terbesar yaitu di dasar nonplanar-nya.
Nah, saat fault ini bergerak secara syn-depositional, sedimen yang merosot di
bagian blok turun akan mendapatkan gaya tekan ke atas karena ruang
kompensasinya semakin mengecil akibat nonplanar tadi (dalam sesar planar maka
sedimen yang merosot tadi akan terus merosot sebab ruang kompensasi tetap
volumenya). Gaya tekan ke atas inilah yang kemudian melipat sedimen yang turun
tadi menjadi roll over (melengkung di atas). Saya kebetulan pernah bertemu
langsung dengan Hong Bin Xiao dan John Suppe saat ada konferensi struktur di
Texaco tahun yang sama dengan publikasi tersebut (1992), mereka menunjukkan
simulasi pembentukan roll over tersebut menggunakan komputer.
Jadi yang harus diselidiki pertama adalah apakah antiklin prospek tersebut roll
over dari growth fault atau bukan.
Karena progradasi sedimen delta di Kutei maupun Tarakan ke arah timur, maka
betul arah2 growth fault akan utara-selatan (sebab arah growth fault akan
selalu tegak lurus terhadap arah progradasi sedimen delta). Dan, arah roll over
anticline pun karena ia dibentuk growth fault akan sejajar dengan sesarnya
yaitu utara-selatan.
Bila ternyata arah antiklin ini justru barat-timur, tetapi ada satu sistem
dengan growth fault yang utara-selatan; maka harus diselidiki dulu apakah
memang itu growth fault, jangan2 hanya sesar planar saja bekas rifting Makassar
Strait di dekat Mangkalihat. Bila benar itu growth fault sesuai ciri2nya, maka
antiklin B-T itu bisa saja merupakan rotated roll over secara anticlockwisely
akibat drag Mangkalihat Fault. Saya punya data seismik terbaru di antara
Mangkalihat dan Sulawesi dan menunjukkan bahwa Sesar Mangkalihat aktif sampai
ke Kuarter, jadi drag oleh Mangkalihat Fault mungkin saja. Rotasi semacam itu
dari roll over yang utara-selatan menjadi barat-timur menuntut kinematika bahwa
Mangkalihat Fault bergerak secara dextral. Bila sinistral, ia tak akan
menyebabkan drag anticlockwisely.
Problem timbul karena Palu-Koro (sinistral) ke Mangkalihat berdasarkan data
seismik terbaru (PGS 2008) bersambung (ada juga di publikasi Baillie et al..
(2004) -IPA Proc. dan menurut publikasi Rangin (1991) dan Tongkul (1991)
Mangkalihat adalah sinistral, bukan dextral - maka suatu drag sinistral tak
akan merotasi antiklin U-S menjadi B-T.
Publikasi Rangin dan Tongkul tersebut belum tentu benar juga, bisa saja
Mangkalihat dextral : ini harus diselidiki.
Bila memang Mangkalihat dextral maka semua skenario masuk, baik antiklin
tersebut sebagai rotated fold oleh drag dextral maupun sebagai en echelon fold
dalam sistem dextral. Strain ellipsoid Wilcox (1973) bila diterapkan di sistem
dextral Mangkalihat akan menghasilkan en echelon fold yang barat-timur; tetapi
bila Mangkalihat benar sinistral maka arah antiklin en echelon itu akan
BL-Tenggara.
Sesar-sesar mendatar besar bisa saja mengubah gaya slip-nya sepanjang
sejarahnya bergantung dari mana driver utamanya berasal. Sesar2 besar di
IndoCina (RRF, TPF, Wang Chao, dsb.) dianggap dextral seperti Sumatra Fault
pada Paleogen, tetapi kemudian menjadi sinistral saat driver utama dari
collision India tak terlalu aktif lagi di Neogen, gantian Pacific plate
movement yang aktif. Maka sekarang menjadi penting kapan umur Mangkalihat
berubah dari sinistral menjadi dextral dan kapan rotasi terjadi.
2. Biasanya yang namanya en echelon fold memang banyak lipatan2 sejenis yang
paralel; itu juga yang saya temukan untuk en echelon folds di utara Barito di
wilayah Makunjung-Kuaro relatif terhadap bagian selatan Adang Fault (dextral
saat pembentukan en echelon fold ini) - Satyana (1994) -PIT IAGI Proc atau di
Salawati Basin terhadap Sorong Fault yang sinistral (Satyana et al., 2002 -PIT
IAGI Proc.). Bila ia sendiri saja, coba cek lagi sebab data seismik sampai ke
dekat Lembah Palu di sebelah selatan Mangkalihat masih menunjukkan beberapa
fold dan fault en echelon bahkan sampai ke dasar laut. Kalau Samarinda
Anticlinorium jangan ditafsirkan sebagai akibat couple strikes Adang dan
Mangkalihat. Teori ini sudah pernah diuji oleh beberapa peneliti struktur
geologi Ken McClay atau Angus Ferguson dengan sand & clay box modelling dan tak
terbukti. Buat saya, penjelasan gliding tectonic sebagai asal Samarinda
Anticlinorium yang pernah dikemukakan van Bemmelen
(1949), Rose dan Hartono (1978) dan Hank Ott (1985) masih cukup memuaskan.
salam,
Awang
--- Pada Kam, 3/12/09, Anom Prasetya <[email protected]> menulis:
Dari: Anom Prasetya <[email protected]>
Judul: [Geo_unpad] [ Tanya ] Kutai Basin
Kepada: [email protected]
Cc: [email protected]
Tanggal: Kamis, 3 Desember, 2009, 8:59 AM
Bapak2 dan Ibu2...Akang2 dan Teman2
Saya ingin bertanya,
Saat ini saya sedang belajar mengevaluasi prospect, di area offshore kutai
basin. Prospect yg sedang kita kerjakan ini berupa structure anticline. Saya
memasukkan structure antiklin ini merupakan akibat dari mekanisme growth fault
di deltaic sequence yg menyebabkan banyak variasi struktur di daerah tersebut,
selain antiklin, banyak juga terdapat antithetic dan synthetic faults yg
menyebabkan penebalan yg variatif pada paket sedimen yg lebih muda. Yang ingin
saya tanyakan yaitu :
1. Structure antiklin ini berarah tegak lurus dengan trend growth fault
yg berarah relative N-S. jika diterapkan pada gaya regional yg menyebabkan
growth fault tersebut, seharusnya struktur antiklin tersebut berarah relative
N-S sejajar dengan strike growth fault. Apakah perubahan arah sumbu antiklin
itu (kalau berotasi anticlockwise) akibat dari pengaruh 2 regional strike-slip
fault di cekungan kutai (Adang dan Mangkalihat dextral fault)??
2. Dari analisa regional, dapatkah disebutkan jika sturture antiklin ini
merupakan antiklin en-echelon dari dextral mangkalihat? ? Karena lokasinya yg
dekat dengan dextral mangkalihat. Namun yg saya temukan hanya satu structure
antiklin, berbeda dengan complex antiklinorium samarinda atau makunjung.
Terima Kasih,
Anom
D1H01046
__._,_.___
Reply to sender | Reply to group Messages in this topic (1)
Recent Activity:
Visit Your Group Start a New Topic
Please Visit Our Website @ http://geounpad.ac.id/
and Our Forum @ http://forum.geounpad.ac.id/
Moderators:
Budhi Setiawan '91 <[email protected]>
Edi Suwandi Utoro '92 <[email protected]>
Sandiaji '94 <[email protected]>
Wanasherpa '97 <[email protected]>
Satya '2000 <[email protected]>
Andri'2004 <[email protected]>
MARKETPLACE
Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living
Mom Power: Discover the community of moms doing more for their families, for
the world and for each other
Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
..
__,_._,___
Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer