> 
Seperti kata pepatah " Kepala sama berambut tetapi
pikiran tetaplah bisa berbeda".
Yang bagus dari kasus kasus ini
adalah contoh bagaimana  mass media sangat  berkuasa , Jadi hati
hatilah jangan sampai terjadi mafia peradilan yad adalah mass media yang
melakukan " pencitraan negatip" untuk tujan tujuan tertentu.
Kan sama saja akibatnya dengan mafia pengadilan .
Jadi khalayak
harus lebih pintar agar jangan mudah digiring kearah tertentu.
Mudah
????? Ya , kwalitas SDM rakyatlah yang akan berperan disamping tentunya
kepentingan subjektif rakyat / khalayak itu sendiri.
Semoga saja
demokrasi kita tetap ppositip . Amiiiiin.

Si Abah

    Kecerdasan khalayak apakah mewakili seluruh rakyat di
negeri ini?
> Perlu di data nih pak !!!!!!
> 
>
-----Original Message-----
>
From: budi santoso
[mailto:[email protected]]
> Sent: Wednesday, December 30,
2009 1:18 PM
> To: [email protected]
> Subject:
[iagi-net-l] Kecerdasan Khalayak-Tempo Interaktif
> 
>
Dari Kang Iwab MUnajat; seorang rekan di MGEI:
> 
>
Salam
> STJ
> 
> 
> 
>
________________________________
> 
>
From: munajat
iwan <[email protected]>
> To: [email protected];
[email protected];
> [email protected];
[email protected]
> Sent: Wed, December 30, 2009
3:40:55 AM
> Subject: [economicgeology] Kecerdasan Khalayak
> 
> 
> 
> http://tempointerak
tif.com/khusus/ selusur/tokoh. 2009/index. php
> 
>
Kecerdasan Khalayak
> Tidak setiap masa menorehkan sejarah besar.
Kita tahu, tahun 2009, yang
> segera berlalu ini, penuh sesak oleh
peristiwa penting, mulai pemilihan
> umum legislatif dan pemilihan
presiden hingga kasus Bank Century. Manakah
> di antara sederet
kejadian itu yang paling fenomenal? Tim redaksi Koran
> Tempo
tidak terlalu terkesan terhadap pemilihan presiden karena itu
>
bukanlah hal yang baru. Tidak pula pemilu legislatif, yang kali ini
> menonjolkan nama-nama calon legislator ketimbang partai politik.
Bukan
> juga kasus Century, yang belum jelas ujungnya.
>

> Kami justru sepakat untuk menyoroti masalah seputar kasus Bibit
Samad
> Rianto dan Chandra Hamzah, dua pejabat Komisi
Pemberantasan Korupsi.
> Khalayak telah menyimbolkan mereka
sebagai korban rekayasa kekuatan yang
> berusaha menghabisi KPK.
Tersudutnya kepolisian, kejaksaan, juga Presiden,
> menghadapi
perlawanan pendukung Bibit-Chandra sungguh gejala baru. Bahkan
>
akhirnya pemerintah dipaksa memberikan kemenangan bagi gerakan ini.
> 
> Gejala yang sama mencuat dalam kasus Prita Mulyasari. Ia
mendapat sokongan
> penuh dari masyarakat ketika harus berhadapan
dengan Rumah Sakit Omni,
> Serpong, Tangerang. Ibu dua anak ini
diperkarakan secara pidana dan
> perdata hanya karena menulis
keluhan mengenai layanan rumah sakit itu
> lewat e-mail.
>

> Prita, Bibit, dan Chandra jelas merupakan tokoh penting tahun
ini. Begitu
> pula mungkin Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md.,
yang memutar rekaman
> percakapan Anggodo dengan penegak hukum
yang menghebohkan itu. Tapi kami
> setuju, ada aktor lain yang
jauh lebih besar di luar mereka, yakni publik,
> Anda semua.
> 
> Kami lebih terkesima oleh kepedulian dan gerakan Anda
semua dalam
> mendukung sosok-sosok yang merupakan korban dari
ketidakadilan itu. Daya
> tekan publik dan perannya tak terkira
besarnya, dan mereka beraksi dengan
> cara-cara yang sama sekali
baru. Menggunakan jejaring sosial, dari
> Facebook, blog, hingga
e-mail, jutaan orang memobilisasi diri dalam waktu
> singkat untuk
menantang kriminalisasi KPK dan membela Prita.
> 
> Di
sana tak ada tokoh yang tak memiliki kemampuan mengobarkan semangat
> sekelas Bung Tomo atau Bung Karno. Tapi rupanya publik, Anda semua,
amat
> cerdas menelisik ketidakadilan, lalu bergerak bersama-sama
untuk melawan.
> 
> 
>
________________________________
> Pemerintahan yang jujur bersih?
Mungkin nggak ya?
> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
> __._,_.___
> Reply to sender | Reply to group Messages in
this topic (1)
> Recent Activity:        * New Members 1
>
Visit Your Group Start a New Topic
> MARKETPLACE
> Going
Green: Your Yahoo! Groups resource for green living
> 
>
________________________________
> Mom Power: Discover the
community of moms doing more for their families,
> for the world
and for each other
> 
> Switch to: Text-Only, Daily Digest
â&euro;¢ Unsubscribe â&euro;¢ Terms of Use
>
.
> 
> __,_._,___
> 
> 
> 
> 
> "This email (including attachments) is intended
only for personal and
> confidential use of designated
recipient(s).  If you are not the intended
> recipient, you are
hereby notified that any review, dissemination,
> distribution or
copying of this email (including attachments) is strictly
>
prohibited and you must delete this email (including attachments)
> immediately.
> 
> Email transmission cannot be
guaranteed to be error-free. Therefore, we do
> not represent that
this information is complete or accurate and it should
> not be
relied upon as such.  Although PT Antam Tbk is implementing anti
>
virus software for this email and attachments, PT Antam Tbk accepts no
> liability for any damage caused by any viruses and malicious
codes
> transmitted by this email. The receiver is responsible for
checking and
> deleting any viruses and malicious codes as a
result of email
> transmission".
> 
>
"We are not in a position to advise you, we are not advising you, and
the
> contents of this e-mail must not be construed as any advice
to you, on
> (a)whether to purchase any of our securities or, (b)
if you hold an
> investment in our securities, the value of your
investment or how or
> whether you can affect any trades relating
to your investment. These
> queries should be addressed to a
licensed broker or your broker from or
> through whom you bought
the relevant investment, respectively."
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate
jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke