ha...ha..ha.. betul, ada section "rule of capture" nggak ya di system PSC 
kita...:-)




________________________________
From: Doddy Suryanto <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, February 2, 2010 2:19:13 PM
Subject: RE: Bls: [iagi-net-l] Delta Sepinggan yang "terpinggirkan" - Need info

Beruntung Sedandang letaknya updip dari salah satu field TOTAL yang di
Sepinggan.

Yang menarik juga di delta Sepinggan ini ada strike slipe fault yang
buesar buanget berarah NW-SE.

Fault ini rupanya mempunyai andil besar dalam akumulasi hidrokarbon.

Lapangan-lapangan di sebelah barat umumnya terdapat gas seperti Petung,
Pantai, dkk. Sedangkan di timur kebanyakan minyak termasuk lapangan
Sepinggan, Sedandang, Seguni, Yakin, Bangkirai, Mahoni. 

Maruat sangat menantang untuk ditelaah karena potensi gasnya sangat
besar. Hanya saja ada OP nya.



-doddy-



-----Original Message-----
From: noor syarifuddin [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, 02 February, 2010 11:15 AM
To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Delta Sepinggan yang "terpinggirkan" -
Need info



Pak Awang: 

...mungkin juga Total yang sekarang sedang mengeksplorasi lebih aktif
wilayah selatannya. Tetapi itu bukan barang yang bisa diakses...... 





he...he..he.. mohon maklum, dulu blok-nya sempat rebutan..:-)





salam,







________________________________

From: Awang Satyana <[email protected]>

To: [email protected]

Cc: Forum HAGI <[email protected]>; Geo Unpad
<[email protected]>; Eksplorasi BPMIGAS
<[email protected]>

Sent: Tue, February 2, 2010 10:02:15 AM

Subject: Bls: [iagi-net-l] Delta Sepinggan yang "terpinggirkan" - Need
info



Pak Rovicky,



Delta Sepinggan memang delta di pinggir Delta Mahakam, bukan
terpinggirkan, pada masanya (middle Miocene, atau N13-N15 menurut van de
Weerd dan Armin, 1992, AAPG Bull.) ia delta yang aktif bersama delta tua
lainnya (Maruat, Yakin). Meskipun tidak lagi menjadi pusat perhatian
sebesar Mahakam, Delta Sepinggan punya andil kepada reservoir, sources,
dan seals untuk beberapa lapangan di selatan Cekungan Kutei offshore,
dan ia merupakan delta paling prolific di selatan Kutei Basin offshore. 



Kalau yang dipublikasi memang tak banyak, ada dari Charlie Stuart dan
Leveq tahun 1996 (AAPG Bull, 1996, abstract only) saat mereka masih
aktif di Unocal, tetapi hanya abstrak. Stuart pun pernah
mempresentasikan Sepinggan di Simposium Seq Strat IPA 1996. Yang mungkin
berhubungan dari Bu Etty Nuay (IPA, 1985), meskipun itu untuk wilayah
onshore Delta Sepinggan. Keterangan yang sedikit-sedikit itu, diambil
dari sana-sini bisa dipakai sebagai awal berangkat.



Pak Rovicky bisa cek artikel/paper2 ini : 



Nuay et al., (1985) : EARLY MIDDLE MIOCENE DELTAIC PROGRADATION IN THE
SOUTHERN KUTAI BASIN, IPA Proceedings, p. 63-81 -paper ini menunjukkan
onshore part Sepinggan Delta.



van de Weerd and Armin (1992) : Origin and Evolution of HC-Bearing
Basins of Kalimantan (Borneo), Indonesia, AAPG Bull, Nov. 1992 - paper
ini menunjukkan bagaimana delta2 di Kutei dari yang paling tua ke yang
paling muda berprogradasi.



Stuart & Leveq (1996) : Evolution of Miocene Pre-Mahakam Delta, East
Kalimantan, Indonesia: ABSTRACT AAPG Bulletin Volume 80 (1996) - hanya
abstrak, tetapi lebih detail membahas progradasi delta2 tua di selatan
Kutei (Maruat to Yakin to Sepinggan)



Stuart et al. (1996) : SEQUENCE STRATIGRAPHIC STUDIES IN THE LOWER KUTEI
BASIN, EAST KALIMANTAN, INDONESIA,  hanya Proceedings IPA Seq Strat
Symposium - seperti presentasinya di AAPG di atas, Charlie Stuart di
sini membahasanya dari segi seq  strat, lumayan ada pembahasannya
tentang Sepinggan, meskipun tak banyak, full paper. 



Studi lebih detail tentu berasal dari in house study Unocal (Chevron
sekarang), mungkin juga Total yang sekarang sedang mengeksplorasi lebih
aktif wilayah selatannya. Tetapi itu bukan barang yang bisa diakses. 



salam,

Awang



Paper2 di atas mudah diakses, beberapa saya muatkan abstraknya.

Evolution of Miocene Pre-Mahakam Delta, East Kalimantan, Indonesia:
ABSTRACT

Charles J. Stuart, Richard A. Leveq

AAPG Bulletin

Volume 80 (1996)

Sequence stratigraphy played a prominent role in two Unocal regional
studies of late Paleogene and Neogene strata in the eastern (offshore)
Kutei basin, East Kalimantan, Indonesia. A chronostratigraphic framework
was applied to regional correlation, facies analysis, organic
geochemistry, and 2-D basin modeling. Sedimentation at the southern
basin margin was significantly affected by the stable Paternoster
platform and reactivation of faults associated with the Paleogene Adang
fault zone. Three major delta systems are recognized, in addition to
late middle Miocene Mahakam deltaics: the early Miocene Maruat system,
and middle Miocene Yakin and Sepinggan systems. The depocenters of these
delta systems appear to have shifted progressively to the east-
northeast where they bec ome fixed in the late middle Miocene (Mahakam
delta). Maruat deltaic sedimentation ended abruptly at the Maruat
Limestone, which was deposited during a widespread, possibly

global-eustatic, flooding event. Variations in limestone thickness may
be due to irregular paleobathymetry caused by early movement of normal
faults within the reactivated Adang zone. Normal fault movement
accelerated during deposition of overlying Yakin Formation deltaics. The
Yakin thickens abruptly across faults in the Adang fault zone
demonstrating syndepositional fault movements. Yakin deltaics are
sharply overlain by a thick, aggradational succession of coaly deltaic
sediments that comprise the Sepinggan Deltaics. These strata grade
upward into distal deltaics and reefal(?) limestones that are the
southerly equiv lents to the Mahakam delta system.



EARLY MIDDLE MIOCENE DELTAIC PROGRADATION IN THE SOUTHERN KUTAI BASIN

PROCEEDINGS INDONESIAN PETROLEUM ASSOCIATION Fourteenth Annual
Convention, October 1985, p. 63-81













Synthesis of geology, paleontology and seismic strati- 

graphy ina 1200square km areamrrounding Balikpapan Bay, 

East Kalimantan, has led to the recognition of an eastward 

prograding delta system, active during Middle Miocene time. 

.Facies interpretation based on well cuttings and side wall 

cores fiom 9 wells combined with approximately 4000 

shothole samples from seismic time equivalent rock units 

in outcrop, provided the frame-work for this synthesis. 

Subsurface delineation of the 3 main depostional en-

vironments was achieved by means of seismic stratigraphy. 

It is inferred that this progradationand observed eastward 

shift of paleoenvironments in thi's delta and shore complex 

are the result of uplift during Early Middle Miocene times. 

The source for these fairly pure, well-sorted and rounded 

quartzose sediments are probably sandstones of an earlier 

progradational cycle that was derived directly from the 

highly granitic Sunda shield. 







--- Pada Sel, 2/2/10, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> menulis:





Dari: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>

Judul: [iagi-net-l] Delta Sepinggan yang "terpinggirkan" - Need info

Kepada: "IAGI" <[email protected]>, "Forum HAGI" <[email protected]>,
[email protected]

Tanggal: Selasa, 2 Februari, 2010, 7:49 AM





Ada yang tahu keberadaan artikel atau paper tentang delta sepinggan ?



Sepinggan Delta bukan merupakan delta yang aktif saat ini. Karena
ukurannya

jauh lebih kecil dari Delta Mahakam disebelah utaranya. Delta ini
menjadi

delta yang "terpinggirkan". Saya juga kesulitan mencari tulisan atau
artikel

tentang Delta Sepinggan ini.



Adakah yang mengetahui adanya artikel atau paper yang memiliki bahasan

khusus Delta Sepinggan ini ?



RDP







      Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak
teman ke Yahoo! Messenger sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/


      

Kirim email ke