Hasilnya memang terbantahkan secara ilmiah namun ada hal positif yang secara 
tidak langsung bermanfaat yaitu "promosi" Indonesia.

Ini yang menurut saya harus lebih diperhatikan dan dijalankan oleh kita semua 
demi kejayaan Indonesia di mata dunia.

Indonesia punya keanekaragaman sumber daya yang sangat potensial bagi kemajuan 
Indonesia sendiri. Semoga kita semua dapat mengelola, membudidayakan, 
menumbuhkembangkan dan memperkenalkan secara optimal di forum internasional. 
Sehingga hasilnya adalah peningkatan taraf hidup seluruh rakyat secara merata 
dan kesejahteraan yang diberkahi Allah SWT. Amien.

Marilah kita semua secara bersama lebih peduli dan memberikan apa yang dapat 
kita darmabaktikan bagi kemajuan Indonesia meski sedikit namun tetap berlanjut.

Jayalah Indonesia.

Salam dari yg masih peduli.

TAM



Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

-----Original Message-----
From: Prajuto <[email protected]>
Date: Sun, 21 Feb 2010 06:20:11 
To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia<[email protected]>
Subject: Re: [Forum-HAGI] [iagi-net-l] Atlantis Itu Indonesia ? :
        Bantahan        Arkeologi dan Geologi

Itu dia....he..he...m anggap saja seperti dongen sangkuriang....

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Rovicky Dwi Putrohari
Sent: Saturday, February 20, 2010 10:52 PM
To: [email protected]
Cc: Eksplorasi BPMIGAS; Geo Unpad; Forum HAGI
Subject: Re: [Forum-HAGI] [iagi-net-l] Atlantis Itu Indonesia ? : Bantahan 
Arkeologi dan Geologi

Menarik sekali Pak Awang,
Cuman kok kayaknya soal Atlantis ini njujug dengan kesimpulan Atlantis itu
"ada". Trus sekarang mencari "dimana Atlantis itu?". Padahal "ada" atau
fakta  dalam sains itu semestinya dicari buktinya dulu baru diyakini
keberadaannya. Berbeda dengan keyakinan agama, dimana tanpa bukti
(evidences) sudah diyakini kebenarannya.
Jadi sepertinya pembuktian "dimana Atlantis" seolah-olah bukan sains. Wong
"evidences" keberadaanya masih "hipotesa". Yang saya ragu .. bolehkan
keberadaan Atlantis ini disebut sebagai "hipotesa sains" walaupun tanpa
indikasi awal dari pengamatan ?

*[image: Sumber
Wiki]<http://rovicky.files.wordpress.com/2009/11/benua-benua.jpg>
*
http://rovicky.wordpress.com/2009/11/27/benua-geologi-benua-sejarah-benua-khayalan/

RDP

2010/2/20 Awang Satyana <[email protected]>:
> Di gedung auditorium Museum Indonesia TMII, Jakarta,  sebuah gedung yang
asri dengan batu dan tiang-tiang berukir nan megah, seminar Atlantis digelar
PT Ufuk Publishing House pada Sabtu 20 Februari 2010 tadi pagi-siang pukul
09.30-13.30. Seminar dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai kalangan yang
meminati isu Atlantis. Jadwal selesai mundur 1 ½ jam oleh serunya diskusi.
>
> Sejak buku terjemahannya diterbitkan PT Ufuk akhir tahun lalu, buku
tulisan Prof. Arysio Santos (ahli fisika nuklir Brazil) laku keras di
pasaran. Buku kontroversial yang mengatakan bahwa benua Atlantis yang hilang
itu ternyata Indonesia tentu menimbulkan minat tersendiri bagi orang
Indonesia. Berdasarkan hal itulah maka PT Ufuk serius menggelar seminar ini
mengundang para narasumber yang berkaitan dengan bidang bahasan buku
Atlantis.
>
> Menganggap bahwa isu yang dilempar Prof. Santos ini penting untuk harga
diri bangsa (sebab Atlantis terkenal berkebudayaan tinggi) dan penting bagi
ilmu pengetahuan Indonesia, maka PT Ufuk mengundang Prof. Dr Jimly Assidiqie
(mantan ketua MK, dan anggota Watimpres) untuk memberikan pidato kunci.
Sebelumnya, seminar dibuka oleh Prof. Dr. Umar Anggara Jenie (Ketua LIPI)
yang memberikan pengantar tentang aspek ilmu pengetahuan isu Atlantis ini.
>
> Prof. Umar Jenie bersikap netral dalam isu ini sebab beliau mengakui tak
mempunyai kapasitas untuk menilai pendapat Prof. Santos (Pak Umar adalah
seorang ahli farmasi). Tetapi Pak Umar mengutip Arthur Clarke bahwa
kebenaran itu tak harus selalu berdasarkan kebenaran pada saat kini, bisa
juga didasarkan atas imajinasi yang saat ini belum terbukti tetapi kelak
mungkin saja terbukti. Dan bila sebuah seminar internasional tentang
Atlantis diperlukan diadakan, LIPI akan mendukungnya. Buku Prof. Santos
baik, dalam hal bisa merangsang perdebatan sebab perdebatan merupakan
jalannya ilmu pengetahuan.
>
> Prof. Jimly, sebagai seorang ahli hukum juga tak bisa menilai pendapat
Prof. Santos ini, tetapi Pak Jimly mengatakan bahwa bila isu ini benar, maka
buku Atlantis ini sangat penting bagi masyarakat Indonesia, paling tidak
bisa membangun kembali harga dirinya di dunia internasional. Sebelum buku
Atlantis ini, ada buku kontroversial lain yang ditulis Stephen Oppenheimer
ahli genetika dari Inggris berjudul "Eden in the East" yaitu Sundaland
sebagai tempat awal peradaban manusia modern. Dua buku ini penting bagi
identitas bangsa Indonesia, begitu menurut Prof. Jimly.
>
> Pembahasan teknis detail pendapat Prof. Santos dilakukan melalui disiplin
ilmu arkeologi (oleh Prof.Dr. Harry Truman Simanjuntak) dan geologi (oleh
saya). Setelah Prof. Truman dan saya presentasi, Radhar Panca Dahana
melanjutkan acara dengan berbicara tentang aspek budaya Indonesia masa lalu.
>
> Presentasi Prof. Truman (Centre for Prehistoric and Austronesian Studies,
mantan Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia) berjudul "Atlantis -Indonesia
?". Sebagai seorang ilmuwan senior, Prof. Truman mengemukakan pertama kali
bagaimana sebuah karya ilmiah itu dibangun, bagaimana analisis sumber data
itu dilakukan, bagaimana kondisi datanya. Bila premis dibangun atas data
yang tak sahih (valid), maka premis salah, hipotesis salah, kesimpulan pun
salah. Itulah yang terjadi dengan buku Prof. Santos. Tak ada analisis data
dilakukan. Prof. Santos hanya menyambungkan fakta atau fiksi di sana-sini
menjadi suatu rangkaian cerita. Uji sumber data tak dilakukan, kesimpulan
didasarkan bukan atas data dan analisis yang valid. Banyak kerancuan
dikemukakan dengan pembahasan yang tidak sistematis. Selanjutnya, Prof.
Truman membahas kebudayaan tinggi Indonesia 11.600 tahun yang lalu versi
Prof.Santos (saat penenggelaman Atlantis Indonesia terjadi) dikontraskan
>  dengan penemuan-penemuan artefak di Indonesia yang berangka tahun sekitar
11.600 tahun. Pada masa ini, manusia Indonesia berada pada MMA (manusia
modern awal) pada tingkat kebudayaan latest paleolithic dan preneolithic.
Kebudayaan pada masa ini berdasarkan penemuan2 arkeologi dicirikan oleh
berburu, meramu, hunian gua dan teknologi lithik (batu). Dengan terjadinya
deglasiasi pada masa ini, manusia makin banyak tinggal di dalam gua dan
mengembangkan kebudayaan gua termasuk rock art, perkembangan konsepsi
kepercayaan. Dengan kata lain, tak ada tingkat kebudayaan yang maju seperti
yang diceritakan Plato di dalam cerita Atlantis. Karena tak ada bukti
arkeologi sama sekali bahwa Indonesia telah berkebudayaan maju sebelum
11.600 tahun yang lalu, maka Prof. Truman dengan tegas menolak pendapat
Prof. Santos.
>
> Tentang bantahan geologi atas pendapat-pendapat Prof. Santos telah saya
kemukakan di dalam diskusi-diskusi di milis dari beberapa tahun yang lalu
sejak Prof. Santos mengeluarkan pendapatnya itu pada tahun 2005. Saya
mempresentasikan materi berjudul "Benua Atlantis yang Hilang itu Indonesia ?
: Antitesis-Antitesis Geologi". Pada intinya, Prof. Santos menyamakan
penenggelaman Sundaland sebagai penenggelaman Atlantis. Hanya, mekanisme
penenggelaman itu bukan karena siklus deglasiasi, tetapi karena letusan
rangkaian gunungapi dari India sampai Jawa termasuk Toba dan Krakatau yang
terjadi pada 11.600 tahun yang lalu. Air laut naik sampai 130 meter pada
saat itu menenggelamkan seluruh Sundaland. Pendapat ini sama-sekali tak
punya bukti geologi dan ngawur secara kronologi. Toba terakhir meletus hebat
sebagai sebuah supervolcano pada 74.000 tahun yang lalu dan letusan pertama
Krakatau terjadi pada 416 M, itulah bukti-bukti geologi yang kita punya.
Sundaland
>  memang pernah tenggelam akibat air laut naik secara signifikan, tetapi
itu terjadi pada 14.600-14.300 tahun yang lalu. Kenaikan selama 300 tahun
itu menaikkan air laut sampai 16 meter, atau 5,3 cm per tahun (Lihat
publikasi-publikasi terbaru dari  Hanebuth et al., 2000, Rapid Flooding of
the Sunda Shelf: A Late-Glacial Sea-Level Record. Science. v. 288, no. 5468,
pp. 1033-1035 dan  Hanebuth et al., 2004, Depositional sequences on a late
Pleistocene-Holocene tropical siliciclastic shelf (Sunda Shelf, southeast
Asia). Journal of Asian earth Science. v. 23, pp. 113-126). Bagaimana Prof.
Santos bisa mengatakan bahwa airlaut naik sampai 130 meter hanya dalam satu
tahun ? Mekanisme letusan volkanik menyebabkan deglasiasi pun tak kita kenal
dalam geologi, justru volkanisme dalam banyak kasus menyebabkan winter
volcanic. Secara dimensi pun, tsunami sehebat apa pun tak akan
menenggelamkan Sundaland secara sekaligus. Tsunami Krakatau 1883 hanya
menyebabkan
>  tsunami di sekitar pantai Lampung, Banten dan sedikit Jakarta. Itu saja.
Kemudian, Selat Sunda itu sudah terbentuk sejak Miosen Akhir saat Pulau Jawa
melakukan rotasi anti-clockwise dan Sumatra melakukan rotasi clockwise. Ini
telah ada bukti pengukuran paleomagnetikya (antara lain lihat publikasi
Ngkoimi et al., 2006 untuk Jawa, dan Ninkovich, 1976 untuk Sumatera).
Akibatnya, Selat Sunda membentuk celah segitiga menyempit ke timurlaut
melebar ke baratdaya. Retakan ini menyebabkan banyak sesar-sesar di sekitar
Selat Sunda dan salah satu perpotongan sesar itu diduduki Krakatau. Bukanlah
Krakatau yang meretakkan Selat Sunda pada 11.600 tahun yang lalu. Maka, saya
pun tak bisa menerima pendapat Prof. Santos bahwa Indonesia itu Atlantis,
tak ada bukti2 geologi ditemukan di bukunya, dan cara Prof. Santos
menerangkan geologi di dalam bukunya tidaklah nalar, paling tidak bukan
mekanisme2 yang dikenal di dalam main stream geological sciences.
>
> Radhar Panca Dahana (sastrawan dan ahli sosiologi Universitas Indonesia)
berbicara di akhir sesi tentang kejayaan budaya Indonesia masa lalu terutama
dari segi maritimnya. Pelaut-pelaut Nusantara saat itu sudah menjelajah ke
India, Afrika, dsb.termasuk membawa kebudayaan-kebudayaannya, maka
ditemukanlah kebudayaan-kebudayaan yang mirip Nusantara di India, Madagaskar
atau Afrika Selatan. Pak Radhar tak membahas pendapat Prof. Santos, dari
pembicaraannya tak bisa disimpulkan apakah ia mendukung atau menolaknya. "I
don't care with Santos", kata Pak Radhar; yang jelas sejarah Indonesia itu
bukan hanya Kutei,Sriwijaya, Mataram, Majapahit, tetapi jauh sebelum itu.
Bila masa sejarah Indonesia dikenal mulai tahun 400 M, itu hanyalah karena
pengaruh datangnya orang-orang Aria dari India yang membawa kebudayaan
kontinen; sebelumnya, Nusantara telah mengunjungi India bahkan Afrika. Hanya
pelaut-pelaut Nusantara memang tak punya tradisi mencatat. Begitu
>  komentar Pak Radhar Panca Dahana yang tulisan-tulisan kritik sastranya
bisa kita temukan di koran-koran.
>
> Pertanyaan-pertanyaan banyak diajukan oleh para peserta seminar,
dimoderatori oleh Pak Agus Samekto dari Universitas Indonesia baik teknis
maupun nonteknis, menyangkut arkeologi, geologi, filsafat, bahkan sampai
spiritualisme. Para peserta umumnya netral, tetapi ada juga yang mendukung
Prof. Santos maupun menolaknya. Yang menolaknya umumnya senang karena
presentasi dari Prof. Truman dan saya juga menolaknya. Yang mendukung juga
senang karena ulasan Pak Radhar seolah-olah mendukung Prof. Santos.
>
> Apa pun itu, seminar oleh PT Ufuk Publishing dalam membedah buku-buku
asing yang kontroversial apalagi yang menyangkut Indonesia, patut diacungi
jempol sebab ini bagian dari usaha mencerdaskan masyarakat Indonesia.
Buku-buku asing yang menyangkut Indonesia harus dilihat dengan hati-hati,
jangan agar masyarakat menelannya mentah-mentah, lalu bangga dengan sesuatu
yang secara ilmiah lemah. Adalah tugas para penerbit dan ilmuwan mendidik
masyarakatnya.
>
> Demikian, pengamatan saya atas seminar yang menarik ini.Seusai seminar,
hujan deras mengguyur TMII, niat berburu buku-buku langka di ujung TMII
batal. Di tol Jagorawi di tengah hujan yang makin memutih karena semakin
menderas :  Atlantis, prasejarah, geologi, bahari Nusantara berkelebatan
silih berganti di pikiran. Indonesia begitu menariknya bagi dunia ilmu
pengetahuan apa pun, semoga ilmuwan Indonesia makin berjaya dan berdaya di
negerinya sendiri. Amin.
>
> Salam,
> Awang
>
>
>      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser
ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[email protected] | www.hagi.or.id
---*** for administrative query please send your email to 
[email protected]
** BALI 2010 INTERNATIONAL GEOSCIENCES CONFERENCE AND EXPOSITION, 19-22 July 
2010 **
-Call for Papers: deadline 28 February 2010
-Visit http://bali2010.hagi.or.id for further information



Keep it on screen - think before you print

This e-mail and any information contained are confidential and legally 
privileged.  It is intended solely for the use of the individual or entity to 
whom it is addressed and others authorized to receive it.  If you are not the 
intended recipient, you are hereby notified that any disclosure, copying, 
distribution or taking any action in reliance on the contents of this e-mail is 
strictly prohibited and may be unlawful.  If you have received this e-mail in 
error, please notify us immediately by responding to this e-mail or by 
telephone MedcoEnergi IS Division Helpdesk on +62 21 83991234 then delete this 
email including any attachment(s) from your system.  MedcoEnergi does not 
accept liability for damage caused by any of the foregoing.  This e-mail is 
from PT MedcoEnergi Internasional Tbk and Subsidiaries, having Registered 
Address at The Energy 52nd floor, SCBD Lot 11A, Jakarta 12190, Indonesia.

______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[email protected] | www.hagi.or.id
---*** for administrative query please send your email to 
[email protected]
** BALI 2010 INTERNATIONAL GEOSCIENCES CONFERENCE AND EXPOSITION, 19-22 July 
2010 **
-Call for Papers: deadline 28 February 2010
-Visit http://bali2010.hagi.or.id for further information


Kirim email ke