Demand akan komoditi bijih besi, mangan, uranium, unsur-unsur jarang kemungkinan besar telah menyumbangkan semangat untuk "eksplorasi" daerah-daerah mineralisasi baru di kepulauan Indonesia. Selain itu semangat eksplorasi pun kian "kencang" pada konsep-konsep dan metodologi baru. Hal ini mengemuka pada seminar KCMR (Kalimantan Coal amd Mineral Resources) yang berlangsung akhir Maret lalu di Balikpapan. Dari kota tempat berlangsungnya perhelatan ini saja sudah merupakan teroboson baru. Panitian gabungan IAGI-MGEI sudah berani "out of box" untuk melangsungkan pertemuan ilmiah ini di pulau Kalimantan yang memang kaya akan berbagai jenis endapan mineral dan sumber energi fosil, bukan di Jakarta atau Jawa. Untuk sumber daya mineral, khususnya, terungkap bahwa Kalimantan masih mempunyai banyak kemungkinan cebakan mineral pada zona-zona Pra-Tersier. Zona-zona tua ini berpotensi untuk explorasi endapan-endapan selain emas dan tembaga yang sebagian besar di Indonesia dijumpai di Akhir Tersier. Bijih logam seperti U, Mo, Th, Fe, Sn, REE didunia umumnya berasoasisi dengan batuan berumur Paleozoikum - Mesozoikum, bahkan untuk U, Fe dan Intan sebagian dengan Archean-Proterozoik. Hingga kini industri baja yang merupakan tulang punggung negara-negara maju, besinya 70% di pasok dari endapan Banded Iron Formation (BIF) yang nota bene umumnya berasosiasi dengan "usia bayi" bumi ini, yaitu antara Archean - Proterozoikum". Dalam khasanah "Pre Cambrian Research", mineralisasi ini digolongkan sebagai "Archean-Proterozoic" style. Nah kalau begitu apa urusannya dengan Tanah Air kita ? Wong yang paling tua saja Pre Cambrium - hingga Karbon ? Namun tim geologi dari Royal Holoway Inggris baru-baru ini telah membuat kejutan dengan temuan hasil pentarihan umur absolut dari "zircon" dari Jawa yang justru kisaranya Archean! WOW! Sebenarnya sejak tahun 2006 yang lalu beberapa endapan besi berteksur dan berstruktur "aneh" dengan selang-seling laminasi chert (rijang) dan hematit mulai ditemukan di Subullussalam NAD, Tanggamus Lampung dan Kendawangan Kalbar. Tekstur nan aneh dan asosiasi mineraloginya ini justru mirip sekali BIF seperti yang terdapat di Hamersley Australia, Minas Gerais - Brazil dan Superior Lake. Mungkinkan fenomena geologi ini terjadi di Indonesia ? Bagaimana bisa terjadi ? Apakah sebagian pulau-pulau di Indonesia dibanguan "debu" atau "serpihan" Gondwana yang sebagian mosaiknya berumur Archean ? Penelitian Archean di "Jambrud Katulistiwa" ini mungkin perlu dilirik, termasuk untuk eksplorasi hidrokarbon. Salah satu fracture reservoir di Brazil justru berada dalam cekungan BIF! Porosistasnya terjadi karena batuan yang getas juga ditambah oleh efek alterasi hematit. BIF adalah endapan kimia magmato-sedimenter yang membutuhkan cekungan bagi mineralisanya.
Salam Andri Subandrio -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

