Halo semua,

baru2 ini NewScientist memuat sebuah artikel berjudul "Supervolcano: how 
humanity survived its darkest hour", pada link berikut: 

http://www.newscientist.com/article/mg20627561.300-supervolcano-how-humanity-survived-its-darkest-hour.html?DCMP=NLC-nletter&nsref=mg20627561.300

Saya mencoba mereview tentang Supervolcano Toba ini dari publikasi2 yang sudah 
ada. Sacha C Jones pada tahun 2007 yang lalu pernah menulis sebuah artikel yang 
sangat bagus tentang semua riset supervolcano Toba yang sudah ada sampai pada 
saat itu. Hasilnya adalah sebuah artikel berjudul "The Toba supervolcanic 
eruption: Tephra-fall deposits in India and paleoanthropological
implications". Artikel ini dipublikasan dalam sebuah buku kumpulan artikel 
berjudul "The Evolution and History of Human Populations
in South Asia: Inter-disciplinary Studies in Archaeology, Biological 
Anthropology, Linguistics and Genetics". Linknya berikut ini:

http://www.springer.com/social+sciences/archaeology+%26+anthropology/book/978-1-4020-5561-4

Kalau mau pdf versionnya bisa diunduh di gigapedia.com (tapi jangan tanya saya 
soal copyright dst.)

Saya sendiri mencoba memprediksi kapan lagi Supervolcano Toba akan meletus, 
hasilnya kira-kira dia akan meletus sekitar 300.000 tahun lagi. Angka ini 
keluar terutama berdasarkan pola empat kali letusan Toba Supervolcano sepanjang 
Periode Kuater. 

Lebih detail dapat dilihat dalam link berikut:

http://annelis.wordpress.com/2010/04/18/gunungapi-super-toba/


tabik
bosman batubara 

weblog: http://annelis.wordpress.com



      

Kirim email ke