Rekans Shofi dan Iwan Hainim, Data core batuan karbonat bila dilihat secara megaskopis masih sangat minim hasilnya, jadi mesti dilanjutkan secara mikroskopis. Dari segala sisi core yang diambil untuk dibuat sayatan tipis, semua telah dapat dikenali faktor diagenesanya. Perbedaan hasil (megaskopis: vuggy poro) menjadi lebih detil (mikroskopis: biomoldic & intraparticle) umumnya karena batuan karbonat tersebut masih berada pada zona diagenetic fresh water dan belum pernah exposure lalu terisi fluida sebelum mengalami sementasi. Perlu dicoba dianalisis core secara mikroskopis pada log sonic yang terbesar dan terkecil, termasuk persentase setiap jenis porosity kemudian dibandingkan hasilnya dengan total porosity pada depth yg sama tentunya. Bagaimanapun juga, anda perlu memahami diagenetic process and unit pada masing-masing depth core. Salam, Wati
2010/4/15 Shofiyuddin <[email protected]>: > Kali kali aja rekan yang mau share. > > Saya lagi buat model vuggy porosity untuk batuan karbonat. Dari core, di > beberapa interval kedalaman sangat keliatan begtiu juga dari CT Scan. > > Dari beberapa sumber yang saya baca, peranan log sonik sangat signifikan ini > karena ada asumsi bahwa log sonik hanya membaca matrik porosity. Sehingga > beberapa model perhitungan vuggy porosity hampir selalu melibatkan selisah > antara PHIT - PHIS (Total Porosity dikurangi Sonik Porosity). PHIT di tempat > saya bisa langsung didapatkan dari kalibrasi helium porosity dari core. > > yang menarik adalah, perhitungan sonik porosity di sumur sumur saya hampir > selalu lebih besar dibandingkan dengan total porosity nya? meskipun sudah > dikoreksi terhadap hidrokarbon atau di kondisikan dalam kondisi basah air. > > Adakah yang punya masalah yang sama? kalo tidak, bagaimana saya bisa > menghitung besarnya vuggy porosity? dalam kondisi apa PHIS lebih besar dari > PHIT? adakah cara laen vuggy porosity dengan konvensional log? atau mungkin > ada yang punya pengalaman ngitung porosity dari image log menggunakan > geolog? > > Saya punya data petrography point count yang memilah milah jenis porositynya > (vuggy, moldic, interparticle dsb). Apakah saya bisa langsung menghitung > jumlah vuggy porosity berdasarkan itu? misal yang terhitung adalah 40. > Berdasarkan point count yang 250, maka vuggy porositynya dalah 40/250? > > Kalo anda punya reference, saya akan terima dengan senang hati. > > > Salam > > Shofi > -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

