Saya melihat saat ini ada dua katagori dunia eksplorasi minyak dan gas 
yang sedikit berbeda tingkat "perjudiannya" katakanlah. Satu sisi ada 
eksplorasi frontier, kita menyebutnya New Venture, dalam hal ini 
menyangkut eksplorasi new basin atau un-explored basin dimana fasilitas 
dan infrastruktur produksi belum memadai. Dunia ini tingkat "perjudiannya" 
lebih besar bisa dikatakan "kuat-kuat an kantong dan nyali" tentu saja 
yang terukur dan dapat dipertanggung jawabkan. Explorationist bisa lebih 
ber"ekspresi" dalam dunia ini. 

Sisi lain ada explorasi dimana disitu sudah ada fasilitas dan 
infrastruktur produksi, biasanya menyangkut mature basin katakanlah 
Mahakam. Explorationist disini lebih "terikat" karena aktivitas eksplorasi 
lebih kepada  "economic/production driven". Kita dituntut untuk menemukan 
cadangan yang bisa diproduksi untuk menjaga "production plateau" atau 
untuk memperkuat investasi. Kita menyebutnya "Gardening"

Tapi saat ini walaupun dalam tahap New Venture pendekatan ke-ekonomian 
selalu diikut sertakan. Karena seperti yang dikatakan Pak Noor, menemukan 
cadangan adalah satu tahap tapi yang lebih penting bagaimana mengembangkan 
dan memproduksinya. Sayang sekali kalau misalnya kita discovery (+ dengan 
appraisal) 2 TCF gas misalnya dengan cost 200 juta kemudian mati suri 30 
tahun.

salam

cp




noor syarifuddin <[email protected]> 
29/04/2010 07:51
Please respond to
<[email protected]>


To
[email protected]
cc

Subject
Re: [iagi-net-l] POS vs analisa ekonomi was:Another dissapointing results 
on North Makassar






Mungkin...
tapi saya sangsi apa masih ada company masih pakai POSg itu secara 
terpisah dalam proses pengambilan keputusan....dulu sekali memang iya, 
kemungkinan pengembangan sumur eksplo tidak pernah masuk dalam proses 
pengambilan keputusan...Maka kemudian banyak non-developable discovery....

Buat saya pribadi, technical success itu adalah "penghiburan" waktu 
discoverynya tidak ekonomis.....itulah yang saya suka heran, kalau baru 
ada oil/gas show kemudian sudah ada jumpa pers....:-)


a+



________________________________
From: Herry Maulana <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, April 29, 2010 9:29:46 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] POS vs analisa ekonomi was:Another dissapointing 
results on North Makassar

Saya pikir semua company sudah menerapkannya:
POSg (Pg, COSg) --> Prob of Success geologically / Technical Success --> 
definisi POS pak Doddy
POSc (Pc, COSc) --> Prob. of Success commercially / Economic Success --> 
definisi POS pak Cepi dan pak Noor.

Salam,
Herry



________________________________
From: noor syarifuddin <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, 29 April, 2010 9:20:20 AM
Subject: [iagi-net-l] POS vs analisa ekonomi was:Another dissapointing 
results on North Makassar

Pak Doddy,

Harus dipisahkan antara PoS dari sumur eksplorasi dan kemungkinan 
ke-ekonomian pengembangannya kalau sumur itu berhasil menemukan cadangan. 
Seperti diterangkan Cepi, PoS adalah kemungkinan untuk mendapatkan 
cadangan "mode case" dan bukan mini atau maxi case. Kalau disebut terlalu 
optimis sebenarnya tidak juga, karena analisa ekonomi prospek (kita 
menyebutnya prospect evaluation study) itu nanti akan mempertimbangan mini 
case juga (salah satunya untuk ambang NPV 0%). Sedangan mode case adalah 
untuk analisa base case (NPV11% katakanlah, yang ini masing2 perusahaan 
punya aturan sendiri)

Saya kira yang juga sering terlewat adalah prospect evaluation study ini. 
Study ini pada dasarnya adalah menganalisa bagaimana konsep pengembangan 
lapangan tersebut (jumlah sumur, fasilitas produksi dll) seandainya 
sumurnya berhasil. Skenario yang dibuat adalah untuk penemuan gas dalam 
jumlah mini, mode dan maxi. Diperkirakan juga berapa biaya yang diperlukan 
untuk merealisasikan konsep tersebut. Seperti pak Awang sebutkan, memang 
ada korelasi kuat antara POS dan jumlah cadangan yang dikejar. Jadi waktu 
keputusan suatu sumur eksplorasi itu akan dibor atau tidak, yang 
dipertimbangkan bukan hanya PoSnya saja, tapi hasil study ini juga 
menentukan (dalam ukuran tingkat ke-ekonomian, bukan PoS). 
Saya perhatikan, tahap ini sering menjadi kendala untuk non-operating coy 
karena minimnya referensi dan database. Namun dengan sumber informasi yang 
berlimpah saat ini, saya kira hal itu sudah bisa ditanggulangi (perkiraan 
harga paltform, rig dll itu ada semua di internet).

Menemukan cadangan adalah satu tahap, tapi yang lebih penting adalah 
bagaimana kita kemudian mengembangkan dan memproduksinya. Saya kira sudah 
banyak kasus, sumur-sumur discovery yang diumumkan dengan gegap gempita 
akhirnya tidak bisa dikembangkan karena (mungkin) kita melewatkan proses 
evaluasi ini. 

salam,


________________________________
From: Doddy Suryanto <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, April 28, 2010 7:29:52 PM
Subject: RE: Bls: Re: [iagi-net-l] Another dissapointing results on North 
Makassar

Pak Cepi,

Kalo membaca uraian email dari bapak dibawah sepertinya artian POS
adalah mendapatkan cadangan sebesar paling tidak "mode".

POS disini apakah POS geologi atau komersial atau ekonomik?

Sependek pengetahuan saya soal POS geologi, setiap kumpeni sepertinya
mempunyai pengertian yang berbeda soal ini.

Ada yang menganggap POS geologi sebagai kemungkinan untuk mendapatkan
cadangan yang terkecil (P99?).

Ada juga yang menganggap POS geologi sebagai kemungkinan untuk
mendapatkan 1 barel minyak.

Ada juga yang menganggap setetes minyak.

Untuk ekonomik suatu sumur atau bahkan proyek, POS geologi ini hanyalah
angka awal untuk mendapatkan POS yang lebih berarti seperti POS
komersial atau ekonomik.

Tapi menurut hemat saya definisi POS geologi sebagai kemungkinan untuk
mendapatkan cadangan sebesar paling tidak "mode" adalah terlalu
OPTIMISTIS......

Jadi POS yang manakah yang kita diskusikan ini?



Salam,

-doddy-



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, 28 April, 2010 6:05 PM
To: [email protected]
Cc: [email protected]; [email protected]
Subject: Re: Bls: Re: [iagi-net-l] Another dissapointing results on
North Makassar



Saya sedikit berbeda pendapat dengan Pak Awang mengenai PoS. Saya tidak 

melihatnya secara statistik frequensial seperti yang diutarakan Pak
Awang 

dimana PoS 20 % diartikan dari 5 sumur yang dibor minimal akan ada satu 

sumur sukses. Karena setiap sumur pasti mempunyai nilai PoS sendiri yang


dibangun dari data, asumsi, knowledge dan resiko yang kita identifikasi.




Saya lebih mengartikan PoS 20 % adalah probabilitas sumur tersebut 

menemukan reservoir dengan parameter yang kita prediksi dan 20 % 

kemungkinan membuktikan cadangan dalam range paling tidak mode kalau
sumur 

itu sukses. Sementara rasio keberhasilan sumur itu sendiri bagi saya 

tetaplah biner (dry or discovery).



Pengartian seperti diatas sedikit tidak relevan bila kita akan membor 

sumur dengan nilai PoS 70 % di lapangan Sisi-Nubi misalnya yang sudah
ada 

banyak sumur. Kita tidak bisa bilang bahwa dari 10 sumur yang akan dibor
7 

akan sukses. Secara intuitive saja kita bisa menduga bahwa sumur
tersebut 

akan menemukan cadangan (discovery) dan secara statistik sumur yang
sudah 

dibor di field tersebut rasio kesuksesan adalah 100 %. 



Mungkin definisi PoS saya tidak seperti yang dimaksud Pak Awang. Kalau 

penegrtian PoS seperti apa yang saya maksudkan, saya tidak yakin bisa 

meyakinkan Pak Noor untuk membor sumur yang kelima (PoS 20%) di
deepwater 

Makassar (dengan cost 50 juta) misalnya dimana empat sumur sebelumnya
dry. 

Lagipula tidak terlalu sehat untuk karir eksplorasi kita....  : - )



Salam



cp









Awang Satyana <[email protected]> 

28/04/2010 08:39

Please respond to

<[email protected]>





To

[email protected]

cc

[email protected]

Subject

Bls: Re: [iagi-net-l] Another dissapointing results on North Makassar













Geologi yang memang akan menentukan suatu play itu masih harus terus 

dikerjakan atau segera ditinggalkan saja. Tetapi, dalam hal risiko, 

statistik sudah bermain, dan manajemen banyak membuat keputusan 

berdasarkan statistik. Hubungan antara berapa banyak pantasnya sumur
dibor 

untuk pembuktian play ditentukan oleh POS-nya sendiri. Bila POS-nya 20
%, 

artinya dari 10 sumur dibor 2 akan berhasil, atau dari 5  sumur dibor 1 

berhasil, maka jumlah maksimum sumur eksplorasi untuk membuktikannya 

adalah 5 sumur. Jadi, makin tinggi POS play, makin sedikit sumur 

eksplorasi dibutuhkan, sebaliknya makin rendah POS makin banyak sumur 

eksplorasi diperlukan untuk membuktikannya. Tentu dasar POS ini tak bisa


berdiri sendiri, ia harus dipertimbangkan dari besarmya sumberdaya. 

Struktur yg dihitung punya sumberdaya 500 mmbo recoverable tetapi POS 10


%, maka jangn meninggalkannya sebelum mengebor maksimum 10 sumur. Namun 

ini perhitungan sederhana saja sebab penentuan POS dan

volumetrik pun jelas bisa meleset. Akhirnya, belajarlah dari sumur2 

kering, agar selanjutnya bisa lebih baik. Kegagalan dalam eksplorasi
akan 

tetap bermnfaat, khususnya di wilayah frontier.



Salam,

Awang



Pada Rab, 28 Apr 2010 11:56 ICT Rovicky Dwi Putrohari menulis:



>2010/4/27 Awang Satyana <[email protected]>

> 

>> Semangat ! Banyak lapangan besar dan raksasa di Indonesia ditemukan 

bukan

>> dengan satu dua sumur eksplorasi, tetapi baru ditemukan oleh lebih
dari 

lima

>> sumur eksplorasi.

>> 

> 

>Yaps stuju bangget !!!

> 

>Jumlah sumur yg diperlukan mengetest

>Play<

http://rovicky.wordpress.com/2006/07/04/jumlah-sumur-yg-diperlukan-menge
test-play/

> 

>Posted on 4 Juli 2006 by Rovicky |

><http://rovicky.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=69&action=edit>

> Rate This

> 

>[image: Quantcast]

> 

> 

>[image: Dont Missed

>!]<http://rovicky.files.wordpress.com/2006/07/dont-missed.jpg>Tentunya

>kita tidak dapat selamanya mengejar sebuah kemungkinan adanya jebakan 

dalam

>sebuah rangkaian jebakan *(play fairway)*. Ada kalanya kita harus

>meninggalkan.

>* As an explorationist we have to know when to pursue the prospects,
and

>when to quit.*

> 

>Nah tentunya ada perhitungannya.

>Berapa jumlah sumur yg diperlukan untuk meyakinkan bahwa kita sudah

>mengetest sebuah "Play fairway" ? Boleh jadi konseptual Play fairway
itu

>benar (sukses dan *discovery*) ataupun gagal (*failed and dry*).

>Tentunya tergantung dari "geological risk" dari play itu sendiri. Nah 

kalau

>saja risknya POS (Possiblity of Success) suatu Play adalah 20%, maka 

berapa

>jumlah sumur yg diperlukan utk meningkatkan keyakinan hingga "*Pretty 

Sure*"

>(70%) atau "*Very Sure*" (95%) ?

> 

>Ada yg tahu ?

> <http://rovicky.files.wordpress.com/2006/07/number-of-wells.jpg>

> 

>Jumlah sumur yang diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya minyak dalam


satu

>"play concept"

> 

>*answer ?*

>Pendekatan statistik dapat dilakukan untuk menghitung jumlah sumur yg

>diperlukan utk "meyakinkan". Tergantung berapa nilai yakin yang kita

>inginkan. Saya memberi contoh seandainya kita sebut "*pretty sure*" 

sebagai

>70% yakin dan "*very sure*" adalah 90% yakin.

>* POS* adalah *Probability of success* = 1-Risk

> 

>Pendekatan statistik ini akan menunjukkan jumlah sumur lebih banyak yg

>diperlukan untuk memberikan keyakinan "*failed*" sebelum angkat kaki
dari

>daerah tersebut.

> 

>Mengapa ?

>Pendekatan statistik ini tentunya akan jauh berbeda dengan pendekatan

>deterministik. Misalnya kita langsung drill *source rock*nya, dan 

seandainya

>dijumpai *source rock* yg tidak matang atau tidak ada sama sekali maka 

akan

>dikatakan "*very sure*" hanya dengan satu sumur saja. Atau kalau tidak 

ada

>reservoir sama sekali kita bisa langsung mengubah nilai *propability of

>success (POS*). Dimana probabilitas selanjutnya akan menjadikan patokan

>sumur berikutnya. Itulah sebabnya semua kegiatan eksplorasi migas tidak

>melulu dilakukan berdasarkan atas pertimbangan probabilitas yang akan

>mengesankan judi. Dan pada kenyataannya di Indonesia ini secara
statistik

>memiliki nilai kesuksesan eksplorasi diatas 10%, seperti yg ditulis

>sebelumnya disini.

> 

>Dan disinilah peran geologist atau explorationist mengurangi jumlah
sumur 

yg

>diperlukan seorang gambler. Geologist (explorationist) mengurangi
jumlah

>sumur yg diperlukan sesuai dengan kaidah ilmiah akademis.

> 

>hef e nais dey

> 

>*Note : Saya mendapatkan ilmu ini ketika belajar atau "ngenger" di
Shell

>Brunei.*

> 

> DIarsipkan di bawah: Energi <http://id.wordpress.com/tag/energi/>,

>Explorations <http://id.wordpress.com/tag/explorations/>

> rdp

> 

>-- 

>You can do hard way or you can do smart way ... both ways need you to
do 

it

>any way ... not just discuss it in the hall way.









------------------------------------------------------------------------
--------

PP-IAGI 2008-2011:

ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]

sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]

* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...

------------------------------------------------------------------------
--------

Ayo siapkan diri....!!!!!

Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember


2010

------------------------------------------------------------------------
-----

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id

To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

---------------------------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event 

shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited
to 

direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting


from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with 

the use of any information posted on IAGI mailing list.

---------------------------------------------------------------------









Registered in England and Wales No.811900          

Registered Office 33 Cavendish Square, London W1G 0PW

This e-mail and any attachments are intended only for the addressee. It
is to be treated as confidential and may not be used other than for the
purpose for which 

it has been sent. If you are not the addressee any use of this
communication is strictly prohibited. In this case please delete it and
notify the sender immediately.

Any communication of a defamatory or illegal nature is contrary to
company policy and outside the scope of the employment of the
individual. The company will 

not accept liability arising in respect of such communication and the
employee will be personally liable.

It is the responsibility of the addressee to scan this email and any
attachments for computer viruses or other defects. The sender does not
accept liability for any

loss or damage of any nature, however caused, which may result directly
or indirectly from this email or any file attached.


 


Registered in England and Wales No.811900          
Registered Office 33 Cavendish Square, London W1G 0PW
This e-mail and any attachments are intended only for the addressee. It is to 
be treated as confidential and may not be used other than for the purpose for 
which 
it has been sent. If you are not the addressee any use of this communication is 
strictly prohibited. In this case please delete it and notify the sender 
immediately.
Any communication of a defamatory or illegal nature is contrary to company 
policy and outside the scope of the employment of the individual. The company 
will 
not accept liability arising in respect of such communication and the employee 
will be personally liable.
 It is the responsibility of the addressee to scan this email and any 
attachments for computer viruses or other defects. The sender does not accept 
liability for any
 loss or damage of any nature, however caused, which may result directly or 
indirectly from this email or any file attached.

Kirim email ke