Nah ini menarik..berdasarkan referensi dan diskusi..ada dua paham yang dianut yaitu satu berpegangan bahwa dengan membangun model frekuensi rendah berdasarkan interpolasi sumur itu lebih baik, namun ada lagi yang menyatakan bahwa sebenarnya model tersebut cukup diwakili oleh satu tren model konstan. Bukankah seharusnya kita lebih "mendorong" originalitas data seismik daripada mendorong di model frekuensi sebagai "pengendali" hasil inversi kita? Pak Leo sebelumnya menyebutkan bahwa, lebih banyak sumur lebih baik? Berarti kita akan mendorong hasil inversinya ke arah modelnya? Betul begitu pak? Dalam pandangan saya, poinnya model tersebut yang paling sederhanay dan malah mendorong si wavelet dan seismik sebagai tumpuan utamanya. Satu hal lagi, kalo pake CSSI, akan mendorong ke parameter sparcity-nya. Mohon saran dan pencerahannya. Salam, Trisakti
--- On Thu, 5/13/10, Paulus Tangke Allo <[email protected]> wrote: From: Paulus Tangke Allo <[email protected]> Subject: Re: [Forum-HAGI] Model frekuensi rendah dalam inversi seismik To: "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[email protected]> Date: Thursday, May 13, 2010, 1:08 PM pengalaman saya sebelumnya, kontribusi-nya cukup besar, sehingga kalau kita punya 3 model frekuensi rendah maka bisa menghasilkan 3 model impedans absolut yang sama-sama benar di lokasi sumur tapi berbeda nilainya secara signifikan di lokasi antara sumur2 kontrol. bagaimana sebaiknya model tersebut dihasilkan? opini saya pribadi, this is one million dollar question. mengapa? karena model frekuensi rendah dihasilkan dari pemahaman kita akan karakter nilai impedansi-nya. apakah nilainya dipengaruhi oleh compaction factor saja? apakah nilainya dipengaruhi oleh depositional environment? ataukah kombinasi dari keduanya? kalau memang kombinasi, bagaimana dengan kontribusinya? apakah 50% karena compaction dan 50% karena depositional environment? apakah lebih condong ke compaction factor? atau malah lebih condong ke depositional environment? dengan kata lain, menurut saya, tidak ada jawaban definitif terhadap pertanyaan tersebut sebab seberapa baik sebuah model frekuensi rendah akan sangat bergantung dari seberapa baik pemahaman kita tentang hal2 yang dapat mempengaruhi nilai impedansi-nya. mohon dikoreksi sekiranya ada pernyataan saya yang keliru. salam, paulus On Thu, May 13, 2010 at 9:24 AM, Trisakti Kurniawan <[email protected]> wrote: > Bapak2 dan Ibu2, > Ingin bertanya berkaitan subject diatas, seberapa besar kontribusi model > frekuensi rendah dalam proses inversi? Bagaimana sebaiknya model tersebut > dihasilkan? Mohon pengalaman dari bapak2 & ibu2 semua. > > Terima kasih, > Salam, > Trisakti ______________________________________________ The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list. [email protected] | www.hagi.or.id ---*** for administrative query please send your email to [email protected] ** BALI 2010 INTERNATIONAL GEOSCIENCES CONFERENCE AND EXPOSITION, 19-22 July 2010 ** - Registration is NOW OPEN!! -Visit http://bali2010.hagi.or.id for further information

