Saya mendapat berita dari rekan di Balikpapan soal semburan uap panas.
Mungkin ada yang bisa memberikan pencerahan, apakah ini gerangan

Salam

Yudie

Ini berieta dari Tribun Kaltim:
Uap Panas Disertai Bau Menyengat

Minggu, 18 Juli 2010 | 21:16 WITA

TANAH GROGOT  - Warga Jalan Gajah Mada Gang Dahlia Tanah Grogot, Minggu
(18/7), dihebohkan dengan semburan uap panas disertai bau menyengat. Warga
berbondong- bondong menyaksikan sumber uap panas yang keluar dari sumur
disamping rumah Tontong dan rumah Yudi.

Tidak mau mengambil resiko warga langsung mencoba menghubungi instansi
terkait. Seperti, Kepolisian, Dinas Kehutanan Pertambangan dan Energi
(Dishutamben) dan PLN. Namun yang turun ke lokasi baru kepolisian dan PLN,
dan untuk sementara warga belum mendapat jawaban yang memuaskan.

Temuan uap panas itu berawal dari bau menyengat yang sudah dirasakan warga
sejak tiga hari yang lalu. Pada awalnya warga curiga bau menyengat itu
bersumber dari kotoran ayam, ada juga yang curiga bau akibat arus pendek
hubungan listrik.

Belakangan semua kecurigaan itu terbantahkan dengan sendirinya. Sekitar
pukul 23.00, Sabtu (17/7), Yudi secara kebetulan mendengar suara seperti
air
mendidih. Penasaran, istri Yudi pun keluar rumah sambil membawa ponsel yang
dilengkapi senter. Saat senter diarahkan ke permukaan tanah samping
rumahnya, dia melihat semburan uap keluar dari tanah.

"Saya mendengar suara grok...grok, seperti suara air mendidih. Terus istri
saya langsung keluar mencari sumber suaranya, tidak lama kemudian dia
kembali dan bilang sama saya kalau permukaan tanah di bawah kolong kamar
kami mengeluarkan kepulan asap dengan bau yang tidak enak," kata Yudi.

  Paginya sekitar pukul 10.00, lanjut Yudi, warga pun beramai-ramai
menggali
tanah yang menyemburkan uap itu hingga berbentuk sumur selebar lingkaran
batang kelapa dengan kedalaman sekitar 50 centimeter. Sedangkan air yang
ada
di dalam sumur sempat digunakan warga untuk merebus telur, sebagai bukti
bahwa air sumur memang lumayan panas.

 "Airnya panas Mas, telur aja tadi kita rendam masak. Tidak percaya? Tunggu
saya ambilkan telur lagi," kata Tontong. Tidak lama kemudian, Tontong
kembali dan merendam telur ke dalam sumur, selang 15 menit kemudian telur
itu benar-benar matang karena disantap oleh salah satu warga.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama terhadap
anak-anak. Warga bahu membahu memagar lokasi sumur tersebut, dan
mengingatkan secara langsung kepada anak-anak untuk tidak terlalu dekat
dengan sumur yang baru digali oleh warga.

Berdasarkan pantauan Tribun,  sumur tersebut berada antara rumah Tontong
dan
rumah Yudi yang hanya berjarak 50 centimeter. Bedanya rumah Tontong
dibangun
dengan kontruksi beton, sedangkan rumah Yudi berbentuk panggung berbahan
kayu, sehingga hawa panas hanya dirasakan di rumah Tontong, terutama pada
bagian lantai.

Namun hawa panas itu hanya terasa di dua atau tiga potongan keramik rumah
Tontong, selebihnya tidak panas lagi. Dan perlu diketahui, sumur yang
menjadi titik hawa panas tersebut berada di lokasi tanah rawa, bahkan
sekitar 50 meter dari Tontong terdapat Sungai Seratai. Anehnya, ada
semburan
uap panas disertai bau, yang seperti bau bulu ayam yang terbakar. (aas)

This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain  confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any  other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke