Waw sangat menarik plotting "aftershock"nya Mas Hery ini. Menambah koleksi data Patahan Opak yang sangat misterius ini.
Saya kok semakin yakin bahwa patahan Opak memiliki bidang patahannya yang miring kearah timur. Kalau melihat perbandingan dengan Liwa yang menggunakan solusi tensor sepertinya bidang slip faultnya tidak homogen kemiringannya apakah ini disebabkan solusi tensor sangat terpengaruh oleh seismisitas batuan ? Maksud saya karena sesar dangkal sehingga bentuk gelombang yang diterima oleh seismometer terdistorsi oleh variasi batuannya. Solusi tensor yang sering saya perhatikan cukup valid terutama untuk deep earthquake. Mungkin karena pusat gempanya berada didalam batuan yang relatif homogen rheologinya .. cmiiw. Salam RDP 2010/8/25 Hery Harjono <[email protected]> > Mas Rovicky dan Pak Awang , > Berikut saya kirim 2 gambar menarik: > 1. Patahan Opak, yg diasosiasikan dg gempa Jogja (2006), yg saya dapat dari > Pak Birger (GTZ) > 2. Segmen Semangko, yg jadi tempat gempa Liwa (1994), yg kebetulan dulu > saya yang mimpin tim pelangi (ada dari BMG, LIPI, Pak Surono dan VSInya...). > Saya cari gambar penampang di Liwa belum ketemu...... > Kalau gempa Liwa, letak aftershocks "pas" di patahan Semangko, kedalaman > kumpulan aftershocks kurang dari 20 km. Lha kalau Patahan Opak, kumpulan > aftershocks gempa Jogja berada kurang lebih sebelah timur patahan. Kedalaman > kumpulan aftershocks mirim Liwa, kurang dari 20 km. Apa ada "active burried > fault"? > > > > > ------------------------------ > *From:* Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > *To:* IAGI <[email protected]>; Forum HAGI <[email protected]>; > <[email protected]>[email protected] > *Sent:* Mon, 23 August, 2010 7:36:27 > *Subject:* [Forum-HAGI] Patahan Opak Yang Unik > > Patahan Opak Yang Unik > > Patahan Opak ternyata tidak sesederhana yang terlihat dalam peta. > Dalam peta geologi lembar Yogyakarta yang dibuat oleh Dosen saya di > UGM Pak Wartono Rahardjo patahan opak ini digambarkan sebagai patahan > normal yang memisahkan dataran tinggi perbukitan Wonosari dengan > dataran rendah Yogyakarta yang terisi oleh endapan Merapi yang masih > muda. > > Namun kegempaan dalam empat tahun terakhir ini memperlihatkan > kemungkinan adanya interpretasi baru pada “Kompleks Patahan Opak”. > > Dibawah ini peta yang menggambarkan kondisi geologi daerah Yogyakarta > dan sekitarnya. > KArena di mailist ini tidak dapat menerima attachments gambar untuk > lengkapnya silahkan ke > <http://rovicky.wordpress.com/2010/08/22/patahan-opak-yang-unik/> > http://rovicky.wordpress.com/2010/08/22/patahan-opak-yang-unik/ > > Notes : > Dari USGS terlihat pusat gempa utama dan susulannya berada pada jalur > Patahan Opak, Sedangkan EMSC memperkirakan pusat gempa utama dan > susulannya berada pada tempat sekitar 10 Km disebelah timur Patahan > Opak. > > Sedangkan Gempa Jogja menjelang sholat taraweh Agustus 2010 ini, pusat > gempanya berada kira-kira dibawah pusat gempa utama yang diperkirakan > EMSC sebelumnya. Tanpa menggunakan analisa tensor, yaitu analisa arah > gerakan dari gelombang gempa maka diperkirakan pola kemiringan Patahan > Opak ini menjadi terbalik, yaitu bidang yang disebelah timur relatif > naik dengan arah bidang patahannya miring kearah timur. > > Atau ada patahan baru ? > > rdp > > ______________________________________________ > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list. > <[email protected]>[email protected] | <http://www.hagi.or.id>www.hagi.or.id > ---*** for administrative query please send your email to > <[email protected]>[email protected] > > > > > > ______________________________________________ > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list. > [email protected] | www.hagi.or.id > ---*** for administrative query please send your email to > [email protected] > > > > >

