Halo ada yang baru di blog:
________________________________
Oleh Singgih Widagdo 

Rencana PT PLN mengimpor 9 juta ton batu bara pada 2011   mempertegas  bahwa 
negeri ini dikelola dengan tidak benar, terutama  sumber daya  alamnya.
Restu Menteri BUMN terhadap   rencana PLN  menusuk hati rakyat yang  
jelas-jelas 
secara filosofis  pemilik kekayaan alam negeri ini. Apa pun  alasan impor, 
sulit 
diterima  akal sehat. Kalau toh Dahlan Iskan, orang  nomor satu di  PLN, tetap  
mengupayakan impor karena alasan tertentu,  pemerintah mesti berjuang   
menghentikan. Restu Menteri BUMN mengimpor  batu bara sama saja  menyamakan 
batu 
bara dengan komoditas lain. Batu  bara harus dipandang  sebagai energi, bukan 
sekadar komoditas dagang.
Keliru sekali  keputusan impor batu bara disamakan dengan kebijakan  serupa di 
China dan  India. Kedua negara itu punya tingkat kebutuhan  batu bara di atas  
tingkat produksi. Dengan impor dan bahkan memperluas  jangkauan melalui  
investasi tambang batu bara di negara kita, mereka  dapat dibilang smart  
mengelola energi dalam negeri. Sebaliknya, rencana  kita impor dari  Australia 
membuktikan salah urus negara ini dalam  mengelola energi.
________________________________

selengkapnya: http://geologi.iagi.or.id/2010/09/01/negeri-kaya-yang-miskin/

 
tabik
bosman batubara 

weblog: http://annelis.wordpress.com



      

Kirim email ke