Terima kasih Mas Andang,
akhirnya ada juga yang berkenan sharing.

salam
tomo

Sejak Selasa (26/10/2010) Gunung Merapi meletus. Letusan gunung teraktif di
dunia, kali ini dianggap lebih besar dari tahun 2006, bahkan tahun 1930-an.
Walau letusannya mungkin tak sehebat letusan pada tahun 1006 silam, yang
dilaporkan sempat mengubur Kerajaan Mataram Kuno dan Candi Borobudur,
letusan kali ini telah memporakprandakan kawasan hutan, kebun dan pemukiman
dalam radius 20 km. Tapi hingga dua pekan berlalu, letusan Merapi juga belum
berhenti.

Ketua Dewan Penasehat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Dr Andang
Bachtiar MSc menjelaskan, kapan mulai dan berakhirnya suatu letusan gunung
api memang sulit dipredikasi. Sebab, kadang letusan ini memiliki derajat
ketidakpastian yang berbanding terbalik dengan pengetahuan. Untuk
mengetahuinya perlu banyak data statistik dan pengalaman.
Berikut petikan wawancara detikcom dengan Andang Bachtiar, lulusan Institut
Teknologi Bandung (ITB) dan Geology Department Colorado School of Mines,
Golden, Colorado, USA ini di Jakarta, Minggu (7/11/2010).


*Sampai kapan gunung Merapi akan terus bergolak? Bisakan diperkirakan dan
dipastikan?*

Seperti jawaban atas pertanyaan tentang proses berdimensi besar geologi
lainnya yang menyebabkan bencana, misalnya rangkaian gempa dan tsunami,
perkiraan tentang kapan mulai dan kapan berakhirnya sulit diprediksinya.
Suatu periode proses mempunyai derajat ketidakpastian, yang bisa saja
berbanding terbalik dengan pengetahuan kita akan proses tersebut. Seberapa
lengkap atau seberapa banyak jumlah data statistik empiris akan menunjang
suatu prediksi.

Selengkapnya silahkan baca
disini<http://mountmerapi.net/2010/11/10/dr-andang-bachtiar-merapi-ada-faktor-penunjaman-lempeng-samudera/>

Kirim email ke