Berita Asap di fracture puncak Nglanggran itu sebenarnya sudah sering dilihat oleh warga Nglanggran jauh sebelum krisis Merapi. Setelah kami cek, memang retakan di puncak Nglanggran keluar mata-air pada puncak gunung. Itu pertanda adanya sistem akuifer regional yang tertekan dan keluar melalui retakan tsb (mirip air mancur dari atas puncak Nglanggran. Syukur saya kemarin panjat tebing pada breksi pipa (breksi "crumble" vulkanik Nglanggran Tersier..., jadi cuman pegangan fragmen-fragmen andesit dengan kemiringan 40, sambil di dorong petani lokal itu..., lah gak bawa peralatan yang memadai.., kalau keluarnya mata-air itu di puncak retakan topnya Nglanggran..., piye Mas Hill... ada berapa krater lagi di Nglanggran...kapan-kapan panjat tebing disana wae..kan mau dipromosikan Pengda IAGI DIY untuk obyek Geowisata Gunungapi Nglanggran.., apalagi geologist yang Dinas Pariwisata Gunungkidul sudah sering minta masukan Pengda IAGI DIY), dengan petani lokal yang tiap usai hujan selalu melihat asap tsb.
Bahwa asap tsb keluar dari celah retakan yang bermata-air dan selalu setelah hujan, dan berkabut. Waktu keluarnya asap cuman 10 menit kurang. Dan mata-air tsb sepanjang tahun tetap mengalir (sekalipun musim kemarin debitnya kecil), itu pertanda bahwa akuifer retakan pada breksi berfungsi sangat baik secara regional. Uap air dari mata-air tsb terjebak pada kelembaban udara setelah kabut menutup puncak Nglanggran, begitu kabut di puncak hilang, maka asap tsb keluar sebentar dan hilang, kadang 5 menit, kadang 10 menit berdasarkan saksi mata dari petani lokal (Pak Paeran) yang rumahnya persis dibawah puncak Nglanggran. Usai gempa Bantul 2006 banyak pecahan breksi yang sliding di area tsb. Isu tsb sudah diklarifikasi para ahli geosain dari kampus, BPPTK juga sampai ke Komandan BNPB yang lagi ngurus krisis Merapi. "Teori pemadam kebakaran" di saat krisis bencana dimanapun...., selalu ada.. Kita tunggu ada isu apa lagi nanti.... Ayo mas Hill ditunggu tulisan populermu untuk Nglanggran yang genit dan mendidik..., hahaha.., aku tunggu kang..., ntar aku editkan...! salam, gus hend.89 ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Cc: [email protected] Sent: Fri, November 12, 2010 6:53:50 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] Warga Bantul Lihat Kepulan Asap Keluar Dari Gunung Purba Nglanggeran buat para pembaca berita dari internet (karena sering ga sempet baca koran lagi)....pasti udah tau lah, kalo berita2 bombastis keluaran detik.com kebanyakan bo'ongnya daripada benernya :) Regards, Yogi Priyadi Rovicky Dwi Putrohari <[email protected] To m> [email protected] cc 11/11/2010 09:11 PM Subject Re: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] Warga Bantul Lihat Kepulan Asap Please respond to Keluar Dari Gunung Purba <[email protected] Nglanggeran .id> KAGAMA - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Buat pnybr gosip Nglanggran c/q Detik.News: Brita anda TIDAK BENAR. Sjk semula saya sdh tdk percaya, tapi buat konfirmasi : 1. Hari ini brsm tim UGM kami dtg ke Nglanggran. 2. Saya melihat disana tdk ada apa2, cuaca cerah, tdk ada asap mengepul apalg suara gemuruh (penduduk stmpt heran ttg ini). Semua tenang, silahkan bagi yang mau berwisata, panjat tebing. Secara geologis, Nglanggran aman!! Ir. Wartono Rahardjo On 11/11/2010, [email protected] <[email protected]> wrote: > Diskripsi batuannya memang lengkap (ini pasti hasil observasi lapangan). > Tapi kenapa diskripsi tempat keluarnya asap koq sangat minim, padahal > bukti-2 lapangan ditempat keliarnya asap? Itu bisa memecahkan masalah. > Jangan-2 yang keluar bukan asap tapi uap air? > > Salam S.A. > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > Date: Thu, 11 Nov 2010 09:52:48 > To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia<[email protected]> > Reply-To: <[email protected]> > Cc: IAGI<[email protected]>; <[email protected]> > Subject: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] Warga Bantul Lihat Kepulan Asap > Keluar Dari Gunung > Purba Nglanggeran > Nah ini ada jawaban logis lainnya. > Silahkan saja bagi yg punya info lainnya kita manfaatkan IAGI-net utk > memberikan klarifikasi > > Thx > RDP > > *----- Forwarded by Argo WURYANTO/BPN/ID/EP/Corp on 11/11/2010 10:23 AM > -----* > > > > *Gatot-Dwi JAYANTO/BPN/ID/EP/Corp*11/11/2010 10:14 AM > > wah ini mah hoax mas.. > > fenomena ini udah ada sejak 2006 kalo nggak salah, pasca gempa..... > > kebetulan aku dulu ikutan survey ke tempat ini. > > pada dasarnya nggk ada yang namanya reaktivasi dari gunung purba, karena > formasi nglanggrang ini cuma endapan vulkanik. source gunung apinya > kemungkinan ada di bayat ( masih inget kan presentasi ITF yang dulu) > > trus kenapa bisa ada kepulan asap? sebenarnya ada lapisan lignit/ batubara > muda di daerah tersebut dan mengandung air. akibat adanya panas dari terik > matahari dan perbedaan suhu dari siang ke malam, atau akibat hujan yang > lebat, maka air tanah di daerah tersebut menguap, dan mengeluarkan asapa. > kadang tercium bau belerang, yang berasal dari batubara muda tersebut... > > kurang lebih nya sih begitu.. tapi kalo ternyata lokasinya beda dari yang > saya survey dan ada fakta lain, yaa. mohon maaf, namanya juga geologis, > bisa > nya cuman interpretasi. > > *my another penny* > > salam, > > argo '99 > > > 2010/11/11 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > >> Mas Hery, >> kalau Sinabung kan masih menunjukkan ketertidurannya (doormant), tidur >> 400 >> tahun.Bahkan konon ada catatam kegiatan tahun >> Lah kalau Nglanggeran ini kan hidupnya 50 juta tahun lalu. >> >> Saya hanya bisa menjelaskan sederhana begini >> "Setiap "bekas" gunung masih memiliki bekas dapur magma yang masih panas. >> Salah satunya adalah di Parang Wedang di Parangtritis. Itu merupakan >> sisa-sisa panasnya gunung jaman dahulu. Kalau ada aktifitas bawah >> permukaan >> maka uap panasnya bisa... saja masih keluar. Dan itulah salah satu >> tanda-tanda gunung api yg doormant (tertidur) atau tepatnya gunung mati. >> Kenapa tau kalau mati ? karena diketemukan banyaknya airpanas. Kalau ada >> air >> berarti airnya bisa masuk ke dekat dapur. Kalau dapurnya masih menyala >> airnya pasti udah menguap :). Saya kira air ataupun gas yg terjebak >> dibawah >> bisa saja merembes keluar." >> >> tolong dikoreksi kalau penjelasan singkatnya ada yg salah ? >> >> rdp >> >> 2010/11/11 Hery Harjono <[email protected]> >> >>> Ada mas.....Sinabung, Pinatubo..... >>> Salam dari Negeri Chino >>> Hery >>> >>> ------------------------------ >>> *From:* Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> >>> *To:* IAGI <[email protected]>; Forum HAGI <[email protected]>; >>> [email protected] >>> *Sent:* Thu, 11 November, 2010 7:36:48 >>> *Subject:* [Forum-HAGI] Warga Bantul Lihat Kepulan Asap Keluar Dari >>> Gunung Purba Nglanggeran >>> >>> Apakah ada dalam sejarah geologi menceriterakan reaktivasi gunung >>> seperti >>> dibawah ini ? >>> Saya belom pernah baca dari artikel ilmiah ttg hal ini. Ada yang tahu ? >>> Kalau memang ngga ada selama ini, bisa saja kita menenangkan dengan >>> dongeng santai. Supaya tidak meresahkan. >>> >>> FYI, G Nglanggran merupakan lokasi wisata geologi (Gunung Purba) bisa >>> dilihat disini . >>> http://wikimapia.org/#lat=-7.8417215&lon=110.5419874&z=16&l=0&m=b >>> Sekitar 30 Km diselatan G Merapi di kaki perbukitan Wonosari. >>> >>> rdp >>> ============================================== >>> >>> http://www.detiknews.com/read/2010/11/11/070029/1491830/10/warga-bantul-lihat-kepulan-asap-keluar-dari-gunung-purba-nglanggeran?991102605> >>> >>> Kamis, 11/11/2010 07:00 WIB >>> Warga Bantul Lihat Kepulan Asap Keluar Dari Gunung Purba Nglanggeran >>> *Novi Christiastuti Adiputri* - detikNews >>> >>> <p>Your browser does not support iframes.</p> >>> >>> *Ilustrasi * >>> >>> *Bantul* - Gunung api purba Nglanggeran yang terletak di Bukit Pathuk, >>> Kecamatan Kasihan, Bantul membuat warga setempat resah. Warga menduga >>> gunung >>> tersebut kembali aktif. >>> >>> Sejak seminggu terakhir, warga sekitar gunung Nglanggeran merasakan >>> getaran dan suara gemuruh dari gunung yang sudah lama tidak aktif ini. >>> >>> "Beberapa hari lalu teman saya kasih tahu ada suara bergemuruh di sana. >>> Sejak seminggu lalu, sering terdengar bunyi gemuruh, dikiranya dari >>> Merapi. >>> Tapi teman saya di Banguntapan juga cerita begitu, dia dengar gemuruh >>> dari >>> arah Gunung Nglanggeran," ujar seorang warga setempat, Muhammad Bachroni >>> saat dihubungi *detikcom*, Kamis (11/11/2010). >>> >>> Gemuruh dan getaran yang dirasakan warga tersebut diyakini berasal dari >>> Gunung Nglanggeran. Meskipun Selasa (9/11) lalu Yogyakarta sempat >>> dilanda >>> gempa 5,6 SR yang berpusat di Bantul, namun di luar itu getaran dan >>> gemuruh >>> masih terasa. >>> >>> Kondisi tersebut telah membuat resah warga setempat, termasuk Bachroni >>> dan >>> temannya yang tempat tinggalnya hanya berjarak 5 km dari Gunung >>> Nglanggeran. >>> Sedangkan Bachroni sendiri yang bertempat tinggal sekitar 15 km dari >>> Gunung >>> Nglanggeran, pagi ini mengaku melihat langsung adanya kepulan asap >>> keluar >>> dari arah gunung tersebut. >>> >>> "Tadi saya lihat kepulan asap agak tinggi seperti gunung berapi, bukan >>> seperti awan. Saya keluar pukul 05.20 WIB, terlihat tertiup angin ke arah >>> ke >>> utara," tuturnya. >>> >>> Menurutnya, kepulan asap seperti ini baru hari ini terlihat di Gunung >>> Nglanggeran yang terletak di sebelah timur Yogyakarta ini. Bahcroni >>> yakin >>> bahwa kepulan asap tersebut bukanlah awan biasa. >>> >>> Namun saat dia mencoba mengkonfirmasi hasil pengamatannya ini kepada >>> temannya yang bertempat tinggal lebih dekat dengan Gunung Nglanggeran, >>> Bachroni belum berhasil menghubunginya. Yang semakin membuat khawatir, >>> pada >>> Selasa (9/11) lalu, status teman Bachroni di situs jejaring sosial >>> menunjukkan adanya kondisi gawat atas Gunung Nglanggeran. >>> >>> "Sebelumnya kalau dari informasi teman, dia status hari Selasa, dia >>> tulis >>> kabar gawat terakhir gunung purba Nglanggeran aktif lagi setelah 60 juta >>> tahun. Di Piyungan terasa bergetar dan bergemuruh," terangnya. >>> >>> Bachroni menuturkan, terhadap situasi meresahkan seperti ini warga >>> setempat berniat untuk menanyakan langung ke Pemkab Bantul. Warga ingin >>> tahu >>> apakah benar gunung api purba Nglanggeran kembali aktif. >>> >>> "Betulkah gunung api kuno Nglanggeran meletus lagi, setelah sempat >>> beberapa kali terdengar bergemuruh?" tanyanya. >>> >>> -- >>> *Pray for JOGJA* >>> >>> >>> ______________________________________________ >>> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list. >>> [email protected]| www.hagi.or.id >>> ---*** for administrative query please send your email to >>> [email protected] >>> >>> >>> >>> >>> >> >> >> -- >> *Pray for JOGJA* >> > > > > -- > *Pray for JOGJA* > > -- Sent from my mobile device *Pray for JOGJA* -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- This e-mail (including any attached documents) is intended only for the recipient(s) named above. It may contain confidential or legally privileged information and should not be copied or disclosed to, or otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient, please contact the sender and delete the e-mail from your system. -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

